<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>7 Fakta IPO BUMN, Investor Bisa Borong Saham</title><description>Erick Thohir diketahui akan melakukan go public atau Initial Public Offering (IPO) perusahaan BUMN secara bertahap.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/08/278/2407407/7-fakta-ipo-bumn-investor-bisa-borong-saham</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/08/278/2407407/7-fakta-ipo-bumn-investor-bisa-borong-saham"/><item><title>7 Fakta IPO BUMN, Investor Bisa Borong Saham</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/08/278/2407407/7-fakta-ipo-bumn-investor-bisa-borong-saham</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/08/278/2407407/7-fakta-ipo-bumn-investor-bisa-borong-saham</guid><pubDate>Sabtu 08 Mei 2021 06:45 WIB</pubDate><dc:creator>Fariza Rizky Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/07/278/2407407/7-fakta-ipo-bumn-investor-bisa-borong-saham-HEQnSOkFCd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IPO (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/07/278/2407407/7-fakta-ipo-bumn-investor-bisa-borong-saham-HEQnSOkFCd.jpg</image><title>IPO (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir diketahui akan melakukan go public atau Initial Public Offering (IPO) perusahaan BUMN secara bertahap. Setidaknya, hingga 2023 akan ada 14-15 perseroan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dia menyebut, persaingan bisnis dengan basis digitalisasi yang kian terbuka menjadi kesempatan bagi BUMN untuk menampakkan sayap bisnis di kanca internasional.
&quot;Kita punya keinginan meng-go public-kan 10 sampai 15 BUMN yang supaya bisa fight di competition secara terbuka. Karena suka tidak suka, ini eranya semakin terbuka dengan adanya digitalisasi sudah tidak bisa dibendung,&quot; ujar Erick, dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat dikutip, Jumat (30/4/2021).
Ada beberapa fakta menarik mengenai isu IPO BUMN, berikut rangkuman Okezone, Sabtu (8/5/2021).
Baca Juga: Ini Profil BUMN Pertanian dan Pertambangan yang Bakal IPO
 
1. BUMN yang akan IPO datang dari berbagai klaster, dari kesehatan hingga pertambangan
Dalam arsip pemberitaan MNC Portal Indonesia, Kementerian BUMN akan membawa 14 perusahaan pelat merah go public. Ke-14 perseroan tersebut terdiri dari BUMN dan anak usahanya dari sejumlah klaster.
Tercatat ada lima anak usaha PT Pertamina (Persero) yang akan melakukan Initial Public Offering. Sementara PT Telkom Indonesia (Persero) akan mencatatkan saham dua anak usahanya.
Di klaster kesehatan, ada Induk Holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero) juga akan melantai di pasar perdana Indonesia. Kemudian Indonesia Healthcare Corporation (IHC) atau PT Pertamina Bina Medika (Persero).
Tak hanya itu, ada BUMN sektor perbankan, pertanian, dan pertambangan. &quot;Rencana IPO BUMN dan anak usaha,&quot; tulis dokumen Kementerian BUMN.
Baca Juga: Intip Potensi Cuan IPO 14 BUMN, Simak Instagram Live MNC Sekuritas Pukul 16.30 Ini!
 
2. IPO akan dilakukan secara bertahap, ini rincian perusahaannya
Go public akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2024 dan pada tahun 2021, Kementerian BUMN menargetkan IPO terhadap Mitratel dan Pertamina Geothermal Energy (PGE). Sebelum IPO, PGE akan merger dengan perusahaan-perusahaan geothermal lainnya, yang saat ini dimiliki PLN dan Geo Dipa.
Ke-14 BUMN itu adalah Pertamina International Shipping, Pertamina Geothermal Energy (PGE), Pertamina Hulu, Pembangkit Listrik Tenaga Uap, Pertamina Hilir, Indonesia Healthcare Corporation, dan Bio Farma Vaksin. Selanjutnya, EDC and Payment Gateway Himbara, Pupuk Kalimantan Timur, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), Telkom Data Center, Inalum Operating, MIND ID, dan Logam Mulia.3. PIS baru diresmikan, namun dijadwalkan IPO tahun ini
Erick Thohir meresmikan subholding pertama PT Pertamina (Persero), PT  Pertamina International Shipping (PIS). Subholding sendiri dipastikan  akan melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering  (IPO) pada 2021.
Menteri BUMN Erick Thohir memastikan, PIS akan melantai ke Bursa Efek  Indonesia (BEI) pada tahun ini. Meski begitu, dia enggan membeberkan  waktu pasti IPO. Pemegang saham juga menilai peresmian PIS menjadi  langkah awal bagi PIS untuk terus memperkuat posisinya di industri  energi dari sisi marine dan logistik.
4. Ini profil perusahaan dari sektor pertanian dan pertambangan akan IPO
 
