<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Mentah Naik Tipis Usai Pipa BBM AS Mulai Beroperasi</title><description>Harga minyak sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/11/320/2408786/harga-minyak-mentah-naik-tipis-usai-pipa-bbm-as-mulai-beroperasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/11/320/2408786/harga-minyak-mentah-naik-tipis-usai-pipa-bbm-as-mulai-beroperasi"/><item><title>Harga Minyak Mentah Naik Tipis Usai Pipa BBM AS Mulai Beroperasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/11/320/2408786/harga-minyak-mentah-naik-tipis-usai-pipa-bbm-as-mulai-beroperasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/11/320/2408786/harga-minyak-mentah-naik-tipis-usai-pipa-bbm-as-mulai-beroperasi</guid><pubDate>Selasa 11 Mei 2021 07:42 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/11/320/2408786/harga-minyak-mentah-naik-tipis-usai-pipa-bbm-as-mulai-beroperasi-SUjpQobFD5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Minyak Mentah (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/11/320/2408786/harga-minyak-mentah-naik-tipis-usai-pipa-bbm-as-mulai-beroperasi-SUjpQobFD5.jpg</image><title>Harga Minyak Mentah (Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Harga minyak sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), setelah pipa bahan bakar utama Amerika Serikat (AS) dikatakan sebagian besar dapat dimulai kembali dalam seminggu setelah serangan siber memaksa penutupannya, saat para pedagang mempertimbangkan dampaknya.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli naik empat sen atau 0,1%, menjadi ditutup pada USD68,32 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni terkerek dua sen atau 0,03%, menjadi menetap di USD64,92.
 
&amp;nbsp;Baca juga: IHSG Berakhir di Zona Merah, Turun 0,1% ke 5.970
Kedua kontrak acuan meningkat lebih dari 1,0 persen minggu lalu, kenaikan mingguan kedua berturut-turut.

Potensi pertumbuhan permintaan AS telah mendorong harga minyak mentah, mengimbangi kekhawatiran bahwa pandemi Virus Corona yang muncul kembali di India akan memangkas permintaan di Asia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: IHSG Menguat Tipis, Transaksi Sepi Jelang Lebaran
Colonial Pipeline, operator jaringan pipa yang membawa bensin dan solar ke bagian timur dan tenggara AS, mengatakan pendekatan bertahap sedang dilakukan untuk memfasilitasi kembalinya layanan. Perusahaan menghentikan sementara semua operasi pipa setelah serangan keamanan siber pada Jumat (7/5/2021).Colonial Pipeline, pipa bahan bakar terbesar di Amerika Serikat,  mengatakan pada Senin (10/5/2021) pihaknya mengharapkan untuk &quot;secara  substansial&quot; memulihkan layanan operasional pada akhir pekan.

Sistem ditutup oleh serangan siber pada Jumat (7/5/2021), dan pada  Minggu (9/5/2021) beberapa saluran kecil telah dibuka kembali sementara  jalur utama masih ditutup.

Minggu lalu, fokus pedagang telah bergeser ke faktor pendukung di  sekitar pembukaan AS. &quot;Sekarang pasar akan mengamati cerita jaringan  pipa,&quot; kata Analis Senior Price Futures Group, Phil Flynn, di Chicago.

&quot;Jika jaringan pipa tidak beroperasi untuk waktu yang lama, ini akan  memiliki efek yang luas pada pasar minyak tidak hanya di AS, tetapi juga  di Eropa,&quot; kata Analis Commerzbank, Carsten Fritsch.

&amp;ldquo;Meski begitu, saat ini diasumsikan gangguan pada jaringan pipa akan  teratasi dalam hitungan hari, jadi dampaknya akan dibatasi.&amp;rdquo;

Gedung Putih bekerja sama dengan Colonial untuk membantu  pemulihannya. Menteri Perdagangan Gina Raimondo mengatakan perbaikan  pipa merupakan prioritas utama.

Pemerintah AS belum menerima permintaan apapun untuk mengesampingkan  Undang-Undang Jones sebagai tanggapan atas penutupan pipa, juru bicara  Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS mengatakan pada Senin  (10/5/2021).

Seorang pejabat tinggi keamanan nasional Gedung Putih mengatakan  komunitas intelijen AS sedang bekerja untuk menentukan apakah peretas  Colonial Pipeline memiliki hubungan dengan Pemerintah Rusia.

Anne Neuberger, Wakil Penasihat Keamanan Nasional untuk Dunia Maya,  mengatakan kepada wartawan pada pengarahan Gedung Putih bahwa FBI telah  melacak kelompok ransomware DarkSide setidaknya sejak Oktober lalu.

Sebuah rilis berita yang dikeluarkan atas nama DarkSide mengatakan  tujuannya adalah untuk menghasilkan uang dan bukan menciptakan masalah  bagi masyarakat.

