<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Telan Investasi Rp4,32 Triliun, Tol Akses Patimban Dibangun 2022</title><description>Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan market sounding untuk proyek jalan tol akses Patimban.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/06/320/2406847/telan-investasi-rp4-32-triliun-tol-akses-patimban-dibangun-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/06/320/2406847/telan-investasi-rp4-32-triliun-tol-akses-patimban-dibangun-2022"/><item><title>Telan Investasi Rp4,32 Triliun, Tol Akses Patimban Dibangun 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/06/320/2406847/telan-investasi-rp4-32-triliun-tol-akses-patimban-dibangun-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/06/320/2406847/telan-investasi-rp4-32-triliun-tol-akses-patimban-dibangun-2022</guid><pubDate>Kamis 06 Mei 2021 21:28 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/06/320/2406847/telan-investasi-rp4-32-triliun-tol-akses-patimban-dibangun-2022-KmUat1HPiA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan Tol (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/06/320/2406847/telan-investasi-rp4-32-triliun-tol-akses-patimban-dibangun-2022-KmUat1HPiA.jpg</image><title>Jalan Tol (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan market sounding untuk proyek jalan tol akses Patimban. Ini merupakan market sounding yang kedua setelah sebelumnya sudah pernah dilakikan pada 30 April lalu.
Baca Juga: Pelabuhan Patimban Resmi Dikelola dengan Skema KPBU
 
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, ada perubahan pada skema kerjasama dari proyek jalan tol akses pelabuhan Patimban. Semulan skemanya adalah Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dari unsolicited (pemrakarsa swasta) menjadi solicited (pemrakarsa Pemerintah).
Perubahan skema KPBU ini disebabkan kerja sama yang dilakukan oleh Kementerian PUPR dengan Kementerian Perhubungan untuk mendapatkan loan (pinjaman). Sehingga diharapkan bisa menarik minat dari investor.
Baca Juga:&amp;nbsp; Ridwan Kamil Usul 5 Proyek Besar, Kawasan Metropolitan Rebana hingga Jabar Selatan 
 
&amp;ldquo;Untuk itu, bisa lebih menarik bagi investor untuk bisa melaksanakan proyek ini secara KPBU,&quot; ujarnya dalam acara Market Sounding, Kamis (6/5/2021).
Basuki menambahkan, diharapkan lelang tol akses Patimban ini bisa segera dilakukan. Sehingga pembangunan bisa segera dilakukan pada 2022 mendatang.
&amp;ldquo;Kalau nanti tendernya bulan depan akan segera kita bisa lakukan, dan bisa segera dilaksanakan nanti mudah-mudahan tahun 2022 akan sudah bisa dilakukan konstruksi fisiknya,&quot; jelasnya.Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR  Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan, ada perubahan pada penyiapan  kerjasama. Jalan tol ini nantinya akan dibangun sepanjang 37,05  kilometer (km).
Eko menambahkan, target pelelangan jalan tol ini akan dilakukan  Kuartal II tahun ini. Tol Akses Pelabuhan Patimban menelan angka   investasi sebesar Rp4,32 triliun.
Jalan tol akses Patimban ini dirancang untuk mendukung pengiriman  logistik. Dengan adanyan jalan tol ini diharapkan aktivitas ekspor yang  bersumber dari kawasan industri di sekitar Cikarang-Cibitung-Karawang  hingga Cikampek menuju Pelabuhan Patimban.
&amp;ldquo;Jalan Tol akses Patimban 37,05 Km dan nilai investasi 4,32 Triliun. Serta target pelelangan di kuartal II-2021,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan market sounding untuk proyek jalan tol akses Patimban. Ini merupakan market sounding yang kedua setelah sebelumnya sudah pernah dilakikan pada 30 April lalu.
Baca Juga: Pelabuhan Patimban Resmi Dikelola dengan Skema KPBU
 
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, ada perubahan pada skema kerjasama dari proyek jalan tol akses pelabuhan Patimban. Semulan skemanya adalah Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dari unsolicited (pemrakarsa swasta) menjadi solicited (pemrakarsa Pemerintah).
Perubahan skema KPBU ini disebabkan kerja sama yang dilakukan oleh Kementerian PUPR dengan Kementerian Perhubungan untuk mendapatkan loan (pinjaman). Sehingga diharapkan bisa menarik minat dari investor.
Baca Juga:&amp;nbsp; Ridwan Kamil Usul 5 Proyek Besar, Kawasan Metropolitan Rebana hingga Jabar Selatan 
 
&amp;ldquo;Untuk itu, bisa lebih menarik bagi investor untuk bisa melaksanakan proyek ini secara KPBU,&quot; ujarnya dalam acara Market Sounding, Kamis (6/5/2021).
Basuki menambahkan, diharapkan lelang tol akses Patimban ini bisa segera dilakukan. Sehingga pembangunan bisa segera dilakukan pada 2022 mendatang.
&amp;ldquo;Kalau nanti tendernya bulan depan akan segera kita bisa lakukan, dan bisa segera dilaksanakan nanti mudah-mudahan tahun 2022 akan sudah bisa dilakukan konstruksi fisiknya,&quot; jelasnya.Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR  Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan, ada perubahan pada penyiapan  kerjasama. Jalan tol ini nantinya akan dibangun sepanjang 37,05  kilometer (km).
Eko menambahkan, target pelelangan jalan tol ini akan dilakukan  Kuartal II tahun ini. Tol Akses Pelabuhan Patimban menelan angka   investasi sebesar Rp4,32 triliun.
Jalan tol akses Patimban ini dirancang untuk mendukung pengiriman  logistik. Dengan adanyan jalan tol ini diharapkan aktivitas ekspor yang  bersumber dari kawasan industri di sekitar Cikarang-Cibitung-Karawang  hingga Cikampek menuju Pelabuhan Patimban.
&amp;ldquo;Jalan Tol akses Patimban 37,05 Km dan nilai investasi 4,32 Triliun. Serta target pelelangan di kuartal II-2021,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
