<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Sebut Kontraksi Ekonomi Mulai Berkurang, Ini Buktinya</title><description>Bank Indonesia menilai pemulihan ekonomi nasional dalam tren membaik hingga kuartal pertama 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/06/320/2406678/bi-sebut-kontraksi-ekonomi-mulai-berkurang-ini-buktinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/06/320/2406678/bi-sebut-kontraksi-ekonomi-mulai-berkurang-ini-buktinya"/><item><title>BI Sebut Kontraksi Ekonomi Mulai Berkurang, Ini Buktinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/06/320/2406678/bi-sebut-kontraksi-ekonomi-mulai-berkurang-ini-buktinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/06/320/2406678/bi-sebut-kontraksi-ekonomi-mulai-berkurang-ini-buktinya</guid><pubDate>Kamis 06 Mei 2021 22:04 WIB</pubDate><dc:creator>Hafid Fuad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/06/320/2406678/bi-sebut-kontraksi-ekonomi-mulai-berkurang-ini-buktinya-2Ls9xwBTPi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/06/320/2406678/bi-sebut-kontraksi-ekonomi-mulai-berkurang-ini-buktinya-2Ls9xwBTPi.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia menilai pemulihan ekonomi nasional dalam tren membaik hingga kuartal pertama 2021.
&quot;Dari sisi investasi terlihat meningkat. Ini tercermin dari kontraksi yang semakin berkurang menjadi 0,23% (yoy) dari kontraksi triwulan sebelumnya 6,15% (yoy),&quot; ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono di Jakarta (6/5/2021).
Baca Juga: Ekonomi RI Boleh Minus tapi Masih Lebih Baik dari Negara Lain, Benar?
 
Sementara itu, perbaikan pada konsumsi rumah tangga dan Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) masih tertahan. Masing-masingnya terkontraksi sebesar 2,23% (yoy) dan 4,53% (yoy), dampak pembatasan mobilitas masyarakat yang berlanjut di sejumlah wilayah.
Berikutnya pada sisi lapangan usaha (LU), juga terjadi perbaikan sebagian. Data pertumbuhan tertinggi untuk sektor Informasi dan Komunikasi, Pengadaan Air, dan Jasa Kesehatan.
Baca Juga:&amp;nbsp; Menko Airlangga: Pemulihan Ekonomi Triwulan I Berlanjut &amp;amp; Diprediksi Triwulan II Terakselerasi Lebih Tinggi
 
Sementara secara wilayah, perbaikan kinerja pertumbuhan ekonomi nasional didukung oleh seluruh wilayah. Terutama kawasan Sulawesi-Maluku -Papua (Sulampua) yang telah kembali tumbuh positif sejak triwulan IV 2020.
Terpisah, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia juga mengaku optimistis terhadap prospek kondisi makroekonomi baik dari global dan dalam negeri. Tetapi faktor potensi turunnya nilai transaksi bursa di dalam negeri akan membuat pergerakan pasar saham cenderung terbatas sepanjang Mei.Senior Information Information Mirae Asset Sekuritas Martha  Christina, memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan memiliki  rentang pergerakan 5.883-6.115.
&amp;ldquo;Dari analisis teknikal batas support 5.883-5.735 serta resistant  6.115-6.281,&quot; ujar Martha dalam webinar Media Day Mirae Asset Sekuritas  di Jakarta (6/5/21).
Nilai transaksi saham diprediksi turun sebagai pengaruh libur Idul  Fitri. Namun pelaku pasar juga masih di posisi menunggu (wait &amp;amp; see)  kondisi publikasi laporan keuangan emiten di bursa. &quot;Sebagai gambaran,  rerata nilai transaksi April berada pada Rp 9,42 triliun dan sudah turun  menjadi Rp 9,14 triliun sejak awal bulan ini. Angka itu turun dari  rata-rata Januari-Maret Rp 15,69 triliun per hari,&quot; kata dia.
Dia mengatakan faktor makroekonomi yang dapat positif itu terutama  kondisi domestik. Data historis dari angka pertumbuhan ekonomi, data  manufaktur dari manufacturing PMI yang menunjukkan perbaikan, masih  menjadi penunjang prospek ekonomi.
Menurut dia, faktor makroekonomi yang membaik itu menjadi satu dari  tiga katalis pendorong pergerakan IHSG sepanjang Mei. Dua katalis  positif lainnya adalah potensi kenaikan harga komoditas dan sudah  berjalannya vaksinasi Covid-19 di dalam negeri.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia menilai pemulihan ekonomi nasional dalam tren membaik hingga kuartal pertama 2021.
&quot;Dari sisi investasi terlihat meningkat. Ini tercermin dari kontraksi yang semakin berkurang menjadi 0,23% (yoy) dari kontraksi triwulan sebelumnya 6,15% (yoy),&quot; ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono di Jakarta (6/5/2021).
Baca Juga: Ekonomi RI Boleh Minus tapi Masih Lebih Baik dari Negara Lain, Benar?
 
