<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> BI Buka-bukaan soal Uang Pecahan 1.0 Milik Peruri   </title><description>Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan soal viral uang 1.0 di media sosial.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/10/320/2408514/bi-buka-bukaan-soal-uang-pecahan-1-0-milik-peruri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/10/320/2408514/bi-buka-bukaan-soal-uang-pecahan-1-0-milik-peruri"/><item><title> BI Buka-bukaan soal Uang Pecahan 1.0 Milik Peruri   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/10/320/2408514/bi-buka-bukaan-soal-uang-pecahan-1-0-milik-peruri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/10/320/2408514/bi-buka-bukaan-soal-uang-pecahan-1-0-milik-peruri</guid><pubDate>Senin 10 Mei 2021 15:59 WIB</pubDate><dc:creator>Hafid Fuad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/10/320/2408514/bi-buka-bukaan-soal-uang-pecahan-1-0-milik-peruri-EIiU8tmSQK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Viral Uang Pecahan 1.0 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/10/320/2408514/bi-buka-bukaan-soal-uang-pecahan-1-0-milik-peruri-EIiU8tmSQK.jpg</image><title>Viral Uang Pecahan 1.0 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan soal viral uang 1.0 di media sosial. Erwin mengatakan gambar uang dalam video tersebut hanya merupakan uang dalam rangka uji cetak di Perum Peruri, sehingga itu hanya dalam rangka kepentingan internal Peruri.

&quot;Dengan demikian uang dalam video tersebut bukan merupakan uang Rupiah dan bukan merupakan alat pembayaran yang sah,&quot; ujar Erwin saat dihubungi Okezone di Jakarta (10/5/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;BI Tegaskan Uang Pecahan 1.0 Bukan Rupiah, Terus Apa?&amp;nbsp;

Karena dalam beberapa hari ini, viral sebuah video di sosial media Tiktok terkait dengan uang pecahan 1.0 yang diunggah oleh akun @PuspoTV kemarin, Minggu (9/5/2021). Adapun keterangan dalam video tersebut dituliskan 'kalian sudah punya belum?'.

Sebelumnya Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Marlison Hakim mengaku BI terus mencegah peredaran uang palsu di momen Lebaran. Strategi yang dilakukan dengan kegiatan preventif atau pencegahan dengan melakukan peningkatan bahan uang kartal dan pengamanan.

&quot;Kami juga mengedukasi masyarakat dengan mengajak mencintai Rupiah dan merawatnya. Upaya menjaga bisa dengan 3D,&quot; ujar Marlison beberapa waktu lalu.

Kepada generasi muda juga dihimbau agar memiliki kebanggaan pada simbol kedaulatan negara ini. Caranya dengan tidak merusak, memotong, ataupun menurunkan wibawa Rupiah dengan membuat konten tidak etis di sosial media. &quot;Kami juga melakukan assessment pada perbankan untuk memastikan keaslian uang,&quot; katanya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan soal viral uang 1.0 di media sosial. Erwin mengatakan gambar uang dalam video tersebut hanya merupakan uang dalam rangka uji cetak di Perum Peruri, sehingga itu hanya dalam rangka kepentingan internal Peruri.

&quot;Dengan demikian uang dalam video tersebut bukan merupakan uang Rupiah dan bukan merupakan alat pembayaran yang sah,&quot; ujar Erwin saat dihubungi Okezone di Jakarta (10/5/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;BI Tegaskan Uang Pecahan 1.0 Bukan Rupiah, Terus Apa?&amp;nbsp;

Karena dalam beberapa hari ini, viral sebuah video di sosial media Tiktok terkait dengan uang pecahan 1.0 yang diunggah oleh akun @PuspoTV kemarin, Minggu (9/5/2021). Adapun keterangan dalam video tersebut dituliskan 'kalian sudah punya belum?'.

Sebelumnya Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Marlison Hakim mengaku BI terus mencegah peredaran uang palsu di momen Lebaran. Strategi yang dilakukan dengan kegiatan preventif atau pencegahan dengan melakukan peningkatan bahan uang kartal dan pengamanan.

&quot;Kami juga mengedukasi masyarakat dengan mengajak mencintai Rupiah dan merawatnya. Upaya menjaga bisa dengan 3D,&quot; ujar Marlison beberapa waktu lalu.

Kepada generasi muda juga dihimbau agar memiliki kebanggaan pada simbol kedaulatan negara ini. Caranya dengan tidak merusak, memotong, ataupun menurunkan wibawa Rupiah dengan membuat konten tidak etis di sosial media. &quot;Kami juga melakukan assessment pada perbankan untuk memastikan keaslian uang,&quot; katanya.

</content:encoded></item></channel></rss>
