<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>11 Fakta Bansos Tunai Diperpanjang, Dapat Rp600.000 di Juni</title><description>Pemerintah berencana memperpanjang bansos tunai mulai Mei hingga Juni 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/21/320/2413547/11-fakta-bansos-tunai-diperpanjang-dapat-rp600-000-di-juni</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/21/320/2413547/11-fakta-bansos-tunai-diperpanjang-dapat-rp600-000-di-juni"/><item><title>11 Fakta Bansos Tunai Diperpanjang, Dapat Rp600.000 di Juni</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/21/320/2413547/11-fakta-bansos-tunai-diperpanjang-dapat-rp600-000-di-juni</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/21/320/2413547/11-fakta-bansos-tunai-diperpanjang-dapat-rp600-000-di-juni</guid><pubDate>Sabtu 22 Mei 2021 05:20 WIB</pubDate><dc:creator>Fariza Rizky Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/21/320/2413547/11-fakta-bansos-tunai-diperpanjang-dapat-rp600-000-di-juni-hN6DwLcl8K.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/21/320/2413547/11-fakta-bansos-tunai-diperpanjang-dapat-rp600-000-di-juni-hN6DwLcl8K.jpeg</image><title>Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah berencana memperpanjang bansos tunai mulai Mei hingga Juni 2021, setelah sebelumnya sempat dipastikan tidak akan diperpanjang karena tidak ada anggaran.
&quot;Iya (bansos tunai mau diperpanjang), tapi masih dalam pembahasan,&quot; kata sumber Kemensos kepada Okezone, Jakarta, Rabu (19/5/2021).
Okezone telah merangkum beberapa fakta menarik terkait penyaluran bansos tunai, Sabtu (22/5/2021).
Baca Juga: Kebijakan Satu Data Dipercepat agar Bansos Tepat Sasaran
 
1. Harap Sabar, Penyaluran Bansos Tunai Akan Dirapel
Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan program bansos tunai Rp300.000 diperpanjang hingga Juni 2021. Namun, bagi 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia harus bersabar terlebih dahulu, karena pencairan bulan Mei akan dirapel di bulan Juni.
&quot;Rencananya (pencairan bansos tunai bulan Mei) akan dibayarkan bersama di bulan Juni,&quot; kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Rahayu Puspasari kepada Okezone, Rabu (19/5/2021).
Baca Juga: Buka cekbansos.kemensos.go.id demi Bansos Tunai Rp300.000
 
2. Tanggal Pasti Pencairan Belum Ditentukan
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Rahayu Puspasari membenarkan bansos tunai akan diperpanjang selama 2 bulan.
Namun, dia mengaku belum mengetahui kapan waktu pencairan dana segar tersebut. Pasalnya, hingga kini masih dalam pembahasan. &quot;Saya belum dapat infonya (waktu pencairan bansos tunai),&quot; katanya.


&amp;nbsp;

