<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PGE Produksi Listrik 4.618 GWh, 14% Lebih Banyak</title><description>PGE mencatat produksi setara listrik (Electric Volume Produce &amp;ndash;  Geothermal) sebesar 4.618,27 GWh atau lebih tinggi 14% dari target.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/10/320/2408637/pge-produksi-listrik-4-618-gwh-14-lebih-banyak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/10/320/2408637/pge-produksi-listrik-4-618-gwh-14-lebih-banyak"/><item><title>PGE Produksi Listrik 4.618 GWh, 14% Lebih Banyak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/10/320/2408637/pge-produksi-listrik-4-618-gwh-14-lebih-banyak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/10/320/2408637/pge-produksi-listrik-4-618-gwh-14-lebih-banyak</guid><pubDate>Senin 10 Mei 2021 19:48 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/10/320/2408637/pge-produksi-listrik-4-618-gwh-14-lebih-banyak-I0OVMUrbZ2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Migas (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/10/320/2408637/pge-produksi-listrik-4-618-gwh-14-lebih-banyak-I0OVMUrbZ2.jpg</image><title>Migas (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2020. Selama pandemi, PGE mencatat produksi setara listrik (Electric Volume Produce &amp;ndash; Geothermal) sebesar 4.618,27 GWh atau lebih tinggi 14% dari target yang telah ditetapkan tahun 2020 yaitu sebesar 4.044,88 GWh.
Direktur Utama PGE, Ahmad Yuniarto mengatakan, pencapaian di atas target tersebut terwujud karena pelaksanaan operation excellence yang didukung implementasi Geothermal Integrated Management System.
Baca Juga: Buru 1,1 Gw, Pertamina Geothermal Energy Operasikan 15 Wilayah Kerja
 
&quot;Pencapaian PGE tersebut menyumbangkan 31% produksi geothermal nasional 2020 yang ditetapkan Kementerian ESDM sebesar 14.774 Giga Watt Hour (GWh),&quot; ujar Ahmad dalam keterangan tertulis, Senin (10/5/2021).
Selain menjaga pasokan listrik dari pembangkit yang telah dioperasikan saat ini, PGE juga melakukan kajian dalam rangka meningkatkan kapasitas terpasang panas bumi untuk pembangkitan energi listrik dari wilayah operasi eksisting. Area yang menjadi fokus awal dalam kajian ini adalah Area Ulubelu (Lampung) dan Area Lahendong (Sulawesi Utara).
Baca Juga:&amp;nbsp; Jangan Takut Kehabisan, Pasokan LPG Ditambah 3% Jelang Lebaran
 
&amp;ldquo;PGE terus berkomitmen untuk meningkatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi (energy mix) nasional menjadi 23% pada 2025 di sektor panas bumi dengan strategi bisnis yang terukur untuk menjadi World Class Green Energy Company. Kedepannya  PGE menargetkan untuk mengoperasikan PLTP dengan kapasitas own operation 1,3 Giga Watt (GW) pada 2030,&quot; kata dia.
Secara rinci, Area Geothermal (AG) Kamojang berhasil mencatat produksi setara listrik sebesar 1.650 GWh atau lebih tinggi 13% dari target RKAP 2020 yang sebesar 1.454 Gwh. AG Lahendong mencatat produksi setara listrik sebesar 828 GWh atau lebih tinggi 10% dari target yang sebesar 754 GWh.
Kemudian, AG Ulubelu mencatat produksi setara listrik sebesar 1.613  GWh atau lebih tinggi 21% dari target yang sebesar 1.335 GWh. Lalu, AG  Lumut Balai mencatat produksi setara listrik sebesar 442 GWh atau lebih  tinggi 12% dari target yang sebesar 395 GWh.
Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi, dimana dalam  wilayah kerja tersebut telah terbangkitkan listrik panas bumi sebesar  1877 MW, yang terdiri dari 672 MW yang dioperasikan sendiri (own  operation) oleh PGE dan 1205 MW dikelola melalui Kontrak Operasi  Bersama.
