<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PLN Butuh Waktu 3 Bulan Bangun Tower Permanen di NTT</title><description>PT PLN (Persero) mengungkap pembangunan tower listrik permanen di Pulau  Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan waktu tiga bulan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/10/320/2408632/pln-butuh-waktu-3-bulan-bangun-tower-permanen-di-ntt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/10/320/2408632/pln-butuh-waktu-3-bulan-bangun-tower-permanen-di-ntt"/><item><title>PLN Butuh Waktu 3 Bulan Bangun Tower Permanen di NTT</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/10/320/2408632/pln-butuh-waktu-3-bulan-bangun-tower-permanen-di-ntt</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/10/320/2408632/pln-butuh-waktu-3-bulan-bangun-tower-permanen-di-ntt</guid><pubDate>Senin 10 Mei 2021 19:34 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/10/320/2408632/pln-butuh-waktu-3-bulan-bangun-tower-permanen-di-ntt-1lIxlWl49t.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Listrik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/10/320/2408632/pln-butuh-waktu-3-bulan-bangun-tower-permanen-di-ntt-1lIxlWl49t.jpg</image><title>Listrik (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT PLN (Persero) mengungkap pembangunan tower listrik permanen di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan waktu tiga bulan. PLN mengatakan, tower tersebut akan menggantikan dua tower yang roboh akibat diterjang badai siklon tropis seroja yang terjadi pada awal April lalu.
Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan NusaTenggara PLN, Syamsul Huda mengatakan, saat ini pembangunan tower permanen dalam tahap perencanaan dan survei lokasi.
Baca Juga: Jualan Listrik Laris Manis, PLN Disjaya Raup Pendapatan Rp3,44 Triliun
 
&quot;Tim sudah survei mengenai kondisi tanah. Jangan sampai membangun tower di tanah yang labil. Jadi kami harus perhitungkan kondisi tanah dengan konstruksi yang dibutuhkan agar kokoh dan tidak gampang roboh diterjang angin,&quot; ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (10/5/2021).
Dia melanjutkan, saat ini ada dua tower yang tidak bisa digunakan sehingga diganti dengan satu tower emergency. Menurut dia, minimal akan dibangun dua tower permanen untuk menggantikan tower yang roboh tersebut.
Baca Juga:&amp;nbsp; Mudik Dilarang, Konsumsi Listrik Diprediksi Naik saat Lebaran
 
&quot;Setidaknya kami harus membangun kembali tower yang roboh dan miring minimal ada dua. Saya belum bisa memastikan jumlahnya karena tergantung dari hasil survei. Kalau survei melingkarnya agak panjang tentu akan menambah tower,&quot; jelasnya.
Terkait biaya, PLN saat ini masih menghitung dana yang dibutuhkan  untuk pembangunan tower tersebut. Diharapkan pembangunan tower permanen  bisa selesai dalam waktu tiga bulan.
&quot;Mudah-mudahan tiga bula ke depan sudah bisa terbangun yang permanen  ini. Kami membutuhkan dukungan semua pihak dari pemerintah daerah,  masyarakat, agar tower bisa segera terbangun sehingga diliputi rasa  cemas dan was-was karena towernya emergency,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT PLN (Persero) mengungkap pembangunan tower listrik permanen di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan waktu tiga bulan. PLN mengatakan, tower tersebut akan menggantikan dua tower yang roboh akibat diterjang badai siklon tropis seroja yang terjadi pada awal April lalu.
Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan NusaTenggara PLN, Syamsul Huda mengatakan, saat ini pembangunan tower permanen dalam tahap perencanaan dan survei lokasi.
Baca Juga: Jualan Listrik Laris Manis, PLN Disjaya Raup Pendapatan Rp3,44 Triliun
 
&quot;Tim sudah survei mengenai kondisi tanah. Jangan sampai membangun tower di tanah yang labil. Jadi kami harus perhitungkan kondisi tanah dengan konstruksi yang dibutuhkan agar kokoh dan tidak gampang roboh diterjang angin,&quot; ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (10/5/2021).
Dia melanjutkan, saat ini ada dua tower yang tidak bisa digunakan sehingga diganti dengan satu tower emergency. Menurut dia, minimal akan dibangun dua tower permanen untuk menggantikan tower yang roboh tersebut.
Baca Juga:&amp;nbsp; Mudik Dilarang, Konsumsi Listrik Diprediksi Naik saat Lebaran
 
&quot;Setidaknya kami harus membangun kembali tower yang roboh dan miring minimal ada dua. Saya belum bisa memastikan jumlahnya karena tergantung dari hasil survei. Kalau survei melingkarnya agak panjang tentu akan menambah tower,&quot; jelasnya.
Terkait biaya, PLN saat ini masih menghitung dana yang dibutuhkan  untuk pembangunan tower tersebut. Diharapkan pembangunan tower permanen  bisa selesai dalam waktu tiga bulan.
&quot;Mudah-mudahan tiga bula ke depan sudah bisa terbangun yang permanen  ini. Kami membutuhkan dukungan semua pihak dari pemerintah daerah,  masyarakat, agar tower bisa segera terbangun sehingga diliputi rasa  cemas dan was-was karena towernya emergency,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
