<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BSI Raup Laba Bersih Rp742 Miliar dalam 3 Bulan</title><description>PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp742 miliar pada kuartal I-2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/06/278/2406880/bsi-raup-laba-bersih-rp742-miliar-dalam-3-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/06/278/2406880/bsi-raup-laba-bersih-rp742-miliar-dalam-3-bulan"/><item><title>BSI Raup Laba Bersih Rp742 Miliar dalam 3 Bulan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/06/278/2406880/bsi-raup-laba-bersih-rp742-miliar-dalam-3-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/06/278/2406880/bsi-raup-laba-bersih-rp742-miliar-dalam-3-bulan</guid><pubDate>Kamis 06 Mei 2021 22:59 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/06/278/2406880/bsi-raup-laba-bersih-rp742-miliar-dalam-3-bulan-M6r6nA2XT6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/06/278/2406880/bsi-raup-laba-bersih-rp742-miliar-dalam-3-bulan-M6r6nA2XT6.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp742 miliar pada kuartal I-2021. Angka ini mengalami peningkatan 12,85% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp657 miliar.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan,  dampak pandemi covid-19 memang masih ada dan terasa sampai sekarang. Namun, perseroan masih bisa mencatatkan laba bersih di tengah tekanan pandemi covid-19.
Baca Juga: BSI Salurkan Pembiayaan hingga Rp159,1 Triliun 
 
&quot;Tentunya BSI juga dapat mencatat laba bersih sebesar Rp 742 miliar di kuartal I-2021 atau mengalami pertumbuhan sebesar 12,85% secara yoy,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara Konferensi Pers Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) virtual, Kamis (6/5/2021).
Menurut Hery, capaian ini tidak terlepas dari banyak sekali stimulus yang diberikan pemerintah. Sehingga meskipun masih dalam kondisi pandemi covid-19 namun masih bisa mencatatkan laba.
Baca Juga: Bank Syariah Indonesia Dapat Suntikan Dana PEN Rp3 Triliun
 
&quot;Alhamdulillah walaupun masih ada dampak dari covid-19, kita sadar bahwa kuartal I-2021 ini memang masih terasa berat, walaupun di sisi lain pemerintah banyak sekali memberi stimulus agar pertumbuhan ekonomi itu meningkat,&quot; ucapnya.
Sebagai informasi, BSI juga telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 159,07 triliun atau tumbuh 14,74% yoy. Dari jumlah tersebut, komposisi pembiayaan terbesar disumbang oleh segmen konsumer sebesar Rp71,6 triliun yakni sebesar 45% dari total pembiayaan.
Kemudian di posisi kedua ada pembiayaan, dari segmen korporasi Rp  37,3 triliun  atau sekitar 23,5%. Selanjutnya yang ketiga dari segmen  kecil dan menengah Rp 20,8 triliun atau 13,1%.
Lalu di posisi empat adalah segmen mikro Rp15 triliun atau 9,4% dari  total pembiayaan korporasi. Kemudian yang keliman sekaligus terakhir  adalah dari segmen komersial Rp 9,6 triliun atau sekitar 6,1%.
Adapun kualitas pembiayaan ditunjukkan dengan penurunan NPF gross  dari 3,35% di kuartal I-2020, menjadi 3,09% di kuartal I-2021. Perseroan  juga mencadangkan cash coverage sebesar 137,48% sampai kuartal I-2021.
Dari sisi Liabilitas, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sampai  kuartal I-2021 mencapai Rp 205,5 triliun. Angka itu naik 14,3%  dibandingkan periode sama 2020 sebesar Rp 179,8 triliun. Pertumbuhan  tersebut didominasi oleh peningkatan Dana Murah (Giro dan Tabungan)  sebesar 14,73%, sehingga meningkatkan rasio CASA dari 57,54% pada  kuartal I-2020, menjadi 57,76% di kuartal I-2021.
Dengan demikian, perseroan mencatatkan total aset sebesar Rp 234,4  triliun,  naik 12,65% secara yoy dibanding periode sama 2020 yakni  sebesar Rp 208,1 triliun. BSI juga mencatat kenaikan rasio permodalan  atau CAR menjadi 23,1% di kuartal I-2021.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp742 miliar pada kuartal I-2021. Angka ini mengalami peningkatan 12,85% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp657 miliar.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan,  dampak pandemi covid-19 memang masih ada dan terasa sampai sekarang. Namun, perseroan masih bisa mencatatkan laba bersih di tengah tekanan pandemi covid-19.
Baca Juga: BSI Salurkan Pembiayaan hingga Rp159,1 Triliun 
 
&quot;Tentunya BSI juga dapat mencatat laba bersih sebesar Rp 742 miliar di kuartal I-2021 atau mengalami pertumbuhan sebesar 12,85% secara yoy,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara Konferensi Pers Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) virtual, Kamis (6/5/2021).
Menurut Hery, capaian ini tidak terlepas dari banyak sekali stimulus yang diberikan pemerintah. Sehingga meskipun masih dalam kondisi pandemi covid-19 namun masih bisa mencatatkan laba.
Baca Juga: Bank Syariah Indonesia Dapat Suntikan Dana PEN Rp3 Triliun
 
&quot;Alhamdulillah walaupun masih ada dampak dari covid-19, kita sadar bahwa kuartal I-2021 ini memang masih terasa berat, walaupun di sisi lain pemerintah banyak sekali memberi stimulus agar pertumbuhan ekonomi itu meningkat,&quot; ucapnya.
Sebagai informasi, BSI juga telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 159,07 triliun atau tumbuh 14,74% yoy. Dari jumlah tersebut, komposisi pembiayaan terbesar disumbang oleh segmen konsumer sebesar Rp71,6 triliun yakni sebesar 45% dari total pembiayaan.
Kemudian di posisi kedua ada pembiayaan, dari segmen korporasi Rp  37,3 triliun  atau sekitar 23,5%. Selanjutnya yang ketiga dari segmen  kecil dan menengah Rp 20,8 triliun atau 13,1%.
Lalu di posisi empat adalah segmen mikro Rp15 triliun atau 9,4% dari  total pembiayaan korporasi. Kemudian yang keliman sekaligus terakhir  adalah dari segmen komersial Rp 9,6 triliun atau sekitar 6,1%.
Adapun kualitas pembiayaan ditunjukkan dengan penurunan NPF gross  dari 3,35% di kuartal I-2020, menjadi 3,09% di kuartal I-2021. Perseroan  juga mencadangkan cash coverage sebesar 137,48% sampai kuartal I-2021.
Dari sisi Liabilitas, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sampai  kuartal I-2021 mencapai Rp 205,5 triliun. Angka itu naik 14,3%  dibandingkan periode sama 2020 sebesar Rp 179,8 triliun. Pertumbuhan  tersebut didominasi oleh peningkatan Dana Murah (Giro dan Tabungan)  sebesar 14,73%, sehingga meningkatkan rasio CASA dari 57,54% pada  kuartal I-2020, menjadi 57,76% di kuartal I-2021.
Dengan demikian, perseroan mencatatkan total aset sebesar Rp 234,4  triliun,  naik 12,65% secara yoy dibanding periode sama 2020 yakni  sebesar Rp 208,1 triliun. BSI juga mencatat kenaikan rasio permodalan  atau CAR menjadi 23,1% di kuartal I-2021.</content:encoded></item></channel></rss>
