<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI-Mozambik Sepakati Kerjasama Sektor Kelautan dan Perikanan, Apa Saja?</title><description>KKP memimpin Delegasi Republik Indonesia dalam pertemuan bilateral  dengan Delegasi Kementerian Laut, Perairan Darat dan Perikanan Mozambik</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2406281/ri-mozambik-sepakati-kerjasama-sektor-kelautan-dan-perikanan-apa-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2406281/ri-mozambik-sepakati-kerjasama-sektor-kelautan-dan-perikanan-apa-saja"/><item><title>RI-Mozambik Sepakati Kerjasama Sektor Kelautan dan Perikanan, Apa Saja?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2406281/ri-mozambik-sepakati-kerjasama-sektor-kelautan-dan-perikanan-apa-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2406281/ri-mozambik-sepakati-kerjasama-sektor-kelautan-dan-perikanan-apa-saja</guid><pubDate>Rabu 05 Mei 2021 21:56 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/05/320/2406281/ri-mozambik-sepakati-kerjasama-sektor-kelautan-dan-perikanan-apa-saja-vkMuuEXDU2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kerjasama (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/05/320/2406281/ri-mozambik-sepakati-kerjasama-sektor-kelautan-dan-perikanan-apa-saja-vkMuuEXDU2.jpg</image><title>Kerjasama (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memimpin Delegasi Republik Indonesia dalam pertemuan bilateral dengan Delegasi Kementerian Laut, Perairan Darat dan Perikanan Republik Mozambik untuk membahas kelanjutan kerja sama tiga tahun ke depan.

Dengan berlanjutnya payung hukum berupa naskah kerja sama yang dilengkapi rencana aksi implementasi, maka diharapkan semakin banyak bentuk kegiatan kolaboratif  untuk mendorong kemajuan sektor kelautan dan perikanan di kedua negara.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kapal Pengawas KKP Kejar Pencuri Ikan di Laut Natuna Utara
&quot;Hubungan yang kuat telah terbangun antara Indonesia dan Mozambik, terutama  dalam berbagai bentuk kegiatan peningkatan kapasitas. Kami berharap ke depannya lewat program penguatan kapasitas, kedua negara tidak hanya bisa bertukar informasi dan keahlian, namun juga mendapatkan manfaat ekonomi,&quot; ujar Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri KKP Agung Tri Prasetyo, dalam Pertemuan ke-1 Komite Teknis Kerja Sama Kelautan dan Perikanan (Joint Technical Committee on Marine and Fisheries) secara virtual, Rabu (5/5/2021).

Pertemuan ini membahas kelanjutan kerja sama yang telah terjalin antara RI dan Mozambik sejak Oktober 2018. Selain membahas kelanjutan naskah kerja sama, pertemuan juga membahas rencana aksi yang akan dilakukan oleh kedua negara sesuai jangka waktu berlakunya naskah kerja sama.
 
&amp;nbsp;Baca juga: KKP Rumuskan Pengenaan Sanksi Administratif di Kelautan dan Perikanan
Mengawali pembahasan rencana aksi, Delegasi Indonesia dan Mozambik bertukar informasi tentang potensi dan kondisi sektor kelautan dan perikanan masing-masing negara. Dengan lebih mengetahui potensi satu sama lain, Indonesia dan Mozambik percaya dapat saling  berkolaborasi dalam mengoptimalkan potensi kerja sama sektor kelautan dan perikanan.

Sebelumnya, kolaborasi Indonesia dan Mozambik lebih terfokus dalam peningkatan kapasitas (capacity building), dalam bentuk pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan di Indonesia maupun  pengiriman tenaga ahli ke Mozambik, salah satunya yang bertajuk &quot;Workshop on Integrated Fish Information System for Mozambique: Towards Responsible Fish Production&quot; di Maputo, Mozambik.Selain peningkatan kapasitas, Indonesia dan Mozambik juga berkomitmen  kerja sama dalam pengawasan laut, yang semakin memperkuat sinergi dan  kolaborasi melawan IUU Fishing. Sama seperti terdahulu, bentuk  kegiatannya  yaitu dengan saling bertukar informasi tentang pengawasan  laut dan selalu berkoordinasi tentang praktik ilegal tersebut. Hal ini  karena pihak Mozambik menilai bahwa tindakan Indonesia dalam memberantas  praktik illegal fishing sangat baik.

