<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengintip Peluang Ekonomi RI Tumbuh 7%</title><description>Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2021 lebih baik dari kuartal I-2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/10/320/2408416/mengintip-peluang-ekonomi-ri-tumbuh-7</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/10/320/2408416/mengintip-peluang-ekonomi-ri-tumbuh-7"/><item><title>Mengintip Peluang Ekonomi RI Tumbuh 7%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/10/320/2408416/mengintip-peluang-ekonomi-ri-tumbuh-7</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/10/320/2408416/mengintip-peluang-ekonomi-ri-tumbuh-7</guid><pubDate>Senin 10 Mei 2021 13:46 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/10/320/2408416/mengintip-peluang-ekonomi-ri-tumbuh-7-OyIhohrirX.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/10/320/2408416/mengintip-peluang-ekonomi-ri-tumbuh-7-OyIhohrirX.jpeg</image><title>Ekonomi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2021 lebih baik dari kuartal I-2021. Bahkan, Presiden Jokowi meminta agar pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 7%.

Dengan mencapai pertumbuhan ekonomi 7%, maka target pertumbuhan ekonomi 2021 yang mencapai 5% berpeluang masih bisa dicapai. Mengingat, pada kuartal I-2021, ekonomi Indonesia masih minus 0,74%.

Ekonom PT Pefindo Fikri C Permana mengatakan, ada sejumlah indikator perbaikan ekonomi pada kuartal II-2021. Dari sisi konsumsi masyarakat sudah jauh lebih baik dibandingkan tahun 2020 maupun di kuartal I/2021. Momentum Ramadan dan Idulfitri menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2021.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II Diramal Capai 7%, Apa Pemicunya?&amp;nbsp;
Dari sisi investasi, realisasi investasi sepanjang kuartal I-2021 mencapai Rp219,7 triliun atau tumbuh 4,3% dari periode yang sama tahun lalu sejumlah Rp210,7 triliun.

&quot;Tentunya kita harapkan dengan konsumsi yang sudah mulai positif, investasi di kuartal II-2021 juga akan lebih positif lagi,&quot; kata dia dalam Market Review IDX Channel, Senin (10/5/2021).

Fikri melanjutkan, aliran dana asing ke pasar Surat Utang Negara (SUN) Indonesia juga diprediksi akan berlanjut seiring dengan prospek pemulihan ekonomi. Di sisi lain, pengeluaran pemerintah pada kuartal II/2021 untuk pembayaran tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 juga akan mendorong belanja masyarakat.

&quot;Ditambah juga proyek-proyek yang sekarang sudah mulai didorong oleh pemerintah. Sementara kinerja ekspor sudah mulai positif atau surplus terhadap neraca perdagangan Indonesia,&quot; ujarnya.

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2021 juga tercatat sebesar USD138,8 miliar, naik dibandingkan akhir Maret 2021 yang sebesar USD137,1 miliar.

&quot;Artinya sudah tertinggi sepanjang sejarah. Tentunya ini akan jadi hal positif bagi nilai tukar rupiah kita. Nilai tukar rupiah akan terjaga dengan cadangan devisa yang juga ikut melimpah sekarang,&quot; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2021 lebih baik dari kuartal I-2021. Bahkan, Presiden Jokowi meminta agar pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 7%.

Dengan mencapai pertumbuhan ekonomi 7%, maka target pertumbuhan ekonomi 2021 yang mencapai 5% berpeluang masih bisa dicapai. Mengingat, pada kuartal I-2021, ekonomi Indonesia masih minus 0,74%.

Ekonom PT Pefindo Fikri C Permana mengatakan, ada sejumlah indikator perbaikan ekonomi pada kuartal II-2021. Dari sisi konsumsi masyarakat sudah jauh lebih baik dibandingkan tahun 2020 maupun di kuartal I/2021. Momentum Ramadan dan Idulfitri menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2021.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II Diramal Capai 7%, Apa Pemicunya?&amp;nbsp;
Dari sisi investasi, realisasi investasi sepanjang kuartal I-2021 mencapai Rp219,7 triliun atau tumbuh 4,3% dari periode yang sama tahun lalu sejumlah Rp210,7 triliun.

&quot;Tentunya kita harapkan dengan konsumsi yang sudah mulai positif, investasi di kuartal II-2021 juga akan lebih positif lagi,&quot; kata dia dalam Market Review IDX Channel, Senin (10/5/2021).

Fikri melanjutkan, aliran dana asing ke pasar Surat Utang Negara (SUN) Indonesia juga diprediksi akan berlanjut seiring dengan prospek pemulihan ekonomi. Di sisi lain, pengeluaran pemerintah pada kuartal II/2021 untuk pembayaran tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 juga akan mendorong belanja masyarakat.

&quot;Ditambah juga proyek-proyek yang sekarang sudah mulai didorong oleh pemerintah. Sementara kinerja ekspor sudah mulai positif atau surplus terhadap neraca perdagangan Indonesia,&quot; ujarnya.

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2021 juga tercatat sebesar USD138,8 miliar, naik dibandingkan akhir Maret 2021 yang sebesar USD137,1 miliar.

&quot;Artinya sudah tertinggi sepanjang sejarah. Tentunya ini akan jadi hal positif bagi nilai tukar rupiah kita. Nilai tukar rupiah akan terjaga dengan cadangan devisa yang juga ikut melimpah sekarang,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