Harga minyak mentah Brent telah meningkat lebih dari 30 persen tahun  ini, didukung oleh pengurangan pasokan oleh Organisasi Negara-negara  Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, dan  pelonggaran pembatasan pergerakan Virus Corona di Amerika Serikat dan  Eropa.

Tetapi pandemi yang memburuk di Asia telah membebani harga minyak.  Infeksi dan kematian Virus Corona India mendekati rekor tertinggi harian  pada Senin (10/5/2021).</description><content:encoded>NEW YORK - Harga minyak sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), setelah pipa bahan bakar utama Amerika Serikat (AS) dikatakan sebagian besar dapat dimulai kembali dalam seminggu setelah serangan siber memaksa penutupannya, saat para pedagang mempertimbangkan dampaknya.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli naik empat sen atau 0,1%, menjadi ditutup pada USD68,32 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni terkerek dua sen atau 0,03%, menjadi menetap di USD64,92.
 
&amp;nbsp;Baca juga: IHSG Berakhir di Zona Merah, Turun 0,1% ke 5.970
Kedua kontrak acuan meningkat lebih dari 1,0 persen minggu lalu, kenaikan mingguan kedua berturut-turut.

Potensi pertumbuhan permintaan AS telah mendorong harga minyak mentah, mengimbangi kekhawatiran bahwa pandemi Virus Corona yang muncul kembali di India akan memangkas permintaan di Asia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: IHSG Menguat Tipis, Transaksi Sepi Jelang Lebaran
Colonial Pipeline, operator jaringan pipa yang membawa bensin dan solar ke bagian timur dan tenggara AS, mengatakan pendekatan bertahap sedang dilakukan untuk memfasilitasi kembalinya layanan. Perusahaan menghentikan sementara semua operasi pipa setelah serangan keamanan siber pada Jumat (7/5/2021).Colonial Pipeline, pipa bahan bakar terbesar di Amerika Serikat,  mengatakan pada Senin (10/5/2021) pihaknya mengharapkan untuk &quot;secara  substansial&quot; memulihkan layanan operasional pada akhir pekan.

Sistem ditutup oleh serangan siber pada Jumat (7/5/2021), dan pada  Minggu (9/5/2021) beberapa saluran kecil telah dibuka kembali sementara  jalur utama masih ditutup.

Minggu lalu, fokus pedagang telah bergeser ke faktor pendukung di  sekitar pembukaan AS. &quot;Sekarang pasar akan mengamati cerita jaringan  pipa,&quot; kata Analis Senior Price Futures Group, Phil Flynn, di Chicago.

&quot;Jika jaringan pipa tidak beroperasi untuk waktu yang lama, ini akan  memiliki efek yang luas pada pasar minyak tidak hanya di AS, tetapi juga  di Eropa,&quot; kata Analis Commerzbank, Carsten Fritsch.

&amp;ldquo;Meski begitu, saat ini diasumsikan gangguan pada jaringan pipa akan  teratasi dalam hitungan hari, jadi dampaknya akan dibatasi.&amp;rdquo;

Gedung Putih bekerja sama dengan Colonial untuk membantu  pemulihannya. Menteri Perdagangan Gina Raimondo mengatakan perbaikan  pipa merupakan prioritas utama.

Pemerintah AS belum menerima permintaan apapun untuk mengesampingkan  Undang-Undang Jones sebagai tanggapan atas penutupan pipa, juru bicara  Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS mengatakan pada Senin  (10/5/2021).

Seorang pejabat tinggi keamanan nasional Gedung Putih mengatakan  komunitas intelijen AS sedang bekerja untuk menentukan apakah peretas  Colonial Pipeline memiliki hubungan dengan Pemerintah Rusia.

Anne Neuberger, Wakil Penasihat Keamanan Nasional untuk Dunia Maya,  mengatakan kepada wartawan pada pengarahan Gedung Putih bahwa FBI telah  melacak kelompok ransomware DarkSide setidaknya sejak Oktober lalu.

Sebuah rilis berita yang dikeluarkan atas nama DarkSide mengatakan  tujuannya adalah untuk menghasilkan uang dan bukan menciptakan masalah  bagi masyarakat.

Harga minyak mentah Brent telah meningkat lebih dari 30 persen tahun  ini, didukung oleh pengurangan pasokan oleh Organisasi Negara-negara  Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, dan  pelonggaran pembatasan pergerakan Virus Corona di Amerika Serikat dan  Eropa.

Tetapi pandemi yang memburuk di Asia telah membebani harga minyak.  Infeksi dan kematian Virus Corona India mendekati rekor tertinggi harian  pada Senin (10/5/2021).</content:encoded></item></channel></rss>
