<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Neraca Perdagangan April Diproyeksi Surplus USD1,17 Miliar</title><description>Neraca perdagangan April diperkirakan tercatat surplus USD1,17 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/20/320/2412705/neraca-perdagangan-april-diproyeksi-surplus-usd1-17-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/20/320/2412705/neraca-perdagangan-april-diproyeksi-surplus-usd1-17-miliar"/><item><title>Neraca Perdagangan April Diproyeksi Surplus USD1,17 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/20/320/2412705/neraca-perdagangan-april-diproyeksi-surplus-usd1-17-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/20/320/2412705/neraca-perdagangan-april-diproyeksi-surplus-usd1-17-miliar</guid><pubDate>Kamis 20 Mei 2021 08:38 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/20/320/2412705/neraca-perdagangan-april-diproyeksi-surplus-usd1-17-miliar-e3i06gqTnX.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor-Impor Perdagangan di Pelabuhan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/20/320/2412705/neraca-perdagangan-april-diproyeksi-surplus-usd1-17-miliar-e3i06gqTnX.jpeg</image><title>Ekspor-Impor Perdagangan di Pelabuhan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Neraca perdagangan April diperkirakan tercatat surplus USD1,17 miliar. Data neraca perdagangan April 2021 akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini.
Ekonom Josua Pardede mengatakan surplus neraca perdagangan dipengaruhi oleh laju bulanan ekspor yang melambat lebih dalam dibandingkan laju bulanan impor.
Baca Juga: Neraca Perdagangan RI Surplus tapi Defisit Lawan China
 
&quot;Kinerja ekspor diperkirakan tumbuh sekitar 43,5% (year on year /yoy) atau -4,9% (month of month/mom), dimana kinerja ekspor ditopang oleh peningkatan harga komoditas ekspor seperti CPO (+4,24%mom); biji besi (+6,93%mom) meskipun harga komoditas ekspor lainnya seperti batubara dan karet alam masing-masing tercatat -2,84%mom dan -5,8%mom,&quot; kata Josua saat dihubungi di Jakarta, Kamis (20/5/202).
Baca Juga: Surplus Neraca Perdagangan Perlu Diwaspadai, Kenapa?
 
Selain itu, aktivitas manufaktur dari mitra dagang utama Indonesia seperti Uni Eropa, AS, Tiongkok, Jepang dan India menunjukkan tren peningkatan pada bulan April yang lalu terindikasi dari indeks PMI manufaktur dari negara-negara tersebut dan secara global.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wNC8yMC80LzEzMjE5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Di sisi impor, laju impor diperkirakan berkisar 29,87% yoy atau  -3,0%mom, dimana kinerja impor didorong oleh impor bahan baku sejalan  dengan peningkatan aktivitas manufaktur domestik mengingat indeks PMI  manufaktur bulan April mencatatkan rekor dengan level tertinggi di level  54,6,&quot; katanya.
Selain itu, aktivitas impor juga didorong oleh impor barang konsumsi  mempertimbangkan aktivitas konsumsi domestik yang menunjukkan tren yang  meningkat di bulan Ramadhan, terindikasi dari indeks kepercayaan  konsumen dan ekspektasi peningkatan penjualan ritel pada bulan April  yang lalu. Sehingga, volume impor pun diperkirakan meningkat sejalan  dengan peningkatan aktivitas konsumsi domestik dan produktivitas dari  sisi produksi.</description><content:encoded>JAKARTA - Neraca perdagangan April diperkirakan tercatat surplus USD1,17 miliar. Data neraca perdagangan April 2021 akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini.
Ekonom Josua Pardede mengatakan surplus neraca perdagangan dipengaruhi oleh laju bulanan ekspor yang melambat lebih dalam dibandingkan laju bulanan impor.
Baca Juga: Neraca Perdagangan RI Surplus tapi Defisit Lawan China
 
&quot;Kinerja ekspor diperkirakan tumbuh sekitar 43,5% (year on year /yoy) atau -4,9% (month of month/mom), dimana kinerja ekspor ditopang oleh peningkatan harga komoditas ekspor seperti CPO (+4,24%mom); biji besi (+6,93%mom) meskipun harga komoditas ekspor lainnya seperti batubara dan karet alam masing-masing tercatat -2,84%mom dan -5,8%mom,&quot; kata Josua saat dihubungi di Jakarta, Kamis (20/5/202).
Baca Juga: Surplus Neraca Perdagangan Perlu Diwaspadai, Kenapa?
 
Selain itu, aktivitas manufaktur dari mitra dagang utama Indonesia seperti Uni Eropa, AS, Tiongkok, Jepang dan India menunjukkan tren peningkatan pada bulan April yang lalu terindikasi dari indeks PMI manufaktur dari negara-negara tersebut dan secara global.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wNC8yMC80LzEzMjE5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Di sisi impor, laju impor diperkirakan berkisar 29,87% yoy atau  -3,0%mom, dimana kinerja impor didorong oleh impor bahan baku sejalan  dengan peningkatan aktivitas manufaktur domestik mengingat indeks PMI  manufaktur bulan April mencatatkan rekor dengan level tertinggi di level  54,6,&quot; katanya.
Selain itu, aktivitas impor juga didorong oleh impor barang konsumsi  mempertimbangkan aktivitas konsumsi domestik yang menunjukkan tren yang  meningkat di bulan Ramadhan, terindikasi dari indeks kepercayaan  konsumen dan ekspektasi peningkatan penjualan ritel pada bulan April  yang lalu. Sehingga, volume impor pun diperkirakan meningkat sejalan  dengan peningkatan aktivitas konsumsi domestik dan produktivitas dari  sisi produksi.</content:encoded></item></channel></rss>