Kapasitas terpasang panas bumi di Wilayah Kerja PGE tersebut  berkontribusi sebesar sekitar 88% dari total kapasitas terpasang panas  bumi di Indonesia, dengan potensi pengurangan emisi CO2 sebesar sekitar  9,5 juta ton CO2 per tahun.
Ahmad menambahkan, penghematan juga merupakan salah satu kunci dalam  menghadapi tantangan pandemi Covid-19 di sepanjang tahun 2020, dari  anggaran biaya operasional yang sudah direncanakan, PGE dapat melakukan  efisiensi biaya operasi sebesar 9%.
&quot;PGE juga mendukung strategi Pemerintah dalam me-utilisasi  produk-produk dalam negeri. Untuk penerapan Tingkat Komponen Dalam  Negeri (TKDN) PGE telah menerapkan Pemanfaatan TKDN sebesar 63,39%  melebihi target yang telah direncanakan tahun 2020 sebesar 25%,&quot;  ucapnya.
Dalam pelaksanaan operasi, PGE telah berhasil mencapai 11.147.715 jam  kerja selamat sejak Januari 2019. Hal ini merupakan suatu aspek yang  sangat krusial di bidang bisnis energi. Selain itu PGE Area Lahendong  mendapatkan Zero Accident (Kecelakaan Nihil) Award dari Kementerian  Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Sementara itu, tahun lalu, PGE kembali mempertahankan prestasi pada  ajang penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam  Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) 2020. PGE Area Kamojang &amp;ndash; Jawa  Barat kembali meraih PROPER Emas 10 kali beruntun mulai dari tahun 2011  sampai dengan 2020.
Anugrah PROPER 2020 merupakan wujud apresiasi dari Kementerian  Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada perusahaan yang telah menaati  peraturan perundangan di bidang pengendalian pencemaran maupun kerusakan  lingkungan, serta pengelolaan limbah berbahaya dan beracun, melakukan  penerapan praktik terbaik di bidang pengelolaan lingkungan hidup serta  secara konsisten berperan dalam pemberdayaan masyarakat.
Tidak hanya Emas, PGE juga berhasil meraih dua buah PROPER Hijau  melalui Area Lahendong - Sulawesi Utara dan Ulubelu - Lampung sebanyak 4  kali berturut-turut dari tahun 2017, serta PROPER Biru untuk Area  Sibayak - Sumatera Utara dan Area Karaha - Jawa Barat.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2020. Selama pandemi, PGE mencatat produksi setara listrik (Electric Volume Produce &amp;ndash; Geothermal) sebesar 4.618,27 GWh atau lebih tinggi 14% dari target yang telah ditetapkan tahun 2020 yaitu sebesar 4.044,88 GWh.
Direktur Utama PGE, Ahmad Yuniarto mengatakan, pencapaian di atas target tersebut terwujud karena pelaksanaan operation excellence yang didukung implementasi Geothermal Integrated Management System.
Baca Juga: Buru 1,1 Gw, Pertamina Geothermal Energy Operasikan 15 Wilayah Kerja
 
&quot;Pencapaian PGE tersebut menyumbangkan 31% produksi geothermal nasional 2020 yang ditetapkan Kementerian ESDM sebesar 14.774 Giga Watt Hour (GWh),&quot; ujar Ahmad dalam keterangan tertulis, Senin (10/5/2021).
Selain menjaga pasokan listrik dari pembangkit yang telah dioperasikan saat ini, PGE juga melakukan kajian dalam rangka meningkatkan kapasitas terpasang panas bumi untuk pembangkitan energi listrik dari wilayah operasi eksisting. Area yang menjadi fokus awal dalam kajian ini adalah Area Ulubelu (Lampung) dan Area Lahendong (Sulawesi Utara).
