<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Lebaran Diprediksi 0,15% Gegara Harga Daging hingga Emas</title><description>Perkembangan harga pada minggu I Mei 2021 diperkirakan inflasi sebesar 0,15% (mtm).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/07/320/2407349/inflasi-lebaran-diprediksi-0-15-gegara-harga-daging-hingga-emas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/07/320/2407349/inflasi-lebaran-diprediksi-0-15-gegara-harga-daging-hingga-emas"/><item><title>Inflasi Lebaran Diprediksi 0,15% Gegara Harga Daging hingga Emas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/07/320/2407349/inflasi-lebaran-diprediksi-0-15-gegara-harga-daging-hingga-emas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/07/320/2407349/inflasi-lebaran-diprediksi-0-15-gegara-harga-daging-hingga-emas</guid><pubDate>Jum'at 07 Mei 2021 18:46 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/07/320/2407349/inflasi-lebaran-diprediksi-0-15-gegara-harga-daging-hingga-emas-gKp84Eh2fo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/07/320/2407349/inflasi-lebaran-diprediksi-0-15-gegara-harga-daging-hingga-emas-gKp84Eh2fo.jpg</image><title>Inflasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu I Mei 2021, perkembangan harga pada minggu I Mei 2021 diperkirakan inflasi sebesar 0,15% (mtm).

Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Mei 2021 secara tahun kalender sebesar 0,73% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,51% (yoy).

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan penyumbang utama inflasi Mei 2021 sampai dengan minggu pertama yaitu komoditas angkutan antar kota sebesar 0,11% (mtm), daging ayam ras sebesar 0,03% (mtm), jeruk dan daging sapi masing-masing sebesar 0,02% (mtm), minyak goreng, emas perhiasan dan angkutan udara masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

&quot;Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain cabai merah sebesar -0,06% (mtm), cabai rawit sebesar -0,05% (mtm), bawang merah dan telur ayam ras masing-masing sebesar -0,01% (mtm),&quot; kata Erwin di Jakarta, Jumat (7/5/2021).


Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.</description><content:encoded>JAKARTA - Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu I Mei 2021, perkembangan harga pada minggu I Mei 2021 diperkirakan inflasi sebesar 0,15% (mtm).

Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Mei 2021 secara tahun kalender sebesar 0,73% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,51% (yoy).

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan penyumbang utama inflasi Mei 2021 sampai dengan minggu pertama yaitu komoditas angkutan antar kota sebesar 0,11% (mtm), daging ayam ras sebesar 0,03% (mtm), jeruk dan daging sapi masing-masing sebesar 0,02% (mtm), minyak goreng, emas perhiasan dan angkutan udara masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

&quot;Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain cabai merah sebesar -0,06% (mtm), cabai rawit sebesar -0,05% (mtm), bawang merah dan telur ayam ras masing-masing sebesar -0,01% (mtm),&quot; kata Erwin di Jakarta, Jumat (7/5/2021).


Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.</content:encoded></item></channel></rss>