Untuk sektor pertambangan, terdapat tiga perusahaan atau anak usaha  BUMN yakni PT MIND ID (Persero), PT Logam Mulia (Persero) dan PT Inalum  Operating (Persero). Kemudian, terdapat satu perusahaan BUMN di sektor  pertanian, yaitu PT Pupuk Kalimantan Timur (Persero) atau Pupuk Kaltim
- MIND ID
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), atau Inalum, resmi menjadi  Holding BUMN Industri Pertambangan dengan nama Mining Industry Indonesia  (MIND ID). MIND ID menguasai saham milik pemerintah Indonesia di PT  Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Freeport  Indonesia.
- Logam Mulia
Logam Mulia adalah anak perusahaan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam  yang bergerak di bidang pertambangan dengan integrasi vertikal, mulai  dari eksplorasi, penambangan, pemurnian, manufaktur dan perdagangan  logam mulia.
- Inalum Operating (data tidak ditemukan)
- Pupuk Kalimantan Timur
Pupuk Kaltim merupakan anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero).  Perseroan menjalankan kegiatan usahanya sesuai dengan Anggaran Dasar  yang telah ditetapkan. Adapun kegiatan usaha Perusahaan menurut Anggaran  Dasar No. 25 tanggal 30 Agustus 2019 pasal 3 adalah industri  manufaktur, perdagangan dan jasa.
5. Kadin: Keputusan yang tepat untuk IPO BUMN
 
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang  Pengembangan Pengusaha Nasional, Arsjad Rasjid, mengungkapkan bahwa  keputusan untuk memperdagangkan saham ke-14 BUMN itu di Bursa Efek  Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa pemerintah membuka peluang bagi  masyarakat untuk memiliki saham perusahaan-perusahaan BUMN.
Selain itu, lanjutnya, dampak dari go public, perusahaan BUMN akan  memiliki ekuitas optimal sehingga akan terus berupaya meningkatkan  kinerjanya agar dapat menciptakan value added.6. BPP HIPMI dukung kebijakan IPO BUMN
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia   (BPP HIPMI) Mardani H Maming mendukung langkah Menteri BUMN Erick Thohir   dalam melakukan penawaran umum saham perdana BUMN ke publik atau IPO   sebanyak 14 perusahaan.
Menurutnya, seluruh sektor dan perusahaan pelat merah yang akan   melakukan IPO berpotensi meningkatkan kapitalisasi pasar di Bursa Efek   Indonesia (BEI) dan meningkatkan value perusahaan BUMN itu sendiri.
 
7. BUMN yang sudah IPO akan bentuk holding ultra mikro, BNI jadi bank internasional
BUMN yang sudah go public, seperti PT Bank Mandiri Tbk akan fokus   pada kredit korporasi, PT Bank Tabungan Negara Tbk ke mortgage, dan PT   Bank Rakyat Indonesia Tbk akan bersinergi dengan PT Pegadaian dan PT   Penyertaan Nasional Madani (PNM) untuk membentuk holding ultra mikro.
Selanjutnya, PT Bank Negara Indonesia Tbk akan dijadikan bank   internasional agar dapat pendanaan murah. BNI juga sudah memiliki   footprint di sejumlah negara, seperti Jepang, Amerika Serikat, dan   Eropa.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir diketahui akan melakukan go public atau Initial Public Offering (IPO) perusahaan BUMN secara bertahap. Setidaknya, hingga 2023 akan ada 14-15 perseroan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dia menyebut, persaingan bisnis dengan basis digitalisasi yang kian terbuka menjadi kesempatan bagi BUMN untuk menampakkan sayap bisnis di kanca internasional.
&quot;Kita punya keinginan meng-go public-kan 10 sampai 15 BUMN yang supaya bisa fight di competition secara terbuka. Karena suka tidak suka, ini eranya semakin terbuka dengan adanya digitalisasi sudah tidak bisa dibendung,&quot; ujar Erick, dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat dikutip, Jumat (30/4/2021).
Ada beberapa fakta menarik mengenai isu IPO BUMN, berikut rangkuman Okezone, Sabtu (8/5/2021).
Baca Juga: Ini Profil BUMN Pertanian dan Pertambangan yang Bakal IPO
 
1. BUMN yang akan IPO datang dari berbagai klaster, dari kesehatan hingga pertambangan
Dalam arsip pemberitaan MNC Portal Indonesia, Kementerian BUMN akan membawa 14 perusahaan pelat merah go public. Ke-14 perseroan tersebut terdiri dari BUMN dan anak usahanya dari sejumlah klaster.
Tercatat ada lima anak usaha PT Pertamina (Persero) yang akan melakukan Initial Public Offering. Sementara PT Telkom Indonesia (Persero) akan mencatatkan saham dua anak usahanya.
Di klaster kesehatan, ada Induk Holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero) juga akan melantai di pasar perdana Indonesia. Kemudian Indonesia Healthcare Corporation (IHC) atau PT Pertamina Bina Medika (Persero).
Tak hanya itu, ada BUMN sektor perbankan, pertanian, dan pertambangan. &quot;Rencana IPO BUMN dan anak usaha,&quot; tulis dokumen Kementerian BUMN.
Baca Juga: Intip Potensi Cuan IPO 14 BUMN, Simak Instagram Live MNC Sekuritas Pukul 16.30 Ini!
 
