<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Naik 11,6%, Bank Mega Kantongi Laba Bersih Rp747 Miliar di Kuartal I-2021</title><description>PT Bank Mega Tbk mencetak laba bersih pada kuartal I 2021 sebesar Rp747 miliar, tumbuh 11,6% (yoy).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/07/278/2407207/naik-11-6-bank-mega-kantongi-laba-bersih-rp747-miliar-di-kuartal-i-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/07/278/2407207/naik-11-6-bank-mega-kantongi-laba-bersih-rp747-miliar-di-kuartal-i-2021"/><item><title>Naik 11,6%, Bank Mega Kantongi Laba Bersih Rp747 Miliar di Kuartal I-2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/07/278/2407207/naik-11-6-bank-mega-kantongi-laba-bersih-rp747-miliar-di-kuartal-i-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/07/278/2407207/naik-11-6-bank-mega-kantongi-laba-bersih-rp747-miliar-di-kuartal-i-2021</guid><pubDate>Jum'at 07 Mei 2021 15:06 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/07/278/2407207/naik-11-6-bank-mega-kantongi-laba-bersih-rp747-miliar-di-kuartal-i-2021-OEo75Dqrgt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Saham Harga Gabungan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/07/278/2407207/naik-11-6-bank-mega-kantongi-laba-bersih-rp747-miliar-di-kuartal-i-2021-OEo75Dqrgt.jpg</image><title>Indeks Saham Harga Gabungan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Mega Tbk mencetak laba bersih pada kuartal I 2021 sebesar Rp747 miliar, tumbuh 11,6% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp669 miliar.
Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib mengatakan pertumbuhan laba tersebut diperoleh dari pendapatan bunga bersih yang naik sebesar 17,8% (yoy) menjadi Rp1,2 triliun dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp989 miliar.
Baca Juga:&amp;nbsp; Ramai Pembobolan Rekening, Ini Cara Aman Menabung di Bank
 
&quot;Selain pendapatan bunga bersih, pendapatan laba Bank Mega juga disebabkan oleh keberhasilan kami dalam menurunkan biaya operasional sebesar 22,6% year on year menjadi Rp686 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp887 miliar,&quot; ujar Kostaman dilansir dari Antara, Jumat (7/5/2021).
Pada Maret 2021 total aset Bank Mega turun sebesar 0,5% (year to date/ytd) menjadi Rp111,6 triliun dari posisi akhir 2020 sebesar Rp112,2 triliun. Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) turun sebesar 0,9% (ytd) menjadi Rp78,5 triliun dari posisi akhir 2020 sebesar Rp79,2 triliun.
Baca Juga:&amp;nbsp; Bank Mega Kantongi Laba Rp1,6 Triliun
 
Secara komposisi rasio dana murah atau CASA Bank Mega pada Maret 2021 membaik menjadi 31% dibandingkan akhir 2020 sebesar 28%. Membaiknya rasio CASA tersebut ditopang oleh giro yang tumbuh sebesar 25,6% (ytd) menjadi Rp10,7 triliun triliun pada Maret 2021 dari posisi akhir 2020 sebesar Rp8,5 triliun.
Sementara penyaluran kredit tumbuh sebesar 1,6% menjadi Rp49,3 triliun dari posisi 2020 sebesar Rp48,5 triliun, ditopang kredit korporasi yang tumbuh 3,7%  menjadi Rp27,2 triliun pada Maret 2021.Kostaman menambahkan, keberhasilan inovasi digital dan otomasi  mendorong membaiknya rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan  Operasional (BOPO) menjadi 62,17% pada Maret 2021 atau membaik dari  posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar 69,71%.
Selain itu tercatat perbaikan rasio kecukupan modal (CAR) menjadi  26,6% dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar 24,7%. Kredit  bermasalah atau NPL membaik  Maret 2021 menjadi 1,3 dari posisi yang  sama tahun sebelumnya sebesar 1,55%.
Sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB), lanjut Kostaman, pada 2021  Bank Mega tetap optimistis untuk meningkatkan pertumbuhan bisnisnya  meskipun tahun ini masih penuh tantangan akibat pandemi COVID-19.
Laba bersih perseroan tahun ini ditargetkan mencapai Rp3,5 triliun  atau meningkat 16% dibandingkan 2020. Pertumbuhan kredit ditargetkan  sebesar 10% atau menjadi Rp53,1 triliun
Sementara itu pertumbuhan DPK ditargetkan sebesar 8% atau menjadi  Rp85,5 triliun. Sedangkan aset Bank Mega ditargetkan mencapai Rp118,7  triliun pada akhir 2021 atau meningkat 6% dibandingkan 2020.
&quot;Untuk mencapai tujuan tersebut, maka langkah-langkah strategis yang  akan ditempuh antara lain adalah bersinergi dengan perusahaan-perusahaan  dalam CT Corpora untuk meningkatkan volume usaha dan menciptakan  peluang usaha baru,&quot; ujar Kostaman.
Selain itu emiten berkode saham MEGA itu akan memanfaatkan ekosistem  dan sinergi tepat guna dalam menciptakan produk dan layanan baru yang  memberikan keuntungan bagi nasabah dan bank. Transformasi teknologi  informasi juga dilakukan untuk mendukung perkembangan bisnis ritel dan  perbankan digital, mitigasi risiko operasional, serta efisiensi biaya  operasional.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Mega Tbk mencetak laba bersih pada kuartal I 2021 sebesar Rp747 miliar, tumbuh 11,6% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp669 miliar.
Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib mengatakan pertumbuhan laba tersebut diperoleh dari pendapatan bunga bersih yang naik sebesar 17,8% (yoy) menjadi Rp1,2 triliun dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp989 miliar.
Baca Juga:&amp;nbsp; Ramai Pembobolan Rekening, Ini Cara Aman Menabung di Bank
 
