<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tekan Produk Impor, Ketua DPD RI Minta Pemerintah Atur Regulasi Pasar Digital</title><description>Perkembangan pasar bebas berbasis e-commerce yang dikuasai produk impor,  menjadi perhatian Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/11/320/2409019/tekan-produk-impor-ketua-dpd-ri-minta-pemerintah-atur-regulasi-pasar-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/11/320/2409019/tekan-produk-impor-ketua-dpd-ri-minta-pemerintah-atur-regulasi-pasar-digital"/><item><title>Tekan Produk Impor, Ketua DPD RI Minta Pemerintah Atur Regulasi Pasar Digital</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/11/320/2409019/tekan-produk-impor-ketua-dpd-ri-minta-pemerintah-atur-regulasi-pasar-digital</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/11/320/2409019/tekan-produk-impor-ketua-dpd-ri-minta-pemerintah-atur-regulasi-pasar-digital</guid><pubDate>Selasa 11 Mei 2021 13:59 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/11/320/2409019/tekan-produk-impor-ketua-dpd-ri-minta-pemerintah-atur-regulasi-pasar-digital-76Dvq5LubE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua DPD La Nyala (Foto: Dokumentasi DPD)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/11/320/2409019/tekan-produk-impor-ketua-dpd-ri-minta-pemerintah-atur-regulasi-pasar-digital-76Dvq5LubE.jpg</image><title>Ketua DPD La Nyala (Foto: Dokumentasi DPD)</title></images><description>JAKARTA - Perkembangan pasar bebas berbasis e-commerce yang dikuasai produk impor, menjadi perhatian Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Menurutnya, pemerintah harus membuat regulasi yang mengatur pasar digital sehingga produk lokal memiliki peluang yang sama besar.
Senator asal Jawa Timur itu turut menyorot laporan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang menyatakan 93% pasar digital diisi oleh produk impor.
Baca Juga:&amp;nbsp; Peternak Ayam Terancam Bangkrut Gegara Impor dari Brasil
 
&quot;Itu kan artinya produk lokal kita hanya 7% saja. Ini harus menjadi perhatian bersama, karena UKM kita bisa tergerus kalau kondisi ini tidak diperbaiki,&quot; tutur LaNyalla, Selasa (11/5/2021).
Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur ini menilai, perkembangan pasar digital Indonesia sebenarnya sangat besar. Sayangnya, peran produk lokal masih sangat kecil sehingga perlu digenjot agar bisa tumbuh lebih besar.
Baca Juga:&amp;nbsp; Siap-Siap! Harga Baju Impor Akan Lebih Mahal
 
&quot;Pemerintah harus mampu mengatur mekanisme pasar digital agar Indonesia tidak hanya menjadi market, tetapi juga menjadi produsen yang dapat mendominasi pasar,&quot; sebutnya.
Untuk itu, LaNyalla meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) membuat berbagai inisiatif agar produk lokal bisa semakin meningkat di pasar digital. Selain regulasi yang baik, pendampingan kepada kelompok usaha kecil juga diharapkan dilakukan semaksimal mungkin.
&quot;Masalah yang harus jadi perhatian juga soal kemampuan pelaku UKM dan UMKM dalam hal penggunaan teknologi. Ada banyak mbah-mbah di daerah yang punya produk lokal berkualitas tinggi yang tidak kalah saing. Persoalannya, mereka belum melek teknologi makanya butuh pendampingan intens,&quot; papar LaNyalla.Berdasarkan data YLKI, baru 9 juta atau sekitar 10% saja UKM dan UMKM  yang terhubung ke ekonomi digital. Hal tersebut dinilai LaNyalla  menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama.
Menurutnya, DPD RI akan menugaskan Komite II yang membidangi urusan  perdagangan untuk ikut memberikan pendampingan di daerah. Namun  pemerintah daerah juga diminta proaktif dan memiliki terobosan yang  mampu membawa banyak pelaku UKM lokal ke ekonomi digital.
&quot;Untuk menjadi tuan rumah pada pasar digital, pemerintah harus serius  menumbuhkan pelaku usaha UKM dan UMKM selain kuantitas juga kualitas  yang memenuhi standar pasar digital,&quot; tambah pria yang pernah menjabat  sebagai Ketum PSSI itu.
LaNyalla pun menyoroti pelaku e-commerce yang menjual produk asing  lintas negara dengan melakukan predatory pricing atau kecurangan  sehingga menghancurkan harga.
&quot;Praktik-praktik ilegal platform itu menghancurkan UKM dan UMKM  Indonesia jadi perlu ada regulasi khusus untuk menertibkan mereka agar  tidak menjatuhkan produk lokal dengan harga murah, seperti yang beberapa  lalu juga sudah menjadi perhatian serius Presiden Jokowi,&quot; papar  LaNyalla.
Ketua DPD RI menilai regulasi yang mengatur diskon harga di  e-commerce akan menciptakan pasar yang adil bagi produsen dan konsumen.  Selain itu, LaNyalla juga menyerukan agar masyarakat lebih mencintai  produk-produk dalam negeri.
&quot;Saya berharap agar konsumen Indonesia mendukung perkembangan UKM dan  UMKM lokal. Mari bersama-sama kita bantu industri lokal. Belilah  barang-barang di platform e-commerce dari pedagang dalam negeri. Dengan  kita mencintai produksi lokal, maka UMKM Indonesia bisa naik daun dan  membantu pertumbuhan ekonomi negara,&quot; kata lulusan Universitas Brawijaya  itu.</description><content:encoded>JAKARTA - Perkembangan pasar bebas berbasis e-commerce yang dikuasai produk impor, menjadi perhatian Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Menurutnya, pemerintah harus membuat regulasi yang mengatur pasar digital sehingga produk lokal memiliki peluang yang sama besar.
Senator asal Jawa Timur itu turut menyorot laporan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang menyatakan 93% pasar digital diisi oleh produk impor.
Baca Juga:&amp;nbsp; Peternak Ayam Terancam Bangkrut Gegara Impor dari Brasil
 
