<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duta Besar India Apresiasi Bantuan Tabung Oksigen dari Indonesia</title><description>Saat ini India sedang menghadapi gelombang besar kedua pandemi Covid-19 yang lebih berat dibandingkan gelombang pertama.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/11/320/2408792/duta-besar-india-apresiasi-bantuan-tabung-oksigen-dari-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/11/320/2408792/duta-besar-india-apresiasi-bantuan-tabung-oksigen-dari-indonesia"/><item><title>Duta Besar India Apresiasi Bantuan Tabung Oksigen dari Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/11/320/2408792/duta-besar-india-apresiasi-bantuan-tabung-oksigen-dari-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/11/320/2408792/duta-besar-india-apresiasi-bantuan-tabung-oksigen-dari-indonesia</guid><pubDate>Selasa 11 Mei 2021 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/11/320/2408792/duta-besar-india-apresiasi-bantuan-tabung-oksigen-dari-indonesia-QotQLOFESz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian beri bantuan ke India (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/11/320/2408792/duta-besar-india-apresiasi-bantuan-tabung-oksigen-dari-indonesia-QotQLOFESz.jpg</image><title>Menko Perekonomian beri bantuan ke India (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>SERANG - Saat ini India sedang menghadapi gelombang besar kedua pandemi Covid-19 yang lebih berat dibandingkan gelombang pertama.

Sejak awal masa pandemi, India telah melaporkan 21,49 juta kasus dan 234.083 kematian, yang menjadikan kasus Covid-19 India sebagai peringkat kedua setelah Amerika Serikat. Kini terdapat 3,6 juta kasus aktif di India dan bahkan dalam sepekan terakhir, telah dilaporkan tambahan 1,57 juta kasus baru dan lonjakan tinggi jumlah kematian harian. Gelombang kedua pandemi tak terelakkan dengan munculnya varian yang berasal dari mutasi ganda Covid-19 dan membuat situasi tereskalasi dengan cepat.
&amp;nbsp;Baca juga: Presiden Jokowi Siapkan Vaksin Covid-19 untuk Pekerja Asing
Tenaga kesehatan di India berjuang di garis depan untuk menangani lonjakan jumlah pasien. Di sisi lain, alat medis, ventilator, dan tabung oksigen untuk pasien pun juga sangat terbatas ketersediaannya.

Melihat kondisi memprihatinkan tersebut, Pemerintah Indonesia melalui kerja sama Asosiasi Gas Industri Indonesia (AGII) sebagai produsen utama gas oksigen di Indonesia berinisiatif untuk membantu India dengan menyalurkan bantuan 1.400 unit tabung oksigen pada tahap pertama dari total 3.400 unit.
 
Baca juga: Heboh Rapid Test Bekas di Bandara Kualanamu, Kimia Farma Diagnostik: Pelanggaran Berat!
&amp;ldquo;Saya menyampaikan apresiasi yang besar kepada Kementerian Perindustrian, PT Samator Group yang merupakan salah satu produsen utama AGII, dan seluruh pihak yang telah terlibat dalam membantu melancarkan penyaluran bantuan tabung oksigen untuk India terkait pandemi Covid-19 gelombang ke-2,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya pada acara Pelepasan Penyaluran Bantuan Tabung Oksigen dari Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah India di Cikande, Serang, Banten (10/5/2021).&amp;ldquo;Selama ini India merupakan salah satu negara mitra strategis bagi  Indonesia baik dalam hal diplomatik maupun kerja sama ekonomi, khususnya  di sektor perindustrian dan perdagangan. Sudah sewajarnya jika kita  turut membantu saudara-saudara kita di India yang sedang mengalami  kesulitan&amp;rdquo; tutur Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Fenomena yang terjadi di India saat ini dapat menjadi pelajaran  berharga bagi Indonesia untuk selalu waspada dan mengedepankan  langkah-langkah antisipatif. Dengan adanya momen Idulfitri, mobilitas  warga akan lebih padat dari biasanya. Aturan peniadaan mudik telah  menjadi langkah yang tepat untuk mengantisipasi lonjakan kasus.

Kunci pencegahan penyebaran Covid-19 adalah dengan terus mendorong  kepatuhan masyarakat untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

Menko Airlangga juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus  mematuhi protokol kesehatan, terutama dalam mencuci tangan, memakai  masker, dan menjaga jarak, serta sedapat mungkin agar menghindari  kerumunan. &quot;Jangan sampai kendor!,&quot; ujar Airlangga.

