<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soroti Keterisian Hotel, Jokowi: Injak Gas dan Rem Harus Pas</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti soal keterisian hotel di tengah pandemi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/18/320/2411979/soroti-keterisian-hotel-jokowi-injak-gas-dan-rem-harus-pas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/18/320/2411979/soroti-keterisian-hotel-jokowi-injak-gas-dan-rem-harus-pas"/><item><title>Soroti Keterisian Hotel, Jokowi: Injak Gas dan Rem Harus Pas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/18/320/2411979/soroti-keterisian-hotel-jokowi-injak-gas-dan-rem-harus-pas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/18/320/2411979/soroti-keterisian-hotel-jokowi-injak-gas-dan-rem-harus-pas</guid><pubDate>Selasa 18 Mei 2021 21:01 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/18/320/2411979/soroti-keterisian-hotel-jokowi-injak-gas-dan-rem-harus-pas-lJMyxXXLuK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com/Biro Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/18/320/2411979/soroti-keterisian-hotel-jokowi-injak-gas-dan-rem-harus-pas-lJMyxXXLuK.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com/Biro Setpres)</title></images><description>&amp;nbsp;JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti soal keterisian hotel di tengah pandemi. Menurutnya, sistem injak rem dan gas harus benar-benar pas, supaya tidak merugikan di sisi kesehatan maupun perekonomian.
&amp;ldquo;Kemudian juga hati-hati masalah keterisian hotel, keterpakaian hotel ini. Kita sekali lagi menginjak gas dan remnya harus pas,&amp;rdquo; katanya dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (18/5/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Tempat Wisata Ramai saat Libur Lebaran, Jokowi: Hati-Hati 2 Minggu ke Depan
Dia menyebut keterisian hotel di beberapa daerah mengalami kenaikan saat lebaran kemarin. Misalnya saja keterisian hotel di Kepulauan Riau mengalami kenaikan 10% menjadi 80%.
&amp;ldquo;Itu baik untuk ekonomi tapi hati-hati untuk covidnya. Hati-hati. DKI Jakarta juga naik dari 36% melompat ke 53% juga hati-hati. Banten dari 26% ke 43%, hati-hati. Lampung dari 30% ke 45% hati-hati,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Mendes: Desa Wisata Harus Bangkit, Percepat Pemulihan Ekonomi
Dia mengatakan bahwa meskipun dari sisi ekonomi baik tapi angka covidnya harus dikendalikan.
&amp;ldquo;Hati-hati protokol kesehatan.Kalau dua-duanya bisa dikendalikan dengan dengan manajemen yang ketat, ya ini baik-baik saja mengenai keterisian kamar-kamar hotel. Tetapi kalau tidak bisa mengendalikan hati-hati,&amp;rdquo; pungkasnya.&amp;nbsp;Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan terjadi kenaikan mobilitas masyarakat pada saat Lebaran lalu. Salah satunya mobilitas ke tempat-tempat&amp;nbsp;wisata&amp;nbsp;ada yang mencapai lebih dari 100% kenaikan mobilitasnya.
Dia pun memperingatkan agar kenaikan ini diwaspadai. Hal ini mengingat tingginya mobilitas ini bisa berpotensi meningkatkan angka penularan covid-19.
&amp;ldquo;Mobilitas masyarakat di hari Lebaran kemarin di tempat-tempat wisata ini naik tinggi sekali, 38% sampai 100,8%. Hati-hati dua minggu ke depan ini. Semuanya harus hati-hati karena ada kenaikan. Ini artinya mobilitas indeksnya naik 38 sampai 100, 8%,&amp;rdquo; katanya</description><content:encoded>&amp;nbsp;JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti soal keterisian hotel di tengah pandemi. Menurutnya, sistem injak rem dan gas harus benar-benar pas, supaya tidak merugikan di sisi kesehatan maupun perekonomian.
&amp;ldquo;Kemudian juga hati-hati masalah keterisian hotel, keterpakaian hotel ini. Kita sekali lagi menginjak gas dan remnya harus pas,&amp;rdquo; katanya dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (18/5/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Tempat Wisata Ramai saat Libur Lebaran, Jokowi: Hati-Hati 2 Minggu ke Depan
Dia menyebut keterisian hotel di beberapa daerah mengalami kenaikan saat lebaran kemarin. Misalnya saja keterisian hotel di Kepulauan Riau mengalami kenaikan 10% menjadi 80%.
&amp;ldquo;Itu baik untuk ekonomi tapi hati-hati untuk covidnya. Hati-hati. DKI Jakarta juga naik dari 36% melompat ke 53% juga hati-hati. Banten dari 26% ke 43%, hati-hati. Lampung dari 30% ke 45% hati-hati,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Mendes: Desa Wisata Harus Bangkit, Percepat Pemulihan Ekonomi
Dia mengatakan bahwa meskipun dari sisi ekonomi baik tapi angka covidnya harus dikendalikan.
&amp;ldquo;Hati-hati protokol kesehatan.Kalau dua-duanya bisa dikendalikan dengan dengan manajemen yang ketat, ya ini baik-baik saja mengenai keterisian kamar-kamar hotel. Tetapi kalau tidak bisa mengendalikan hati-hati,&amp;rdquo; pungkasnya.&amp;nbsp;Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan terjadi kenaikan mobilitas masyarakat pada saat Lebaran lalu. Salah satunya mobilitas ke tempat-tempat&amp;nbsp;wisata&amp;nbsp;ada yang mencapai lebih dari 100% kenaikan mobilitasnya.
Dia pun memperingatkan agar kenaikan ini diwaspadai. Hal ini mengingat tingginya mobilitas ini bisa berpotensi meningkatkan angka penularan covid-19.
&amp;ldquo;Mobilitas masyarakat di hari Lebaran kemarin di tempat-tempat wisata ini naik tinggi sekali, 38% sampai 100,8%. Hati-hati dua minggu ke depan ini. Semuanya harus hati-hati karena ada kenaikan. Ini artinya mobilitas indeksnya naik 38 sampai 100, 8%,&amp;rdquo; katanya</content:encoded></item></channel></rss>
