<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>10 Daerah dengan Pertumbuhan Ekonomi Positif, Maaf Tidak Ada Jawa</title><description>Beberapa daerah masih mencatatkan pertumbuhan ekonomi negatif pada kuartal I-2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/17/320/2411173/10-daerah-dengan-pertumbuhan-ekonomi-positif-maaf-tidak-ada-jawa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/17/320/2411173/10-daerah-dengan-pertumbuhan-ekonomi-positif-maaf-tidak-ada-jawa"/><item><title>10 Daerah dengan Pertumbuhan Ekonomi Positif, Maaf Tidak Ada Jawa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/17/320/2411173/10-daerah-dengan-pertumbuhan-ekonomi-positif-maaf-tidak-ada-jawa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/17/320/2411173/10-daerah-dengan-pertumbuhan-ekonomi-positif-maaf-tidak-ada-jawa</guid><pubDate>Senin 17 Mei 2021 14:26 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/17/320/2411173/10-daerah-dengan-pertumbuhan-ekonomi-positif-maaf-tidak-ada-jawa-C2PVJzw3su.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga (Foto: Dok Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/17/320/2411173/10-daerah-dengan-pertumbuhan-ekonomi-positif-maaf-tidak-ada-jawa-C2PVJzw3su.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga (Foto: Dok Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA - Beberapa daerah masih mencatatkan pertumbuhan ekonomi negatif pada kuartal I-2021. Namun ada 10 daerah yang pertumbuhan ekonominya telah positif.

&amp;ldquo;Dan 10 daerah yang sudah tumbuh positif adalah Riau 0,41%, Papua 14,28%. Sulawesi Tengah 6,26%, Yogyakarta 6,14%, Sulawesi Utara 1,87%, Sulawesi Tenggara 0,06%, NTT 0,12%, Papua Barat 1,47%, dan Babel 0,97%, Maluku Utara 13,45%,&amp;rdquo; kata Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi persnya, Senin (17/5/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Tanda-Tanda Ekonomi Indonesia Pulih dan Siap Bangkit&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Di dalam catatan kami juga terlihat beberapa daerah menyumbangkan pertumbuhan terbesar antara lain tentunya 10 provinsi besar yang menyumbang sekitar 77,71%,&amp;rdquo; lanjutnya.

Seperti diketahui pertumbuhan ekonomi secara nasional pada kuartal I-2021 minus 0,74%.

Pada kesempatan itu Airlangga mengungkapkan bahwa adanya pelarangan mudik mendorong belanja di wilayah aglomerasi. Selain itu juga pertumbuhan di beberapa sektor sudah terlihat positif.

&quot;Nah kemudian tentunya pelarangan mudik melalui PPKM juga telah mendorong adanya belanja di wilayah aglomerasi. Kemudian kalau dilihat dari pertumbuhan secara parsial kita lihat bahwa sektor-sektor pertanian, pengadaan listrik, air, informasi komunikasi, keuangan, dan kesehatan sudah positif,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Beberapa daerah masih mencatatkan pertumbuhan ekonomi negatif pada kuartal I-2021. Namun ada 10 daerah yang pertumbuhan ekonominya telah positif.

&amp;ldquo;Dan 10 daerah yang sudah tumbuh positif adalah Riau 0,41%, Papua 14,28%. Sulawesi Tengah 6,26%, Yogyakarta 6,14%, Sulawesi Utara 1,87%, Sulawesi Tenggara 0,06%, NTT 0,12%, Papua Barat 1,47%, dan Babel 0,97%, Maluku Utara 13,45%,&amp;rdquo; kata Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi persnya, Senin (17/5/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Tanda-Tanda Ekonomi Indonesia Pulih dan Siap Bangkit&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Di dalam catatan kami juga terlihat beberapa daerah menyumbangkan pertumbuhan terbesar antara lain tentunya 10 provinsi besar yang menyumbang sekitar 77,71%,&amp;rdquo; lanjutnya.

Seperti diketahui pertumbuhan ekonomi secara nasional pada kuartal I-2021 minus 0,74%.

Pada kesempatan itu Airlangga mengungkapkan bahwa adanya pelarangan mudik mendorong belanja di wilayah aglomerasi. Selain itu juga pertumbuhan di beberapa sektor sudah terlihat positif.

&quot;Nah kemudian tentunya pelarangan mudik melalui PPKM juga telah mendorong adanya belanja di wilayah aglomerasi. Kemudian kalau dilihat dari pertumbuhan secara parsial kita lihat bahwa sektor-sektor pertanian, pengadaan listrik, air, informasi komunikasi, keuangan, dan kesehatan sudah positif,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
