<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mau Mulai Bisnis Fotografi, Begini Caranya</title><description>Bisnis jasa fotografi selalu memiliki pangsa pasar dari waktu ke waktu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/09/455/2407337/mau-mulai-bisnis-fotografi-begini-caranya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/09/455/2407337/mau-mulai-bisnis-fotografi-begini-caranya"/><item><title>Mau Mulai Bisnis Fotografi, Begini Caranya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/09/455/2407337/mau-mulai-bisnis-fotografi-begini-caranya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/09/455/2407337/mau-mulai-bisnis-fotografi-begini-caranya</guid><pubDate>Minggu 09 Mei 2021 21:09 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/07/455/2407337/mau-mulai-bisnis-fotografi-begini-caranya-CC1jLKouIJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fotografi (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/07/455/2407337/mau-mulai-bisnis-fotografi-begini-caranya-CC1jLKouIJ.jpg</image><title>Fotografi (Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bisnis jasa fotografi selalu memiliki pangsa pasar dari waktu ke waktu. Meski sekarang smartphone sudah memungkinkan untuk mengambil foto melalui fitur kameranya, namun dalam situasi tertentu tetap membutuhkan jasa fotografi profesional.

Tak heran jika jasa dokumentasi baik fotografi maupun video menjadi bisnis yang menggiurkan karena momen-momen berharga tersebut takkan terulang lagi. Seperti dilansir dari The Balance Small Business,  berikut langkah-langkah membangun bisnis layanan fotografi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Anjuran Rasulullah Berlaku Adil Kepada Karyawan, Memberi Pekerjaan Sesuai Kompetensi dan Kemampuan
 
1. Tentukan jenis layanan fotografi
 
&amp;nbsp;
Bisnis dan individu membutuhkan fotografer karena berbagai alasan. Bisnis membutuhkan gambar produk mereka untuk brosur. Pihak Agen Rumah membutuhkan gambar rumah yang mereka jual. Majalah membutuhkan foto yang terkait dengan artikel yang mereka terbitkan. Atau bisa tetap menggunakan fotografi non-bisnis dan mengambil potret atau foto pernikahan.

 
2. Kembangkan rencana bisnis

Rencana bisnis menguraikan detail bisnis, termasuk layanan yang ditawarkan. Bagaimana bersaing dengan bisnis lain, proyeksi keuangan, dan strategi pemasaran. Ini saat yang tepat untuk menentukan struktur harga foto. Penetapan harga perlu memperhitungkan biaya peralatan, persediaan, dan perjalanan, serta waktu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pedoman Rasulullah dalam Berbisnis, Kejujuran Dapat Memunculkan Integritas Perusahaan
 
3. Buat nama bisnis

Nama yang diberikan pada bisnis akan menjadi citra merek. Maka itu, pilihlah nama yang sesuai dengan jenis fotografi yang ingin dilakukan. Jika ingin mengambil potret anak, dapat memiliki nama yang lucu, tetapi jika ingin melakukan fotografi bisnis atau pernikahan, pastikan nama yang terdengar profesional atau elegan.4. Siapkan peralatan yang dibutuhkan

Jika fotografi merupakan hobi, mungkin sudah memiliki banyak  peralatan yang dibutuhkan. Namun, harus mengecek apakah kualitasnya  cukup tinggi untuk menghasilkan foto yang bagus.  Selain kamera, juga  memerlukan lensa, flash, baterai, perangkat lunak pengedit foto, kertas  foto berkualitas, dan kemasan yang digunakan untuk mengirimkan foto ke  klien. Mungkin juga membutuhkan lampu dan layar untuk mengontrol  pencahayaan.

 
5. Buat materi pemasaran

Bersamaan dengan kartu nama dan brosur, buat juga situs web. Dapatkan  izin dari klient sebelum memposting foto mereka secara online. Kelola  juga akun media sosial, agar jaringan target pasar semakin luas.  Misalnya, jika melakukan foto pernikahan, unggah hasil foto di halaman  Pinterest.