Baca Juga:&amp;nbsp; Jangan Takut Kehabisan, Pasokan LPG Ditambah 3% Jelang Lebaran
 
&amp;ldquo;PGE terus berkomitmen untuk meningkatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi (energy mix) nasional menjadi 23% pada 2025 di sektor panas bumi dengan strategi bisnis yang terukur untuk menjadi World Class Green Energy Company. Kedepannya  PGE menargetkan untuk mengoperasikan PLTP dengan kapasitas own operation 1,3 Giga Watt (GW) pada 2030,&quot; kata dia.
Secara rinci, Area Geothermal (AG) Kamojang berhasil mencatat produksi setara listrik sebesar 1.650 GWh atau lebih tinggi 13% dari target RKAP 2020 yang sebesar 1.454 Gwh. AG Lahendong mencatat produksi setara listrik sebesar 828 GWh atau lebih tinggi 10% dari target yang sebesar 754 GWh.
Kemudian, AG Ulubelu mencatat produksi setara listrik sebesar 1.613  GWh atau lebih tinggi 21% dari target yang sebesar 1.335 GWh. Lalu, AG  Lumut Balai mencatat produksi setara listrik sebesar 442 GWh atau lebih  tinggi 12% dari target yang sebesar 395 GWh.
Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi, dimana dalam  wilayah kerja tersebut telah terbangkitkan listrik panas bumi sebesar  1877 MW, yang terdiri dari 672 MW yang dioperasikan sendiri (own  operation) oleh PGE dan 1205 MW dikelola melalui Kontrak Operasi  Bersama.
Kapasitas terpasang panas bumi di Wilayah Kerja PGE tersebut  berkontribusi sebesar sekitar 88% dari total kapasitas terpasang panas  bumi di Indonesia, dengan potensi pengurangan emisi CO2 sebesar sekitar  9,5 juta ton CO2 per tahun.
Ahmad menambahkan, penghematan juga merupakan salah satu kunci dalam  menghadapi tantangan pandemi Covid-19 di sepanjang tahun 2020, dari  anggaran biaya operasional yang sudah direncanakan, PGE dapat melakukan  efisiensi biaya operasi sebesar 9%.
&quot;PGE juga mendukung strategi Pemerintah dalam me-utilisasi  produk-produk dalam negeri. Untuk penerapan Tingkat Komponen Dalam  Negeri (TKDN) PGE telah menerapkan Pemanfaatan TKDN sebesar 63,39%  melebihi target yang telah direncanakan tahun 2020 sebesar 25%,&quot;  ucapnya.
Dalam pelaksanaan operasi, PGE telah berhasil mencapai 11.147.715 jam  kerja selamat sejak Januari 2019. Hal ini merupakan suatu aspek yang  sangat krusial di bidang bisnis energi. Selain itu PGE Area Lahendong  mendapatkan Zero Accident (Kecelakaan Nihil) Award dari Kementerian  Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Sementara itu, tahun lalu, PGE kembali mempertahankan prestasi pada  ajang penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam  Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) 2020. PGE Area Kamojang &amp;ndash; Jawa  Barat kembali meraih PROPER Emas 10 kali beruntun mulai dari tahun 2011  sampai dengan 2020.
Anugrah PROPER 2020 merupakan wujud apresiasi dari Kementerian  Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada perusahaan yang telah menaati  peraturan perundangan di bidang pengendalian pencemaran maupun kerusakan  lingkungan, serta pengelolaan limbah berbahaya dan beracun, melakukan  penerapan praktik terbaik di bidang pengelolaan lingkungan hidup serta  secara konsisten berperan dalam pemberdayaan masyarakat.
Tidak hanya Emas, PGE juga berhasil meraih dua buah PROPER Hijau  melalui Area Lahendong - Sulawesi Utara dan Ulubelu - Lampung sebanyak 4  kali berturut-turut dari tahun 2017, serta PROPER Biru untuk Area  Sibayak - Sumatera Utara dan Area Karaha - Jawa Barat.</content:encoded></item></channel></rss>
