<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Transaksi Minim Jelang Lebaran, Lemahnya IHSG Hanya Sementara</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada penutupan perdagangan sesi terakhir hari ini (Jumat, 7/5/2021)&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/07/278/2407298/transaksi-minim-jelang-lebaran-lemahnya-ihsg-hanya-sementara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/07/278/2407298/transaksi-minim-jelang-lebaran-lemahnya-ihsg-hanya-sementara"/><item><title>Transaksi Minim Jelang Lebaran, Lemahnya IHSG Hanya Sementara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/07/278/2407298/transaksi-minim-jelang-lebaran-lemahnya-ihsg-hanya-sementara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/07/278/2407298/transaksi-minim-jelang-lebaran-lemahnya-ihsg-hanya-sementara</guid><pubDate>Jum'at 07 Mei 2021 17:23 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/07/278/2407298/transaksi-minim-jelang-lebaran-lemahnya-ihsg-hanya-sementara-yzbn5oCCKy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/07/278/2407298/transaksi-minim-jelang-lebaran-lemahnya-ihsg-hanya-sementara-yzbn5oCCKy.jpg</image><title>Saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona  merah pada penutupan perdagangan sesi terakhir hari ini (Jumat,  7/5/2021). IHSG ditutup turun 0,7% ke level 5.928.

Branch Manager Jasa Utama Capital Sekuritas Batam Chris Apriliony  menilai, pelemahan IHSG dalam beberapa waktu belakangan ini hanya  sementara.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 'Hilal' Tren Positif IHSG Belum Terlihat, Selektif Dalam Memilih Saham
&amp;ldquo;Sebenarnya kalau kita lihat kondisi ekonomi cukup bagus, data  ekonomi, cadangan devisa (cadev) bahkan mencetak rekor tertinggi  sepanjang sejarah. Di sisi lain, Rupiah juga kembali menguat di  14.200-an,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara 2ND Session Closing Market IDX Channel,  Jumat (7/5/2021).

Menurut Chris, menjelang lebaran transaksi memang cenderung lebih  sedikit dan juga ditambah dengan adanya profit taking. Sehingga, kondisi  ini berdampak pada pelemahan IHSG.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Research Corner MNC Sekuritas: Mengenal Sell in May and Go Away, Mitos atau Fakta?
&amp;ldquo;Beberapa tahun belakangan setiap kali menjelang lebaran, transaksi  kita memang di bursa itu cukup turun. Lalu, pergerakan IHSG karena  volatilitas yang cenderung lebih kecil, likuiditasnya cenderung lebih  kecil karena transaksinya semakin kecil. Jadi, ketika aksi profit taking  itu juga akan menggerakan IHSG,&amp;rdquo; jelas dia.Lanjutnya, karena IHSG di-drive oleh saham-saham big caps dan pada  saat ini terlihat bahwa saham-saham big caps masih cenderung turun.  Sehingga, hal tersebut juga berpengaruh terhadap pelemahan IHSG.

&amp;ldquo;Belakangan ini saham-saham perbankan terutama seperti bank-bank  besar, itu yang cenderung menjadi penurunan terhadap IHSG. Serta,  ditambah juga sektor consumer yang terus mengalami penurunan. Hal itu  juga berpengaruh dalam pergerakan IHSG belakangan ini,&amp;rdquo; terang Chris.

Sementara itu pada penutupan sesi perdagangan hari ini, sejumlah  pelemahan juga terjadi di beberapa indeks lainnya. MNC36 turun 0,92  persen ditutup di level 299.493, JII turun 0,56 persen ditutup di level  570.270, dan LQ45 turun 0,93 persen dan ditutup di level 880.724.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona  merah pada penutupan perdagangan sesi terakhir hari ini (Jumat,  7/5/2021). IHSG ditutup turun 0,7% ke level 5.928.

Branch Manager Jasa Utama Capital Sekuritas Batam Chris Apriliony  menilai, pelemahan IHSG dalam beberapa waktu belakangan ini hanya  sementara.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 'Hilal' Tren Positif IHSG Belum Terlihat, Selektif Dalam Memilih Saham
&amp;ldquo;Sebenarnya kalau kita lihat kondisi ekonomi cukup bagus, data  ekonomi, cadangan devisa (cadev) bahkan mencetak rekor tertinggi  sepanjang sejarah. Di sisi lain, Rupiah juga kembali menguat di  14.200-an,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara 2ND Session Closing Market IDX Channel,  Jumat (7/5/2021).

Menurut Chris, menjelang lebaran transaksi memang cenderung lebih  sedikit dan juga ditambah dengan adanya profit taking. Sehingga, kondisi  ini berdampak pada pelemahan IHSG.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Research Corner MNC Sekuritas: Mengenal Sell in May and Go Away, Mitos atau Fakta?
&amp;ldquo;Beberapa tahun belakangan setiap kali menjelang lebaran, transaksi  kita memang di bursa itu cukup turun. Lalu, pergerakan IHSG karena  volatilitas yang cenderung lebih kecil, likuiditasnya cenderung lebih  kecil karena transaksinya semakin kecil. Jadi, ketika aksi profit taking  itu juga akan menggerakan IHSG,&amp;rdquo; jelas dia.Lanjutnya, karena IHSG di-drive oleh saham-saham big caps dan pada  saat ini terlihat bahwa saham-saham big caps masih cenderung turun.  Sehingga, hal tersebut juga berpengaruh terhadap pelemahan IHSG.

&amp;ldquo;Belakangan ini saham-saham perbankan terutama seperti bank-bank  besar, itu yang cenderung menjadi penurunan terhadap IHSG. Serta,  ditambah juga sektor consumer yang terus mengalami penurunan. Hal itu  juga berpengaruh dalam pergerakan IHSG belakangan ini,&amp;rdquo; terang Chris.

Sementara itu pada penutupan sesi perdagangan hari ini, sejumlah  pelemahan juga terjadi di beberapa indeks lainnya. MNC36 turun 0,92  persen ditutup di level 299.493, JII turun 0,56 persen ditutup di level  570.270, dan LQ45 turun 0,93 persen dan ditutup di level 880.724.</content:encoded></item></channel></rss>