 
6. Pemasaran

Kunci sukses dalam bisnis fotografi adalah pemasaran. Sebab tidak  dapat mengambil dan mendapatkan bayaran untuk foto jika tidak ada yang  memesan jasa. Bersama dengan kartu nama, brosur, dan situs web, gunakan  jaringan pribadi dan profesional untuk menyebarkan informasi tentang  bisnis. Hadiri pameran dagang dan acara yang disesuaikan dengan target  pasar. Misalnya, jika ingin melakukan fotografi pernikahan, hadiri acara  pernikahan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bisnis jasa fotografi selalu memiliki pangsa pasar dari waktu ke waktu. Meski sekarang smartphone sudah memungkinkan untuk mengambil foto melalui fitur kameranya, namun dalam situasi tertentu tetap membutuhkan jasa fotografi profesional.

Tak heran jika jasa dokumentasi baik fotografi maupun video menjadi bisnis yang menggiurkan karena momen-momen berharga tersebut takkan terulang lagi. Seperti dilansir dari The Balance Small Business,  berikut langkah-langkah membangun bisnis layanan fotografi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Anjuran Rasulullah Berlaku Adil Kepada Karyawan, Memberi Pekerjaan Sesuai Kompetensi dan Kemampuan
 
1. Tentukan jenis layanan fotografi
 
&amp;nbsp;
Bisnis dan individu membutuhkan fotografer karena berbagai alasan. Bisnis membutuhkan gambar produk mereka untuk brosur. Pihak Agen Rumah membutuhkan gambar rumah yang mereka jual. Majalah membutuhkan foto yang terkait dengan artikel yang mereka terbitkan. Atau bisa tetap menggunakan fotografi non-bisnis dan mengambil potret atau foto pernikahan.

 
2. Kembangkan rencana bisnis

Rencana bisnis menguraikan detail bisnis, termasuk layanan yang ditawarkan. Bagaimana bersaing dengan bisnis lain, proyeksi keuangan, dan strategi pemasaran. Ini saat yang tepat untuk menentukan struktur harga foto. Penetapan harga perlu memperhitungkan biaya peralatan, persediaan, dan perjalanan, serta waktu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pedoman Rasulullah dalam Berbisnis, Kejujuran Dapat Memunculkan Integritas Perusahaan
 
3. Buat nama bisnis

Nama yang diberikan pada bisnis akan menjadi citra merek. Maka itu, pilihlah nama yang sesuai dengan jenis fotografi yang ingin dilakukan. Jika ingin mengambil potret anak, dapat memiliki nama yang lucu, tetapi jika ingin melakukan fotografi bisnis atau pernikahan, pastikan nama yang terdengar profesional atau elegan.4. Siapkan peralatan yang dibutuhkan

Jika fotografi merupakan hobi, mungkin sudah memiliki banyak  peralatan yang dibutuhkan. Namun, harus mengecek apakah kualitasnya  cukup tinggi untuk menghasilkan foto yang bagus.  Selain kamera, juga  memerlukan lensa, flash, baterai, perangkat lunak pengedit foto, kertas  foto berkualitas, dan kemasan yang digunakan untuk mengirimkan foto ke  klien. Mungkin juga membutuhkan lampu dan layar untuk mengontrol  pencahayaan.

 
5. Buat materi pemasaran

Bersamaan dengan kartu nama dan brosur, buat juga situs web. Dapatkan  izin dari klient sebelum memposting foto mereka secara online. Kelola  juga akun media sosial, agar jaringan target pasar semakin luas.  Misalnya, jika melakukan foto pernikahan, unggah hasil foto di halaman  Pinterest.

 
6. Pemasaran

Kunci sukses dalam bisnis fotografi adalah pemasaran. Sebab tidak  dapat mengambil dan mendapatkan bayaran untuk foto jika tidak ada yang  memesan jasa. Bersama dengan kartu nama, brosur, dan situs web, gunakan  jaringan pribadi dan profesional untuk menyebarkan informasi tentang  bisnis. Hadiri pameran dagang dan acara yang disesuaikan dengan target  pasar. Misalnya, jika ingin melakukan fotografi pernikahan, hadiri acara  pernikahan.</content:encoded></item></channel></rss>