Sementara itu, perbaikan pada konsumsi rumah tangga dan Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) masih tertahan. Masing-masingnya terkontraksi sebesar 2,23% (yoy) dan 4,53% (yoy), dampak pembatasan mobilitas masyarakat yang berlanjut di sejumlah wilayah.
Berikutnya pada sisi lapangan usaha (LU), juga terjadi perbaikan sebagian. Data pertumbuhan tertinggi untuk sektor Informasi dan Komunikasi, Pengadaan Air, dan Jasa Kesehatan.
Baca Juga:&amp;nbsp; Menko Airlangga: Pemulihan Ekonomi Triwulan I Berlanjut &amp;amp; Diprediksi Triwulan II Terakselerasi Lebih Tinggi
 
Sementara secara wilayah, perbaikan kinerja pertumbuhan ekonomi nasional didukung oleh seluruh wilayah. Terutama kawasan Sulawesi-Maluku -Papua (Sulampua) yang telah kembali tumbuh positif sejak triwulan IV 2020.
Terpisah, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia juga mengaku optimistis terhadap prospek kondisi makroekonomi baik dari global dan dalam negeri. Tetapi faktor potensi turunnya nilai transaksi bursa di dalam negeri akan membuat pergerakan pasar saham cenderung terbatas sepanjang Mei.Senior Information Information Mirae Asset Sekuritas Martha  Christina, memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan memiliki  rentang pergerakan 5.883-6.115.
&amp;ldquo;Dari analisis teknikal batas support 5.883-5.735 serta resistant  6.115-6.281,&quot; ujar Martha dalam webinar Media Day Mirae Asset Sekuritas  di Jakarta (6/5/21).
Nilai transaksi saham diprediksi turun sebagai pengaruh libur Idul  Fitri. Namun pelaku pasar juga masih di posisi menunggu (wait &amp;amp; see)  kondisi publikasi laporan keuangan emiten di bursa. &quot;Sebagai gambaran,  rerata nilai transaksi April berada pada Rp 9,42 triliun dan sudah turun  menjadi Rp 9,14 triliun sejak awal bulan ini. Angka itu turun dari  rata-rata Januari-Maret Rp 15,69 triliun per hari,&quot; kata dia.
Dia mengatakan faktor makroekonomi yang dapat positif itu terutama  kondisi domestik. Data historis dari angka pertumbuhan ekonomi, data  manufaktur dari manufacturing PMI yang menunjukkan perbaikan, masih  menjadi penunjang prospek ekonomi.
Menurut dia, faktor makroekonomi yang membaik itu menjadi satu dari  tiga katalis pendorong pergerakan IHSG sepanjang Mei. Dua katalis  positif lainnya adalah potensi kenaikan harga komoditas dan sudah  berjalannya vaksinasi Covid-19 di dalam negeri.</content:encoded></item></channel></rss>