3. Masyarakat Diimbau Kawal Validitas Data Bansos
Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Rizal E Halim menghimbau agar seluruh masyarakat sama-sama mengecek akurasi dan validitas data penerima bantuan langsung Pemerintah. Karena pengumpulan data dilakukan secara bottom-up atau dari tingkat RT hingga ke Kabupaten. Sehingga harus dikawal bersama-sama agar basis data yang ada bisa diandalkan seterusnya.
&quot;Dampaknya kalau tidak akurat dan tidak valid ini beresiko mengurangi dampak kebijakan pemerintah. Basis data ini harus terus dikawal masyarakat bersama-sama tidak bisa mengandalkan dukcapil saja,&quot; ujar Rizal saat dihubungi Okezone di Jakarta (20/5/2021).4. Praktik Korupsi, Indikasi Bansos Tunai Belum Efektif
Sementara itu di sosmed ramai dibahas kabar korupsi bansos. Praktik  korupsi menandakan belum efektifnya sistem penyaluan bantuan sehingga  menjadi pertanyaan besar publik khususnya di sosmed. &quot;Itu yang korupsi  bansos Rp100 Triliun apa lanjut di bansos 2021? Kalau iya akan gawat  karena efektivitasnya bakal rendah di masyarakat yang butuh,&quot; ujar  pengamat ekonomi Bhima Yudhistira saat dihubungi terpisah.
Dia menjelaskan, besarnya dugaan korupsi bansos menunjukkan banyak  bantuan pemerintah yang tidak efektif khususnya untuk mendorong  pemulihan ekonomi nasional.
&quot;Itu artinya tidak tepat sasaran dengan data yang compang-camping.  Ini bukan saja soal kerugian negara, tapi juga masyarakat yang harusnya  mendapatkan dukungan bantuan,&quot; ujar Bhima.
5. Kebijakan Satu Data Harus Direalisasi Agar Data Bansos Valid
Pengamat IT Heru Sutadi menilai data yang akurat dan valid dalam  pembagian bansos membuat kebijakan Satu Data harus dipercepat.  Penyaluran bansos yang tepat sasaran masih jadi keraguan besar di tengah  masyarakat.
&quot;Data yang valid menjadi kendala di negeri ini. Sehingga, kebijakan  satu data perlu segera direalisasikan,&quot; ujar Heru saat dihubungi Okezone  di Jakarta (21/5/2021).
6. Data Lama Tidak Diupdate Sehingga Kurang Valid
Lebih lanjut dia menjelaskan tantangan data yang signifikan karena  berbeda antar lembaga sehingga dibutuhkan waktu lebih panjang untuk  eksekusi satu kebijakan. Berikutnya juga kualitas data yang juga tidak  valid. &quot;Ini karena data lama yang tidak diupdate atau bukan dari sumber  langsung,&quot; terangnya.
Ketersediaan data yang akurat akan memudahkan pimpinan negara dan  daerah menghasilkan keputusan yang strategis khususnya dalam menyalurkan  bansos untuk menjaga daya beli masyarakat.
7. Syarat Penerima Bansos Tunai
Dilansir dari Instagram Kementerian Sosial @kemensosri, Rabu  (19/5/2021), adapun syarat penerima BST adalah KPM yang telah tercantum  dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), termasuk lansia dan  disabilitas yang telah terdaftar di DTKS namun tidak terdaftar di KPM  dan Program Sembako.8. Cara Mengecek Penerima Bansos Tunai
Untuk masyarakat yang berhak menerima bansos Kemensos 2021 bisa   melakukan pengecekan melalui situs web Kemensos yang baru, yaitu   cekbansos.kemensos.go.id dengan menggunakan NIK dan data tempat tinggal.
9. Tahapan Pencairan Dana Bantuan Rp300.000
Untuk mencairkannya, KPM bisa mendatangi kantor pos terdekat setelah   menerima surat pemberitahuan pencairan BST. Kantor Pos telah menetapkan   jadwal pencairan untuk menghindari terjadinya kerumunan. Maka, KPM   diminta hadir sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
Pencairan Bansos Tunai tidak boleh diwakilkan, oleh karena itu KPM   wajib membawa surat undangan dan KTP atau KK. Bagi KPM yg sedang sakit,   lansia, dan disabilitas, petugas kantor pos akan mengantar langsung  dana  BST ke tempat penerima.
10. Bansos Tunai Telah Cair Rp11,81 Triliun
Menurut data hingga 11 Mei 2021, penyaluran Bansos Tunai (BST)   mencapai Rp11,81 triliun untuk 10,23 juta KPM. Angka ini setara 98,39%   dari pagu anggaran bansos tunai mencapai Rp12 triliun.
Dikutip dari akun Instagram @ditjenperbendaharaan, Rabu (19/5/2021),   realisasi belanja PC-PEN Cluster Perlindungan Sosial sampai dengan 11   Mei 2021 Rp56,79 triliun, 37,79% dari alokasi Realisasi klaster   perlindungan sosial.
 