2. IPO akan dilakukan secara bertahap, ini rincian perusahaannya
Go public akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2024 dan pada tahun 2021, Kementerian BUMN menargetkan IPO terhadap Mitratel dan Pertamina Geothermal Energy (PGE). Sebelum IPO, PGE akan merger dengan perusahaan-perusahaan geothermal lainnya, yang saat ini dimiliki PLN dan Geo Dipa.
Ke-14 BUMN itu adalah Pertamina International Shipping, Pertamina Geothermal Energy (PGE), Pertamina Hulu, Pembangkit Listrik Tenaga Uap, Pertamina Hilir, Indonesia Healthcare Corporation, dan Bio Farma Vaksin. Selanjutnya, EDC and Payment Gateway Himbara, Pupuk Kalimantan Timur, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), Telkom Data Center, Inalum Operating, MIND ID, dan Logam Mulia.3. PIS baru diresmikan, namun dijadwalkan IPO tahun ini
Erick Thohir meresmikan subholding pertama PT Pertamina (Persero), PT  Pertamina International Shipping (PIS). Subholding sendiri dipastikan  akan melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering  (IPO) pada 2021.
Menteri BUMN Erick Thohir memastikan, PIS akan melantai ke Bursa Efek  Indonesia (BEI) pada tahun ini. Meski begitu, dia enggan membeberkan  waktu pasti IPO. Pemegang saham juga menilai peresmian PIS menjadi  langkah awal bagi PIS untuk terus memperkuat posisinya di industri  energi dari sisi marine dan logistik.
4. Ini profil perusahaan dari sektor pertanian dan pertambangan akan IPO
 
Untuk sektor pertambangan, terdapat tiga perusahaan atau anak usaha  BUMN yakni PT MIND ID (Persero), PT Logam Mulia (Persero) dan PT Inalum  Operating (Persero). Kemudian, terdapat satu perusahaan BUMN di sektor  pertanian, yaitu PT Pupuk Kalimantan Timur (Persero) atau Pupuk Kaltim
- MIND ID
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), atau Inalum, resmi menjadi  Holding BUMN Industri Pertambangan dengan nama Mining Industry Indonesia  (MIND ID). MIND ID menguasai saham milik pemerintah Indonesia di PT  Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Freeport  Indonesia.
- Logam Mulia
Logam Mulia adalah anak perusahaan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam  yang bergerak di bidang pertambangan dengan integrasi vertikal, mulai  dari eksplorasi, penambangan, pemurnian, manufaktur dan perdagangan  logam mulia.
- Inalum Operating (data tidak ditemukan)
- Pupuk Kalimantan Timur
Pupuk Kaltim merupakan anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero).  Perseroan menjalankan kegiatan usahanya sesuai dengan Anggaran Dasar  yang telah ditetapkan. Adapun kegiatan usaha Perusahaan menurut Anggaran  Dasar No. 25 tanggal 30 Agustus 2019 pasal 3 adalah industri  manufaktur, perdagangan dan jasa.
5. Kadin: Keputusan yang tepat untuk IPO BUMN
 
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang  Pengembangan Pengusaha Nasional, Arsjad Rasjid, mengungkapkan bahwa  keputusan untuk memperdagangkan saham ke-14 BUMN itu di Bursa Efek  Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa pemerintah membuka peluang bagi  masyarakat untuk memiliki saham perusahaan-perusahaan BUMN.
Selain itu, lanjutnya, dampak dari go public, perusahaan BUMN akan  memiliki ekuitas optimal sehingga akan terus berupaya meningkatkan  kinerjanya agar dapat menciptakan value added.6. BPP HIPMI dukung kebijakan IPO BUMN
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia   (BPP HIPMI) Mardani H Maming mendukung langkah Menteri BUMN Erick Thohir   dalam melakukan penawaran umum saham perdana BUMN ke publik atau IPO   sebanyak 14 perusahaan.
Menurutnya, seluruh sektor dan perusahaan pelat merah yang akan   melakukan IPO berpotensi meningkatkan kapitalisasi pasar di Bursa Efek   Indonesia (BEI) dan meningkatkan value perusahaan BUMN itu sendiri.
 
7. BUMN yang sudah IPO akan bentuk holding ultra mikro, BNI jadi bank internasional
BUMN yang sudah go public, seperti PT Bank Mandiri Tbk akan fokus   pada kredit korporasi, PT Bank Tabungan Negara Tbk ke mortgage, dan PT   Bank Rakyat Indonesia Tbk akan bersinergi dengan PT Pegadaian dan PT   Penyertaan Nasional Madani (PNM) untuk membentuk holding ultra mikro.
Selanjutnya, PT Bank Negara Indonesia Tbk akan dijadikan bank   internasional agar dapat pendanaan murah. BNI juga sudah memiliki   footprint di sejumlah negara, seperti Jepang, Amerika Serikat, dan   Eropa.</content:encoded></item></channel></rss>
