<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investasi Proyek Jembatan Batam-Bintan Bengkak Jadi Rp13,6 Triliun, Kenapa?</title><description>Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan market sounding pada proyek Jembatan Batam-Bintan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/06/320/2406808/investasi-proyek-jembatan-batam-bintan-bengkak-jadi-rp13-6-triliun-kenapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/06/320/2406808/investasi-proyek-jembatan-batam-bintan-bengkak-jadi-rp13-6-triliun-kenapa"/><item><title>Investasi Proyek Jembatan Batam-Bintan Bengkak Jadi Rp13,6 Triliun, Kenapa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/06/320/2406808/investasi-proyek-jembatan-batam-bintan-bengkak-jadi-rp13-6-triliun-kenapa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/06/320/2406808/investasi-proyek-jembatan-batam-bintan-bengkak-jadi-rp13-6-triliun-kenapa</guid><pubDate>Kamis 06 Mei 2021 20:06 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/06/320/2406808/investasi-proyek-jembatan-batam-bintan-bengkak-jadi-rp13-6-triliun-kenapa-P2MKHbyK8k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/06/320/2406808/investasi-proyek-jembatan-batam-bintan-bengkak-jadi-rp13-6-triliun-kenapa-P2MKHbyK8k.jpg</image><title>Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan market sounding pada proyek Jembatan Batam-Bintan. Proyek ini mengalami kenaikan dari sisi dana investasinya.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan, semula nilai investasi dari proyek ini adalah hanya Rp8,78 triliun. Namun ada perubahan nilai investasi menjadi Rp13,66 triliun.
Baca Juga:Mengintip Jembatan Gantung Pejalan Kaki Terpanjang di Dunia
 
&amp;ldquo;Mengalami perubahan nilai investasi menjadi Rp13,66 triliun yang sebelumnya Rp8,78 triliun,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara Market Sounding, Kamis (6/5/2021).
Perubahan ini dilakukan  agar kelayakan teknis dan finansial menjadi pasti. Sehingga para investor pun tertarik untuk berinvestasi di proyek pembangunan yang menghubungkan dua wilayah ini.
&amp;ldquo;Perubahan dalam rangka memastikan kelayakan teknsi dan finansial sehingga diharapkan skemanya lebih menarik bagi para investor,&amp;rdquo; jelasnya.
Baca Juga: Jembatan Kota Intan Pernah Bernama Jembatan Inggris
 
Proyek jembatan ini memiliki panjang 14,763 kilometer (KM). Proyek tersebut ditargetkan akan dilakukan pelelangan pada Kuartal-II 2021.
&amp;ldquo;Jembatan Batang Bintan dengan panjang proyek 14,763 kilometer., Target pelelangan kuartal II-2021,&amp;rdquo; jelasnya.Sebagai informasi, pembangunan Jembatan Batam-Bintan menggunakan  skema KPBU solicited (pemrakarsa Pemerintah). Pembiayaan pembangunan  infastruktur dengan skema KPBU memiliki keunggulan dibandingkan dengan  Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Jembatan Batam-Bintan merupakan jembatan khusus yang memiliki dua  tujuan yaitu Batam-Tanjung Sauh dan Tanjung Sauh-Bintan. Jembatan yang  akan dibiayai Pemerintah adalah Batam-Tanjung Sauh, sedangkan Tanjung  Sauh-Bintan akan dibangun oleh investor melaui proses lelang.
Desain jembatan ini sudah dibuat oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov)  Kepulauan Riau pada Tahun 2005, kemudian diperbarui Tahun 2010. Jembatan  yang awalnya dirancang selebar 28 meter, kini disesuaikan menjadi 33  meter.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan market sounding pada proyek Jembatan Batam-Bintan. Proyek ini mengalami kenaikan dari sisi dana investasinya.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan, semula nilai investasi dari proyek ini adalah hanya Rp8,78 triliun. Namun ada perubahan nilai investasi menjadi Rp13,66 triliun.
Baca Juga:Mengintip Jembatan Gantung Pejalan Kaki Terpanjang di Dunia
 
&amp;ldquo;Mengalami perubahan nilai investasi menjadi Rp13,66 triliun yang sebelumnya Rp8,78 triliun,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara Market Sounding, Kamis (6/5/2021).
Perubahan ini dilakukan  agar kelayakan teknis dan finansial menjadi pasti. Sehingga para investor pun tertarik untuk berinvestasi di proyek pembangunan yang menghubungkan dua wilayah ini.
&amp;ldquo;Perubahan dalam rangka memastikan kelayakan teknsi dan finansial sehingga diharapkan skemanya lebih menarik bagi para investor,&amp;rdquo; jelasnya.
Baca Juga: Jembatan Kota Intan Pernah Bernama Jembatan Inggris
 
Proyek jembatan ini memiliki panjang 14,763 kilometer (KM). Proyek tersebut ditargetkan akan dilakukan pelelangan pada Kuartal-II 2021.
&amp;ldquo;Jembatan Batang Bintan dengan panjang proyek 14,763 kilometer., Target pelelangan kuartal II-2021,&amp;rdquo; jelasnya.Sebagai informasi, pembangunan Jembatan Batam-Bintan menggunakan  skema KPBU solicited (pemrakarsa Pemerintah). Pembiayaan pembangunan  infastruktur dengan skema KPBU memiliki keunggulan dibandingkan dengan  Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Jembatan Batam-Bintan merupakan jembatan khusus yang memiliki dua  tujuan yaitu Batam-Tanjung Sauh dan Tanjung Sauh-Bintan. Jembatan yang  akan dibiayai Pemerintah adalah Batam-Tanjung Sauh, sedangkan Tanjung  Sauh-Bintan akan dibangun oleh investor melaui proses lelang.
Desain jembatan ini sudah dibuat oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov)  Kepulauan Riau pada Tahun 2005, kemudian diperbarui Tahun 2010. Jembatan  yang awalnya dirancang selebar 28 meter, kini disesuaikan menjadi 33  meter.</content:encoded></item></channel></rss>
