<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PNS Gaji Rp4 Juta Bisa Ajukan KPR, Bunganya 5%</title><description>Pegawai Negeri Sipil (PNS) bakal semakin mudah mengajukan KPR.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/20/470/2412953/pns-gaji-rp4-juta-bisa-ajukan-kpr-bunganya-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/20/470/2412953/pns-gaji-rp4-juta-bisa-ajukan-kpr-bunganya-5"/><item><title>PNS Gaji Rp4 Juta Bisa Ajukan KPR, Bunganya 5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/20/470/2412953/pns-gaji-rp4-juta-bisa-ajukan-kpr-bunganya-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/20/470/2412953/pns-gaji-rp4-juta-bisa-ajukan-kpr-bunganya-5</guid><pubDate>Kamis 20 Mei 2021 15:17 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/20/470/2412953/pns-gaji-rp4-juta-bisa-ajukan-kpr-bunganya-5-KJKwbAI2Nd.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/20/470/2412953/pns-gaji-rp4-juta-bisa-ajukan-kpr-bunganya-5-KJKwbAI2Nd.jpeg</image><title>Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pegawai Negeri Sipil (PNS) bakal semakin mudah mengajukan KPR. Hal ini seiring dengan kerjasama yang dilakukan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan Perum Perumnas.
Komisioner BP Tapera Adi Setianto menjelaskan dengan hadirnya kolaborasi tersebut, BP Tapera bersama Bank BTN dan Perumnas akan segera mewujudkan Proyek Inisiasi Penyaluran Pembiayaan Tabungan Perumahan Rakyat. Proyek inisiasi tersebut akan menjadi tonggak sejarah sekaligus batu lompatan untuk mencapai target pemenuhan kebutuhan rumah rakyat Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp; KPR Syariah Makin Banyak Peminat
&quot;Pada Proyek Inisiasi ini, kami menargetkan akan ada 11.000 unit rumah yang dibiayai melalui KPR Tapera. Untuk tahap pertama, proyek inisiasi akan ditujukan bagi peserta awal BP Tapera yakni para ASN,&quot; ujar Adi dilansir dari Antara, Kamis (20/5/2021).
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Haru Koesmahargyo mengapresiasi inisiatif BP Tapera dalam menggandeng perusahaan milik negara yang fokus di sektor perumahan untuk mewujudkan mimpi besar memenuhi kebutuhan rumah masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Kabar Baik! Pegawai Kontrak Kini Bisa Nyicil KPR
&quot;Kami berkomitmen terus membantu BP Tapera untuk mewujudkan mimpi masyarakat Indonesia memiliki rumah yang layak huni. Selain penyaluran KPR Tapera, Bank BTN siap berinovasi untuk terus berkolaborasi dengan BP Tapera untuk mempercepat pemilikan rumah impian bagi masyarakat Indonesia,&quot; ujar Haru.
Haru menjelaskan KPR Tapera menawarkan tiga skema pembiayaan sesuai kelompok penghasilan. Untuk kelompok penghasilan I dengan penghasilan di bawah Rp4 juta akan mendapatkan suku bunga KPR sebesar 5% bunga tetap atau fixed rate dengan tenor sampai dengan 30 tahun.Pada kelompok penghasilan II dengan penghasilan berkisar Rp4 juta-Rp6  juta dikenakan bunga KPR 6% fixed rate dengan tenor sampai dengan 20  tahun. Kemudian, untuk kelompok penghasilan III dengan penghasilan Rp6  juta-Rp8 juta dapat mengakses KPR dengan bunga 7% fixed rate dengan  tenor sampai dengan 20 tahun.
Adapun, untuk dapat mengakses KPR Tapera, masyarakat diwajibkan untuk  memenuhi ketentuan dan persyaratan untuk mendapatkan pembiayaan Tapera  seperti peserta masuk ke dalam golongan masyarakat berpenghasilan rendah  (MBR) ,belum memiliki rumah dan menjadi peserta Tapera aktif dan lancar  membayar simpanan peserta selama 12 bulan. Harga rumah yang dapat  dimiliki peserta aktif Tapera beragam mulai dari Rp112 juta hingga Rp292  juta.
Perumnas pun turut menyambut baik sinergi Proyek Inisisasi Penyaluran  Pembiayaan Tabungan Perumahan Rakyat dari BP Tapera tersebut. Melalui  portofolio pembangunan dan penyediaan perumahan yang tersebar di seluruh  kota Indonesia selama ini, Perumnas selalu sigap mendukung segala  bentuk sinergi agar kebutuhan akan perumahan dapat segera terserap oleh  masyarakat.
Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro mengatakan  inisiasi itu sejalan dengan misi Perumnas dalam penyediaan hunian untuk  segmen menengah bawah.
