<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peredaran Uang Tunai Rp154 Triliun, Tertinggi di Jabodetabek</title><description>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan peredaran uang pada tahun ini meningkat jika dibandingkan tahun lalu</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/17/320/2411160/peredaran-uang-tunai-rp154-triliun-tertinggi-di-jabodetabek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/17/320/2411160/peredaran-uang-tunai-rp154-triliun-tertinggi-di-jabodetabek"/><item><title>Peredaran Uang Tunai Rp154 Triliun, Tertinggi di Jabodetabek</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/17/320/2411160/peredaran-uang-tunai-rp154-triliun-tertinggi-di-jabodetabek</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/17/320/2411160/peredaran-uang-tunai-rp154-triliun-tertinggi-di-jabodetabek</guid><pubDate>Senin 17 Mei 2021 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/17/320/2411160/peredaran-uang-tunai-rp154-triliun-tertinggi-di-jabodetabek-iKZ8dy7he6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/17/320/2411160/peredaran-uang-tunai-rp154-triliun-tertinggi-di-jabodetabek-iKZ8dy7he6.jpg</image><title>Uang Rupiah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa peredaran uang pada tahun ini meningkat cukup tinggi jika dibandingkan tahun lalu. Dia mengatakan jumlah uang yang beredar mencapai Rp.154,5 triliun
&amp;ldquo;Kemudian juga dilaporkan oleh Bank Indonesia bahwa peredaran uang BI sebesar Rp 154,5 triliun atau meningkat dibandingkan tahun lalu sebesar 41,5%,&amp;rdquo; katanya dalam konferensi  persnya di Kantor Presiden, Senin (!7/5/2021).
Bahkan untuk area Jabodetabek kenaikannya lebih tinggi dibanding tingkat nasional yakni meningkat 61%.
&amp;ldquo;Dan khusus di Jabodetabek, BI mencatat penarikan dana tunai naik 61% atau Rp 34,8 triliun dan ini lebih tinggi dibandingkan nasional,&amp;rdquo; ujarnya .
Lebih lanjut Airlangga mengatakan adanya pelarangan mudik mendorong adanya belanja di wilayah aglomerasi. Selain itu juga pertumbuhan di beberapa sektor sudah terlihat positif.
&amp;ldquo;Nah kemudian tentunya pelarangan mudik melalui PPKM juga telah mendorong adanya belanja di wilayah aglomerasi. Kemudian kalau dilihat dari pertumbuhan secara parsial kita lihat bahwa sektor-sektor pertanian, pengadaan listrik, air, informasi komunikasi, keuangan, dan kesehatan sudah positif,&amp;rdquo; pungkasnya.
Baca Juga: Realisasi Anggaran PEN Rp172,3 Triliun, Bansos Tunai Sudah 98,39%</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa peredaran uang pada tahun ini meningkat cukup tinggi jika dibandingkan tahun lalu. Dia mengatakan jumlah uang yang beredar mencapai Rp.154,5 triliun
&amp;ldquo;Kemudian juga dilaporkan oleh Bank Indonesia bahwa peredaran uang BI sebesar Rp 154,5 triliun atau meningkat dibandingkan tahun lalu sebesar 41,5%,&amp;rdquo; katanya dalam konferensi  persnya di Kantor Presiden, Senin (!7/5/2021).
Bahkan untuk area Jabodetabek kenaikannya lebih tinggi dibanding tingkat nasional yakni meningkat 61%.
&amp;ldquo;Dan khusus di Jabodetabek, BI mencatat penarikan dana tunai naik 61% atau Rp 34,8 triliun dan ini lebih tinggi dibandingkan nasional,&amp;rdquo; ujarnya .
Lebih lanjut Airlangga mengatakan adanya pelarangan mudik mendorong adanya belanja di wilayah aglomerasi. Selain itu juga pertumbuhan di beberapa sektor sudah terlihat positif.
&amp;ldquo;Nah kemudian tentunya pelarangan mudik melalui PPKM juga telah mendorong adanya belanja di wilayah aglomerasi. Kemudian kalau dilihat dari pertumbuhan secara parsial kita lihat bahwa sektor-sektor pertanian, pengadaan listrik, air, informasi komunikasi, keuangan, dan kesehatan sudah positif,&amp;rdquo; pungkasnya.
Baca Juga: Realisasi Anggaran PEN Rp172,3 Triliun, Bansos Tunai Sudah 98,39%</content:encoded></item></channel></rss>