11. Selain Bansos Tunai, Ini Daftar Bantuan yang Seharusnya Diperpanjang
Pengamat ekonomi INDEF Nailul Huda menilai masyarakat nampaknya   menyambut baik untuk bansos tunai ini. Karena bansos yang sifatnya tunai   dinilai lebih bisa diawasi dibandingkan dengan bansos berbentuk  barang.
&quot;Bagi saya pribadi bantuan untuk UMKM perlu juga untuk diperpanjang.   Bagaimanapun juga UMKM tetap memegang peranan penting bagi  perekonomian.  Setidaknya mereka bisa bertahan di tengah pandemi sudah  bagus.  Selanjutnya bantuan subsidi listrik untuk RT kurang mampu dan  pelaku  UMKM penting untuk pemulihan ekonomi nasional,&quot; ujar Huda saat  dihubungi  Okezone di Jakarta (19/5/2021).
Sementara pengamat ekonomi Bhima Yudhistira menambahkan bantuan yang   perlu didorong untuk menggerakkan konsumsi adalah PPN 10% ditanggung   pemerintah. Khususnya barang ritel selama 3-5 bulan. Kemudian bantuan   subsidi internet gratis kepada UMKM. &quot;Juga subsidi ongkir tepat sasaran   mendorong penjualan produk lokal,&quot; ujar Bhima dihubungi terpisah.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah berencana memperpanjang bansos tunai mulai Mei hingga Juni 2021, setelah sebelumnya sempat dipastikan tidak akan diperpanjang karena tidak ada anggaran.
&quot;Iya (bansos tunai mau diperpanjang), tapi masih dalam pembahasan,&quot; kata sumber Kemensos kepada Okezone, Jakarta, Rabu (19/5/2021).
Okezone telah merangkum beberapa fakta menarik terkait penyaluran bansos tunai, Sabtu (22/5/2021).
Baca Juga: Kebijakan Satu Data Dipercepat agar Bansos Tepat Sasaran
 
1. Harap Sabar, Penyaluran Bansos Tunai Akan Dirapel
Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan program bansos tunai Rp300.000 diperpanjang hingga Juni 2021. Namun, bagi 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia harus bersabar terlebih dahulu, karena pencairan bulan Mei akan dirapel di bulan Juni.
&quot;Rencananya (pencairan bansos tunai bulan Mei) akan dibayarkan bersama di bulan Juni,&quot; kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Rahayu Puspasari kepada Okezone, Rabu (19/5/2021).
Baca Juga: Buka cekbansos.kemensos.go.id demi Bansos Tunai Rp300.000
 
2. Tanggal Pasti Pencairan Belum Ditentukan
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Rahayu Puspasari membenarkan bansos tunai akan diperpanjang selama 2 bulan.
Namun, dia mengaku belum mengetahui kapan waktu pencairan dana segar tersebut. Pasalnya, hingga kini masih dalam pembahasan. &quot;Saya belum dapat infonya (waktu pencairan bansos tunai),&quot; katanya.


&amp;nbsp;