Selain itu, ditemukan berbagai kesamaan visi dalam bidang lainnya.  Diantaranya yaitu dalam subsektor perikanan budidaya, Mozambik ingin  bekerja sama dalam pengembangan rumput laut dan pakan ikan. Sedangkan,  dalam subsektor perikanan tangkap, perhatian terhadap nelayan skala  kecil dan sumber daya ikan tuna menjadi hal yang penting dalam perumusan  rencana aksi.

Sementara itu, dalam pengelolaan ruang laut, Mozambik menghadapi  tantangan aktual bagaimana menyeimbangkan alokasi ruang laut bagi  kegiatan perikanan ditengah maraknya ekplorasi dan eksploitasi minyak  dan gas, serta mengharapkan Indonesia berbagi praktik terbaik (best  practices).

Penjelasan atas hal-hal tersebut dan pentingnya kelanjutan kerja sama  menjadi tanggapan dari Mozambik terhadap penyampaian draf Plan of  Action (PoA) implementasi MoU secara tertulis dari Indonesia kepada  pihak Mozambik sejak Maret 2019.

Sementara itu, Direktur Nasional Kebijakan Kemaritiman dan Perikanan   Mozambik, Felismina Antia selaku Ketua Delegasi menyambut baik  berlanjutnya kolaborasi antara Indonesia melalui KKP dengan Mozambik.  Menurutnya, kerja sama sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu  hal yang penting bagi Pemerintah Mozambik.

&quot;Kami sangat senang Indonesia masih sangat terbuka untuk bekerja sama dengan kami,&quot; ucapnya.

Sebagai informasi, penyelenggaraan Pertemuan ke-1 Komite Teknis ini  ditengah proses ratifikasi Indonesia atas Persetujuan Preferensi  Perdagangan Indonesia-Mozambik yang ditandatangani pada tanggal 27  Agustus 2019. Bagi Indonesia, Mozambik memiliki arti penting karena  letak geografisnya yang strategis dapat menjadi pintu masuk (hub) bagi  produk Indonesia khususnya di Kawasan Afrika bagian timur dan selatan.

Melalui Persetujuan ini, Mozambik diharapkan dapat menjadi regional  hub dan pintu masuk produk-produk ekspor Indonesia ke pasar kawasan  Afrika bagian timur dan selatan dengan competitive advantage yang lebih  baik dibandingkan negara-negara pesaing yang belum memiliki skema  persetujuan perdagangan bebas dengan Mozambik.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memimpin Delegasi Republik Indonesia dalam pertemuan bilateral dengan Delegasi Kementerian Laut, Perairan Darat dan Perikanan Republik Mozambik untuk membahas kelanjutan kerja sama tiga tahun ke depan.

Dengan berlanjutnya payung hukum berupa naskah kerja sama yang dilengkapi rencana aksi implementasi, maka diharapkan semakin banyak bentuk kegiatan kolaboratif  untuk mendorong kemajuan sektor kelautan dan perikanan di kedua negara.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kapal Pengawas KKP Kejar Pencuri Ikan di Laut Natuna Utara
&quot;Hubungan yang kuat telah terbangun antara Indonesia dan Mozambik, terutama  dalam berbagai bentuk kegiatan peningkatan kapasitas. Kami berharap ke depannya lewat program penguatan kapasitas, kedua negara tidak hanya bisa bertukar informasi dan keahlian, namun juga mendapatkan manfaat ekonomi,&quot; ujar Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri KKP Agung Tri Prasetyo, dalam Pertemuan ke-1 Komite Teknis Kerja Sama Kelautan dan Perikanan (Joint Technical Committee on Marine and Fisheries) secara virtual, Rabu (5/5/2021).

Pertemuan ini membahas kelanjutan kerja sama yang telah terjalin antara RI dan Mozambik sejak Oktober 2018. Selain membahas kelanjutan naskah kerja sama, pertemuan juga membahas rencana aksi yang akan dilakukan oleh kedua negara sesuai jangka waktu berlakunya naskah kerja sama.
 