&quot;Itu kan artinya produk lokal kita hanya 7% saja. Ini harus menjadi perhatian bersama, karena UKM kita bisa tergerus kalau kondisi ini tidak diperbaiki,&quot; tutur LaNyalla, Selasa (11/5/2021).
Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur ini menilai, perkembangan pasar digital Indonesia sebenarnya sangat besar. Sayangnya, peran produk lokal masih sangat kecil sehingga perlu digenjot agar bisa tumbuh lebih besar.
Baca Juga:&amp;nbsp; Siap-Siap! Harga Baju Impor Akan Lebih Mahal
 
&quot;Pemerintah harus mampu mengatur mekanisme pasar digital agar Indonesia tidak hanya menjadi market, tetapi juga menjadi produsen yang dapat mendominasi pasar,&quot; sebutnya.
Untuk itu, LaNyalla meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) membuat berbagai inisiatif agar produk lokal bisa semakin meningkat di pasar digital. Selain regulasi yang baik, pendampingan kepada kelompok usaha kecil juga diharapkan dilakukan semaksimal mungkin.
&quot;Masalah yang harus jadi perhatian juga soal kemampuan pelaku UKM dan UMKM dalam hal penggunaan teknologi. Ada banyak mbah-mbah di daerah yang punya produk lokal berkualitas tinggi yang tidak kalah saing. Persoalannya, mereka belum melek teknologi makanya butuh pendampingan intens,&quot; papar LaNyalla.Berdasarkan data YLKI, baru 9 juta atau sekitar 10% saja UKM dan UMKM  yang terhubung ke ekonomi digital. Hal tersebut dinilai LaNyalla  menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama.
Menurutnya, DPD RI akan menugaskan Komite II yang membidangi urusan  perdagangan untuk ikut memberikan pendampingan di daerah. Namun  pemerintah daerah juga diminta proaktif dan memiliki terobosan yang  mampu membawa banyak pelaku UKM lokal ke ekonomi digital.
&quot;Untuk menjadi tuan rumah pada pasar digital, pemerintah harus serius  menumbuhkan pelaku usaha UKM dan UMKM selain kuantitas juga kualitas  yang memenuhi standar pasar digital,&quot; tambah pria yang pernah menjabat  sebagai Ketum PSSI itu.
LaNyalla pun menyoroti pelaku e-commerce yang menjual produk asing  lintas negara dengan melakukan predatory pricing atau kecurangan  sehingga menghancurkan harga.
&quot;Praktik-praktik ilegal platform itu menghancurkan UKM dan UMKM  Indonesia jadi perlu ada regulasi khusus untuk menertibkan mereka agar  tidak menjatuhkan produk lokal dengan harga murah, seperti yang beberapa  lalu juga sudah menjadi perhatian serius Presiden Jokowi,&quot; papar  LaNyalla.
Ketua DPD RI menilai regulasi yang mengatur diskon harga di  e-commerce akan menciptakan pasar yang adil bagi produsen dan konsumen.  Selain itu, LaNyalla juga menyerukan agar masyarakat lebih mencintai  produk-produk dalam negeri.
&quot;Saya berharap agar konsumen Indonesia mendukung perkembangan UKM dan  UMKM lokal. Mari bersama-sama kita bantu industri lokal. Belilah  barang-barang di platform e-commerce dari pedagang dalam negeri. Dengan  kita mencintai produksi lokal, maka UMKM Indonesia bisa naik daun dan  membantu pertumbuhan ekonomi negara,&quot; kata lulusan Universitas Brawijaya  itu.</content:encoded></item></channel></rss>
