<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wakaf Pilar Ekonomi Islam sejak Zaman Rasullah SAW, Gubernur BI: Investasi Akhirat</title><description>Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan transformasi  wakaf yang lebih digital digunakan untuk memajukan kesejahteraan umat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/07/320/2407157/wakaf-pilar-ekonomi-islam-sejak-zaman-rasullah-saw-gubernur-bi-investasi-akhirat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/07/320/2407157/wakaf-pilar-ekonomi-islam-sejak-zaman-rasullah-saw-gubernur-bi-investasi-akhirat"/><item><title>Wakaf Pilar Ekonomi Islam sejak Zaman Rasullah SAW, Gubernur BI: Investasi Akhirat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/07/320/2407157/wakaf-pilar-ekonomi-islam-sejak-zaman-rasullah-saw-gubernur-bi-investasi-akhirat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/07/320/2407157/wakaf-pilar-ekonomi-islam-sejak-zaman-rasullah-saw-gubernur-bi-investasi-akhirat</guid><pubDate>Jum'at 07 Mei 2021 14:09 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/07/320/2407157/wakaf-pilar-ekonomi-islam-sejak-zaman-rasullah-saw-gubernur-bi-investasi-akhirat-mIOXmw9rmh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/07/320/2407157/wakaf-pilar-ekonomi-islam-sejak-zaman-rasullah-saw-gubernur-bi-investasi-akhirat-mIOXmw9rmh.jpg</image><title>Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyampaikan transformasi wakaf yang lebih digital digunakan untuk memajukan kesejahteraan umat. Menurut nya, Rasulullah SAW juga menetapkan wakaf menjadi salah satu pilar ekonomi dan memajukan syiar Islam.

&quot;Masjid Nabawi dilakukan dengan konsep waqaf, para sahabat pun berlomba-lomba melakukan wakaf untuk memajukan kesejahteraan umat, pembangunan ekonomi dan peradaban Islam,&quot;kata Perry dalam Webinar Nasional Wakaf Produktif pada Jumat,(07/05/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Wapres: Manfaatkan Teknologi untuk Pengelolaan Wakaf
Bank Indonesia sendiri telah memobilisasi wakaf produktif dan terus mengupayakan edukasi dan literasi terutama mensukseskan wakaf uang terkait Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) yang menjadi bagian dari transformasi wakaf.

&quot;Bank Indonesia terus memobilisasi wakaf produktif  yakni proyek investasi akhirat yang berbasis keagamaan BI religi selama tiga tahun. Pada bulan ramadhan ini sebanyak Rp.980 juta digunakan untuk lima proyek investasi akhirat diantaranya pembangunan masjid di Mamuju, Ketahanan Pangan di Sukabumi, Green wakaf di Pesantren Investa Cendekia Amanah Alhamdulillah dikelola oleh KH Cholil Nafis,&quot;kata Perry.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Singgung Kepercayaan Publik, Wapres Ungkap Tantangan Pengembangan Wakaf
Ia turut menyampaikan langkah penting waqaf menjadi pilar bagi umat Islam yaitu pertama merancang dan mendesain proyek untuk wakaf yang nantinya digunakan untuk pertanian, perkantoran bahkan perhotelan.Kedua membuat struktur pembiayaan. Ketiga menyesuaikan terhadap  syariah dari fiqih maupun akadnya agar dapat dirumuskan sesuai dengan  proyek yang integratif dan terakhir melakukan digitalisasi dalam  berwakaf.

&quot;Digitalisasi menjadi sangat penting karena mudah dan cepat bagi  masyarakat untuk berwakaf. Sehingga dengan adanya QRIS itu juga  mempermudah kami untuk terus mengkampanyekan dan memobilisasi wakaf  ini,&quot;ujar Perry.</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyampaikan transformasi wakaf yang lebih digital digunakan untuk memajukan kesejahteraan umat. Menurut nya, Rasulullah SAW juga menetapkan wakaf menjadi salah satu pilar ekonomi dan memajukan syiar Islam.

&quot;Masjid Nabawi dilakukan dengan konsep waqaf, para sahabat pun berlomba-lomba melakukan wakaf untuk memajukan kesejahteraan umat, pembangunan ekonomi dan peradaban Islam,&quot;kata Perry dalam Webinar Nasional Wakaf Produktif pada Jumat,(07/05/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Wapres: Manfaatkan Teknologi untuk Pengelolaan Wakaf
Bank Indonesia sendiri telah memobilisasi wakaf produktif dan terus mengupayakan edukasi dan literasi terutama mensukseskan wakaf uang terkait Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) yang menjadi bagian dari transformasi wakaf.

&quot;Bank Indonesia terus memobilisasi wakaf produktif  yakni proyek investasi akhirat yang berbasis keagamaan BI religi selama tiga tahun. Pada bulan ramadhan ini sebanyak Rp.980 juta digunakan untuk lima proyek investasi akhirat diantaranya pembangunan masjid di Mamuju, Ketahanan Pangan di Sukabumi, Green wakaf di Pesantren Investa Cendekia Amanah Alhamdulillah dikelola oleh KH Cholil Nafis,&quot;kata Perry.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Singgung Kepercayaan Publik, Wapres Ungkap Tantangan Pengembangan Wakaf
Ia turut menyampaikan langkah penting waqaf menjadi pilar bagi umat Islam yaitu pertama merancang dan mendesain proyek untuk wakaf yang nantinya digunakan untuk pertanian, perkantoran bahkan perhotelan.Kedua membuat struktur pembiayaan. Ketiga menyesuaikan terhadap  syariah dari fiqih maupun akadnya agar dapat dirumuskan sesuai dengan  proyek yang integratif dan terakhir melakukan digitalisasi dalam  berwakaf.

&quot;Digitalisasi menjadi sangat penting karena mudah dan cepat bagi  masyarakat untuk berwakaf. Sehingga dengan adanya QRIS itu juga  mempermudah kami untuk terus mengkampanyekan dan memobilisasi wakaf  ini,&quot;ujar Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