Duta Besar India untuk Indonesia Manoj Kumar Bharti juga  mengapresiasi bantuan dari Indonesia. Beliau berharap bahwa India dan  Indonesia dapat segera mengatasi pandemi Covid-19, begitu juga dengan  perekonomian yang membaik untuk kedua negara.

&quot;Semoga bantuan ini dapat membantu India dan pasien terinfeksi  COVID-19 di sana untuk segera sembuh, sehingga tidak lagi terjadi korban  jiwa yang berjatuhan dan gelombang kedua Covid-19 di India dapat segera  mereda,&quot; kata Airlangga.</description><content:encoded>SERANG - Saat ini India sedang menghadapi gelombang besar kedua pandemi Covid-19 yang lebih berat dibandingkan gelombang pertama.

Sejak awal masa pandemi, India telah melaporkan 21,49 juta kasus dan 234.083 kematian, yang menjadikan kasus Covid-19 India sebagai peringkat kedua setelah Amerika Serikat. Kini terdapat 3,6 juta kasus aktif di India dan bahkan dalam sepekan terakhir, telah dilaporkan tambahan 1,57 juta kasus baru dan lonjakan tinggi jumlah kematian harian. Gelombang kedua pandemi tak terelakkan dengan munculnya varian yang berasal dari mutasi ganda Covid-19 dan membuat situasi tereskalasi dengan cepat.
&amp;nbsp;Baca juga: Presiden Jokowi Siapkan Vaksin Covid-19 untuk Pekerja Asing
Tenaga kesehatan di India berjuang di garis depan untuk menangani lonjakan jumlah pasien. Di sisi lain, alat medis, ventilator, dan tabung oksigen untuk pasien pun juga sangat terbatas ketersediaannya.

Melihat kondisi memprihatinkan tersebut, Pemerintah Indonesia melalui kerja sama Asosiasi Gas Industri Indonesia (AGII) sebagai produsen utama gas oksigen di Indonesia berinisiatif untuk membantu India dengan menyalurkan bantuan 1.400 unit tabung oksigen pada tahap pertama dari total 3.400 unit.
 
Baca juga: Heboh Rapid Test Bekas di Bandara Kualanamu, Kimia Farma Diagnostik: Pelanggaran Berat!
&amp;ldquo;Saya menyampaikan apresiasi yang besar kepada Kementerian Perindustrian, PT Samator Group yang merupakan salah satu produsen utama AGII, dan seluruh pihak yang telah terlibat dalam membantu melancarkan penyaluran bantuan tabung oksigen untuk India terkait pandemi Covid-19 gelombang ke-2,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya pada acara Pelepasan Penyaluran Bantuan Tabung Oksigen dari Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah India di Cikande, Serang, Banten (10/5/2021).&amp;ldquo;Selama ini India merupakan salah satu negara mitra strategis bagi  Indonesia baik dalam hal diplomatik maupun kerja sama ekonomi, khususnya  di sektor perindustrian dan perdagangan. Sudah sewajarnya jika kita  turut membantu saudara-saudara kita di India yang sedang mengalami  kesulitan&amp;rdquo; tutur Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Fenomena yang terjadi di India saat ini dapat menjadi pelajaran  berharga bagi Indonesia untuk selalu waspada dan mengedepankan  langkah-langkah antisipatif. Dengan adanya momen Idulfitri, mobilitas  warga akan lebih padat dari biasanya. Aturan peniadaan mudik telah  menjadi langkah yang tepat untuk mengantisipasi lonjakan kasus.

Kunci pencegahan penyebaran Covid-19 adalah dengan terus mendorong  kepatuhan masyarakat untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

Menko Airlangga juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus  mematuhi protokol kesehatan, terutama dalam mencuci tangan, memakai  masker, dan menjaga jarak, serta sedapat mungkin agar menghindari  kerumunan. &quot;Jangan sampai kendor!,&quot; ujar Airlangga.

Duta Besar India untuk Indonesia Manoj Kumar Bharti juga  mengapresiasi bantuan dari Indonesia. Beliau berharap bahwa India dan  Indonesia dapat segera mengatasi pandemi Covid-19, begitu juga dengan  perekonomian yang membaik untuk kedua negara.

&quot;Semoga bantuan ini dapat membantu India dan pasien terinfeksi  COVID-19 di sana untuk segera sembuh, sehingga tidak lagi terjadi korban  jiwa yang berjatuhan dan gelombang kedua Covid-19 di India dapat segera  mereda,&quot; kata Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
