<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tempat Wisata Ramai saat Libur Lebaran, Jokowi: Hati-Hati 2 Minggu ke Depan</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan terjadi kenaikan mobilitas masyarakat pada saat Lebaran lalu</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/18/320/2411955/tempat-wisata-ramai-saat-libur-lebaran-jokowi-hati-hati-2-minggu-ke-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/18/320/2411955/tempat-wisata-ramai-saat-libur-lebaran-jokowi-hati-hati-2-minggu-ke-depan"/><item><title>Tempat Wisata Ramai saat Libur Lebaran, Jokowi: Hati-Hati 2 Minggu ke Depan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/18/320/2411955/tempat-wisata-ramai-saat-libur-lebaran-jokowi-hati-hati-2-minggu-ke-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/18/320/2411955/tempat-wisata-ramai-saat-libur-lebaran-jokowi-hati-hati-2-minggu-ke-depan</guid><pubDate>Selasa 18 Mei 2021 19:52 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/18/320/2411955/tempat-wisata-ramai-saat-libur-lebaran-jokowi-hati-hati-2-minggu-ke-depan-1tiNGXsh2n.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com/Biro Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/18/320/2411955/tempat-wisata-ramai-saat-libur-lebaran-jokowi-hati-hati-2-minggu-ke-depan-1tiNGXsh2n.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com/Biro Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan terjadi kenaikan mobilitas masyarakat pada saat Lebaran lalu. Salah satunya mobilitas ke tempat-tempat wisata ada yang mencapai lebih dari 100% kenaikan mobilitasnya.
Dia pun memperingatkan agar kenaikan ini diwaspadai. Hal ini mengingat tingginya mobilitas ini bisa berpotensi meningkatkan angka penularan covid-19.
Baca Juga:&amp;nbsp;Mendes: Desa Wisata Harus Bangkit, Percepat Pemulihan Ekonomi
&amp;ldquo;Mobilitas masyarakat di hari Lebaran kemarin di tempat-tempat wisata ini naik tinggi sekali, 38% sampai 100,8%. Hati-hati dua minggu ke depan ini. Semuanya harus hati-hati karena ada kenaikan. Ini artinya mobilitas indeksnya naik 38 sampai 100, 8%,&amp;rdquo; katanya dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (18/5/2021).
Dia meminta agar kepala daerah tidak membuka tempat wisata jika wilayahnya berzona risiko oranye dan merah.
Baca Juga:&amp;nbsp;3 Hari Ditutup, Ancol: Berdampak pada Pendapatan
&amp;ldquo;Gubernur, bupati, walikota hati-hati yang zonanya masih merah, zonanya masih oranye, tempat wisata itu harus tutup dulu,&amp;rdquo; ujarnya.Sementara untuk daerah berzona risiko kuning dan hijau dapat membuka tempat wisatanya. Namun dia meminta agar kepala daerah tetap menempatkan petugas di lokasi-lokasi tersebut.
&amp;ldquo;Tetapi sekali lagi petugas harus ada di sana, Satgas harus ada di sana.Sehingga protokol kesehatan secara ketat tetap harus dilaksanakan. Tidak boleh lepas manajemen, lepas tata kelola kita,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan terjadi kenaikan mobilitas masyarakat pada saat Lebaran lalu. Salah satunya mobilitas ke tempat-tempat wisata ada yang mencapai lebih dari 100% kenaikan mobilitasnya.
Dia pun memperingatkan agar kenaikan ini diwaspadai. Hal ini mengingat tingginya mobilitas ini bisa berpotensi meningkatkan angka penularan covid-19.
Baca Juga:&amp;nbsp;Mendes: Desa Wisata Harus Bangkit, Percepat Pemulihan Ekonomi
&amp;ldquo;Mobilitas masyarakat di hari Lebaran kemarin di tempat-tempat wisata ini naik tinggi sekali, 38% sampai 100,8%. Hati-hati dua minggu ke depan ini. Semuanya harus hati-hati karena ada kenaikan. Ini artinya mobilitas indeksnya naik 38 sampai 100, 8%,&amp;rdquo; katanya dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (18/5/2021).
Dia meminta agar kepala daerah tidak membuka tempat wisata jika wilayahnya berzona risiko oranye dan merah.
Baca Juga:&amp;nbsp;3 Hari Ditutup, Ancol: Berdampak pada Pendapatan
&amp;ldquo;Gubernur, bupati, walikota hati-hati yang zonanya masih merah, zonanya masih oranye, tempat wisata itu harus tutup dulu,&amp;rdquo; ujarnya.Sementara untuk daerah berzona risiko kuning dan hijau dapat membuka tempat wisatanya. Namun dia meminta agar kepala daerah tetap menempatkan petugas di lokasi-lokasi tersebut.
&amp;ldquo;Tetapi sekali lagi petugas harus ada di sana, Satgas harus ada di sana.Sehingga protokol kesehatan secara ketat tetap harus dilaksanakan. Tidak boleh lepas manajemen, lepas tata kelola kita,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