&quot;Selain pendapatan bunga bersih, pendapatan laba Bank Mega juga disebabkan oleh keberhasilan kami dalam menurunkan biaya operasional sebesar 22,6% year on year menjadi Rp686 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp887 miliar,&quot; ujar Kostaman dilansir dari Antara, Jumat (7/5/2021).
Pada Maret 2021 total aset Bank Mega turun sebesar 0,5% (year to date/ytd) menjadi Rp111,6 triliun dari posisi akhir 2020 sebesar Rp112,2 triliun. Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) turun sebesar 0,9% (ytd) menjadi Rp78,5 triliun dari posisi akhir 2020 sebesar Rp79,2 triliun.
Baca Juga:&amp;nbsp; Bank Mega Kantongi Laba Rp1,6 Triliun
 
Secara komposisi rasio dana murah atau CASA Bank Mega pada Maret 2021 membaik menjadi 31% dibandingkan akhir 2020 sebesar 28%. Membaiknya rasio CASA tersebut ditopang oleh giro yang tumbuh sebesar 25,6% (ytd) menjadi Rp10,7 triliun triliun pada Maret 2021 dari posisi akhir 2020 sebesar Rp8,5 triliun.
Sementara penyaluran kredit tumbuh sebesar 1,6% menjadi Rp49,3 triliun dari posisi 2020 sebesar Rp48,5 triliun, ditopang kredit korporasi yang tumbuh 3,7%  menjadi Rp27,2 triliun pada Maret 2021.Kostaman menambahkan, keberhasilan inovasi digital dan otomasi  mendorong membaiknya rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan  Operasional (BOPO) menjadi 62,17% pada Maret 2021 atau membaik dari  posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar 69,71%.
Selain itu tercatat perbaikan rasio kecukupan modal (CAR) menjadi  26,6% dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar 24,7%. Kredit  bermasalah atau NPL membaik  Maret 2021 menjadi 1,3 dari posisi yang  sama tahun sebelumnya sebesar 1,55%.
Sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB), lanjut Kostaman, pada 2021  Bank Mega tetap optimistis untuk meningkatkan pertumbuhan bisnisnya  meskipun tahun ini masih penuh tantangan akibat pandemi COVID-19.
Laba bersih perseroan tahun ini ditargetkan mencapai Rp3,5 triliun  atau meningkat 16% dibandingkan 2020. Pertumbuhan kredit ditargetkan  sebesar 10% atau menjadi Rp53,1 triliun
Sementara itu pertumbuhan DPK ditargetkan sebesar 8% atau menjadi  Rp85,5 triliun. Sedangkan aset Bank Mega ditargetkan mencapai Rp118,7  triliun pada akhir 2021 atau meningkat 6% dibandingkan 2020.
&quot;Untuk mencapai tujuan tersebut, maka langkah-langkah strategis yang  akan ditempuh antara lain adalah bersinergi dengan perusahaan-perusahaan  dalam CT Corpora untuk meningkatkan volume usaha dan menciptakan  peluang usaha baru,&quot; ujar Kostaman.
Selain itu emiten berkode saham MEGA itu akan memanfaatkan ekosistem  dan sinergi tepat guna dalam menciptakan produk dan layanan baru yang  memberikan keuntungan bagi nasabah dan bank. Transformasi teknologi  informasi juga dilakukan untuk mendukung perkembangan bisnis ritel dan  perbankan digital, mitigasi risiko operasional, serta efisiensi biaya  operasional.</content:encoded></item></channel></rss>