&amp;nbsp;Baca juga: KKP Rumuskan Pengenaan Sanksi Administratif di Kelautan dan Perikanan
Mengawali pembahasan rencana aksi, Delegasi Indonesia dan Mozambik bertukar informasi tentang potensi dan kondisi sektor kelautan dan perikanan masing-masing negara. Dengan lebih mengetahui potensi satu sama lain, Indonesia dan Mozambik percaya dapat saling  berkolaborasi dalam mengoptimalkan potensi kerja sama sektor kelautan dan perikanan.

Sebelumnya, kolaborasi Indonesia dan Mozambik lebih terfokus dalam peningkatan kapasitas (capacity building), dalam bentuk pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan di Indonesia maupun  pengiriman tenaga ahli ke Mozambik, salah satunya yang bertajuk &quot;Workshop on Integrated Fish Information System for Mozambique: Towards Responsible Fish Production&quot; di Maputo, Mozambik.Selain peningkatan kapasitas, Indonesia dan Mozambik juga berkomitmen  kerja sama dalam pengawasan laut, yang semakin memperkuat sinergi dan  kolaborasi melawan IUU Fishing. Sama seperti terdahulu, bentuk  kegiatannya  yaitu dengan saling bertukar informasi tentang pengawasan  laut dan selalu berkoordinasi tentang praktik ilegal tersebut. Hal ini  karena pihak Mozambik menilai bahwa tindakan Indonesia dalam memberantas  praktik illegal fishing sangat baik.

Selain itu, ditemukan berbagai kesamaan visi dalam bidang lainnya.  Diantaranya yaitu dalam subsektor perikanan budidaya, Mozambik ingin  bekerja sama dalam pengembangan rumput laut dan pakan ikan. Sedangkan,  dalam subsektor perikanan tangkap, perhatian terhadap nelayan skala  kecil dan sumber daya ikan tuna menjadi hal yang penting dalam perumusan  rencana aksi.

Sementara itu, dalam pengelolaan ruang laut, Mozambik menghadapi  tantangan aktual bagaimana menyeimbangkan alokasi ruang laut bagi  kegiatan perikanan ditengah maraknya ekplorasi dan eksploitasi minyak  dan gas, serta mengharapkan Indonesia berbagi praktik terbaik (best  practices).

Penjelasan atas hal-hal tersebut dan pentingnya kelanjutan kerja sama  menjadi tanggapan dari Mozambik terhadap penyampaian draf Plan of  Action (PoA) implementasi MoU secara tertulis dari Indonesia kepada  pihak Mozambik sejak Maret 2019.

Sementara itu, Direktur Nasional Kebijakan Kemaritiman dan Perikanan   Mozambik, Felismina Antia selaku Ketua Delegasi menyambut baik  berlanjutnya kolaborasi antara Indonesia melalui KKP dengan Mozambik.  Menurutnya, kerja sama sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu  hal yang penting bagi Pemerintah Mozambik.

&quot;Kami sangat senang Indonesia masih sangat terbuka untuk bekerja sama dengan kami,&quot; ucapnya.

Sebagai informasi, penyelenggaraan Pertemuan ke-1 Komite Teknis ini  ditengah proses ratifikasi Indonesia atas Persetujuan Preferensi  Perdagangan Indonesia-Mozambik yang ditandatangani pada tanggal 27  Agustus 2019. Bagi Indonesia, Mozambik memiliki arti penting karena  letak geografisnya yang strategis dapat menjadi pintu masuk (hub) bagi  produk Indonesia khususnya di Kawasan Afrika bagian timur dan selatan.

Melalui Persetujuan ini, Mozambik diharapkan dapat menjadi regional  hub dan pintu masuk produk-produk ekspor Indonesia ke pasar kawasan  Afrika bagian timur dan selatan dengan competitive advantage yang lebih  baik dibandingkan negara-negara pesaing yang belum memiliki skema  persetujuan perdagangan bebas dengan Mozambik.</content:encoded></item></channel></rss>
