<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lonjakan Kasus Covid-19 di India Jadi Alarm bagi Ekonomi RI</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mewaspadai terjadinya risiko perlambatan ekonomi secara global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/06/320/2406574/lonjakan-kasus-covid-19-di-india-jadi-alarm-bagi-ekonomi-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/06/320/2406574/lonjakan-kasus-covid-19-di-india-jadi-alarm-bagi-ekonomi-ri"/><item><title>Lonjakan Kasus Covid-19 di India Jadi Alarm bagi Ekonomi RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/06/320/2406574/lonjakan-kasus-covid-19-di-india-jadi-alarm-bagi-ekonomi-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/06/320/2406574/lonjakan-kasus-covid-19-di-india-jadi-alarm-bagi-ekonomi-ri</guid><pubDate>Kamis 06 Mei 2021 14:12 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/06/320/2406574/lonjakan-kasus-covid-19-di-india-jadi-alarm-bagi-ekonomi-ri-SabKo2nFlP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gejolak Ekonomi di Tengah Covid-19. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/06/320/2406574/lonjakan-kasus-covid-19-di-india-jadi-alarm-bagi-ekonomi-ri-SabKo2nFlP.jpg</image><title>Gejolak Ekonomi di Tengah Covid-19. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mewaspadai terjadinya risiko perlambatan ekonomi secara global. Mengingat beberapa negara mengalami lonjakan kasus aktif harian Covid-19 cukup tinggi.
Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan, meningkatnya kasus harian di sejumlah negara menjadi alarm bagi seluruh negara. Apalagi ditambah adanya pembatasan vaksin Covid-19.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekspor Nonmigas Maret Tertinggi Sepanjang Sejarah, Mendag: Ekonomi Membaik
&quot;Ini hal-hal jadi pelajaran, di mana kita tetap buat keseimbangan antara jaga kesehatan dan tetap beraktivitas, pelajaran banyak kita peroleh dari negara-negara lain dan bagaimana kita atasi perekonomian,&quot; kata Kunta dalam video virtual, Kamis (6/5/2021).
Lanjutnya , Pemerintah akan melakukan intervensi di perekonomian jika  kondisi semakin berat. Maka pemerintah konsisten berikan anggaran program pemulihan ekonomi (PEN)  yang saat ini justru meningkat dibandingkan tahun lalu.
&quot;Tahun lalu Rp571 triliun sekarang ke Rp699,7 triliun  dan arahanya bagaimana cipatkan lapangan kerja dan dorong dunia usaha,&quot; bebernya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonomi RI Masih Minus, Insentif Pajak Mobil Mewah Dinilai Tak Mampu Dongkrak Konsumsi
Dia menambahkan perlambatan ekonomi dari sisi internal dikhawtirkan terjadi karena ada beberapa sektor yang mungkin secara kontak intensif masih sulit pulih, yakni hotel dan restoran.
&quot;Tetapi ini juga perlu untuk menghadapi risiko-risiko yang masih ada terus kita mengendalikan pandemi melakukan recovery dan rebound,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mewaspadai terjadinya risiko perlambatan ekonomi secara global. Mengingat beberapa negara mengalami lonjakan kasus aktif harian Covid-19 cukup tinggi.
Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan, meningkatnya kasus harian di sejumlah negara menjadi alarm bagi seluruh negara. Apalagi ditambah adanya pembatasan vaksin Covid-19.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekspor Nonmigas Maret Tertinggi Sepanjang Sejarah, Mendag: Ekonomi Membaik
&quot;Ini hal-hal jadi pelajaran, di mana kita tetap buat keseimbangan antara jaga kesehatan dan tetap beraktivitas, pelajaran banyak kita peroleh dari negara-negara lain dan bagaimana kita atasi perekonomian,&quot; kata Kunta dalam video virtual, Kamis (6/5/2021).
Lanjutnya , Pemerintah akan melakukan intervensi di perekonomian jika  kondisi semakin berat. Maka pemerintah konsisten berikan anggaran program pemulihan ekonomi (PEN)  yang saat ini justru meningkat dibandingkan tahun lalu.
&quot;Tahun lalu Rp571 triliun sekarang ke Rp699,7 triliun  dan arahanya bagaimana cipatkan lapangan kerja dan dorong dunia usaha,&quot; bebernya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonomi RI Masih Minus, Insentif Pajak Mobil Mewah Dinilai Tak Mampu Dongkrak Konsumsi
Dia menambahkan perlambatan ekonomi dari sisi internal dikhawtirkan terjadi karena ada beberapa sektor yang mungkin secara kontak intensif masih sulit pulih, yakni hotel dan restoran.
&quot;Tetapi ini juga perlu untuk menghadapi risiko-risiko yang masih ada terus kita mengendalikan pandemi melakukan recovery dan rebound,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