&quot;Hal ini terbukti bahwa target pembangunan rumah subsidi sepanjang  tahun 2021 meningkat menjadi sekitar 30% dari total unit hunian  terbangun. Ini menandakan Perumnas semakin serius menggarap segmen  menengah bawah yang sebelumnya kami targetkan sekitar 20% untuk unit  hunian subsidi ini. Dan hal ini, tidak hanya pada jenis rumah tapak,  namun juga pada jenis rumah susun,&quot; ujar Budi.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pegawai Negeri Sipil (PNS) bakal semakin mudah mengajukan KPR. Hal ini seiring dengan kerjasama yang dilakukan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan Perum Perumnas.
Komisioner BP Tapera Adi Setianto menjelaskan dengan hadirnya kolaborasi tersebut, BP Tapera bersama Bank BTN dan Perumnas akan segera mewujudkan Proyek Inisiasi Penyaluran Pembiayaan Tabungan Perumahan Rakyat. Proyek inisiasi tersebut akan menjadi tonggak sejarah sekaligus batu lompatan untuk mencapai target pemenuhan kebutuhan rumah rakyat Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp; KPR Syariah Makin Banyak Peminat
&quot;Pada Proyek Inisiasi ini, kami menargetkan akan ada 11.000 unit rumah yang dibiayai melalui KPR Tapera. Untuk tahap pertama, proyek inisiasi akan ditujukan bagi peserta awal BP Tapera yakni para ASN,&quot; ujar Adi dilansir dari Antara, Kamis (20/5/2021).
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Haru Koesmahargyo mengapresiasi inisiatif BP Tapera dalam menggandeng perusahaan milik negara yang fokus di sektor perumahan untuk mewujudkan mimpi besar memenuhi kebutuhan rumah masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Kabar Baik! Pegawai Kontrak Kini Bisa Nyicil KPR
&quot;Kami berkomitmen terus membantu BP Tapera untuk mewujudkan mimpi masyarakat Indonesia memiliki rumah yang layak huni. Selain penyaluran KPR Tapera, Bank BTN siap berinovasi untuk terus berkolaborasi dengan BP Tapera untuk mempercepat pemilikan rumah impian bagi masyarakat Indonesia,&quot; ujar Haru.
Haru menjelaskan KPR Tapera menawarkan tiga skema pembiayaan sesuai kelompok penghasilan. Untuk kelompok penghasilan I dengan penghasilan di bawah Rp4 juta akan mendapatkan suku bunga KPR sebesar 5% bunga tetap atau fixed rate dengan tenor sampai dengan 30 tahun.Pada kelompok penghasilan II dengan penghasilan berkisar Rp4 juta-Rp6  juta dikenakan bunga KPR 6% fixed rate dengan tenor sampai dengan 20  tahun. Kemudian, untuk kelompok penghasilan III dengan penghasilan Rp6  juta-Rp8 juta dapat mengakses KPR dengan bunga 7% fixed rate dengan  tenor sampai dengan 20 tahun.
Adapun, untuk dapat mengakses KPR Tapera, masyarakat diwajibkan untuk  memenuhi ketentuan dan persyaratan untuk mendapatkan pembiayaan Tapera  seperti peserta masuk ke dalam golongan masyarakat berpenghasilan rendah  (MBR) ,belum memiliki rumah dan menjadi peserta Tapera aktif dan lancar  membayar simpanan peserta selama 12 bulan. Harga rumah yang dapat  dimiliki peserta aktif Tapera beragam mulai dari Rp112 juta hingga Rp292  juta.
Perumnas pun turut menyambut baik sinergi Proyek Inisisasi Penyaluran  Pembiayaan Tabungan Perumahan Rakyat dari BP Tapera tersebut. Melalui  portofolio pembangunan dan penyediaan perumahan yang tersebar di seluruh  kota Indonesia selama ini, Perumnas selalu sigap mendukung segala  bentuk sinergi agar kebutuhan akan perumahan dapat segera terserap oleh  masyarakat.
Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro mengatakan  inisiasi itu sejalan dengan misi Perumnas dalam penyediaan hunian untuk  segmen menengah bawah.
&quot;Hal ini terbukti bahwa target pembangunan rumah subsidi sepanjang  tahun 2021 meningkat menjadi sekitar 30% dari total unit hunian  terbangun. Ini menandakan Perumnas semakin serius menggarap segmen  menengah bawah yang sebelumnya kami targetkan sekitar 20% untuk unit  hunian subsidi ini. Dan hal ini, tidak hanya pada jenis rumah tapak,  namun juga pada jenis rumah susun,&quot; ujar Budi.</content:encoded></item></channel></rss>