3. Masyarakat Diimbau Kawal Validitas Data Bansos
Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Rizal E Halim menghimbau agar seluruh masyarakat sama-sama mengecek akurasi dan validitas data penerima bantuan langsung Pemerintah. Karena pengumpulan data dilakukan secara bottom-up atau dari tingkat RT hingga ke Kabupaten. Sehingga harus dikawal bersama-sama agar basis data yang ada bisa diandalkan seterusnya.
&quot;Dampaknya kalau tidak akurat dan tidak valid ini beresiko mengurangi dampak kebijakan pemerintah. Basis data ini harus terus dikawal masyarakat bersama-sama tidak bisa mengandalkan dukcapil saja,&quot; ujar Rizal saat dihubungi Okezone di Jakarta (20/5/2021).4. Praktik Korupsi, Indikasi Bansos Tunai Belum Efektif
Sementara itu di sosmed ramai dibahas kabar korupsi bansos. Praktik  korupsi menandakan belum efektifnya sistem penyaluan bantuan sehingga  menjadi pertanyaan besar publik khususnya di sosmed. &quot;Itu yang korupsi  bansos Rp100 Triliun apa lanjut di bansos 2021? Kalau iya akan gawat  karena efektivitasnya bakal rendah di masyarakat yang butuh,&quot; ujar  pengamat ekonomi Bhima Yudhistira saat dihubungi terpisah.
Dia menjelaskan, besarnya dugaan korupsi bansos menunjukkan banyak  bantuan pemerintah yang tidak efektif khususnya untuk mendorong  pemulihan ekonomi nasional.
&quot;Itu artinya tidak tepat sasaran dengan data yang compang-camping.  Ini bukan saja soal kerugian negara, tapi juga masyarakat yang harusnya  mendapatkan dukungan bantuan,&quot; ujar Bhima.
5. Kebijakan Satu Data Harus Direalisasi Agar Data Bansos Valid
Pengamat IT Heru Sutadi menilai data yang akurat dan valid dalam  pembagian bansos membuat kebijakan Satu Data harus dipercepat.  Penyaluran bansos yang tepat sasaran masih jadi keraguan besar di tengah  masyarakat.
&quot;Data yang valid menjadi kendala di negeri ini. Sehingga, kebijakan  satu data perlu segera direalisasikan,&quot; ujar Heru saat dihubungi Okezone  di Jakarta (21/5/2021).
6. Data Lama Tidak Diupdate Sehingga Kurang Valid
Lebih lanjut dia menjelaskan tantangan data yang signifikan karena  berbeda antar lembaga sehingga dibutuhkan waktu lebih panjang untuk  eksekusi satu kebijakan. Berikutnya juga kualitas data yang juga tidak  valid. &quot;Ini karena data lama yang tidak diupdate atau bukan dari sumber  langsung,&quot; terangnya.
Ketersediaan data yang akurat akan memudahkan pimpinan negara dan  daerah menghasilkan keputusan yang strategis khususnya dalam menyalurkan  bansos untuk menjaga daya beli masyarakat.
7. Syarat Penerima Bansos Tunai
Dilansir dari Instagram Kementerian Sosial @kemensosri, Rabu  (19/5/2021), adapun syarat penerima BST adalah KPM yang telah tercantum  dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), termasuk lansia dan  disabilitas yang telah terdaftar di DTKS namun tidak terdaftar di KPM  dan Program Sembako.8. Cara Mengecek Penerima Bansos Tunai
Untuk masyarakat yang berhak menerima bansos Kemensos 2021 bisa   melakukan pengecekan melalui situs web Kemensos yang baru, yaitu   cekbansos.kemensos.go.id dengan menggunakan NIK dan data tempat tinggal.
9. Tahapan Pencairan Dana Bantuan Rp300.000
Untuk mencairkannya, KPM bisa mendatangi kantor pos terdekat setelah   menerima surat pemberitahuan pencairan BST. Kantor Pos telah menetapkan   jadwal pencairan untuk menghindari terjadinya kerumunan. Maka, KPM   diminta hadir sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
Pencairan Bansos Tunai tidak boleh diwakilkan, oleh karena itu KPM   wajib membawa surat undangan dan KTP atau KK. Bagi KPM yg sedang sakit,   lansia, dan disabilitas, petugas kantor pos akan mengantar langsung  dana  BST ke tempat penerima.
10. Bansos Tunai Telah Cair Rp11,81 Triliun
Menurut data hingga 11 Mei 2021, penyaluran Bansos Tunai (BST)   mencapai Rp11,81 triliun untuk 10,23 juta KPM. Angka ini setara 98,39%   dari pagu anggaran bansos tunai mencapai Rp12 triliun.
Dikutip dari akun Instagram @ditjenperbendaharaan, Rabu (19/5/2021),   realisasi belanja PC-PEN Cluster Perlindungan Sosial sampai dengan 11   Mei 2021 Rp56,79 triliun, 37,79% dari alokasi Realisasi klaster   perlindungan sosial.
 
11. Selain Bansos Tunai, Ini Daftar Bantuan yang Seharusnya Diperpanjang
Pengamat ekonomi INDEF Nailul Huda menilai masyarakat nampaknya   menyambut baik untuk bansos tunai ini. Karena bansos yang sifatnya tunai   dinilai lebih bisa diawasi dibandingkan dengan bansos berbentuk  barang.
&quot;Bagi saya pribadi bantuan untuk UMKM perlu juga untuk diperpanjang.   Bagaimanapun juga UMKM tetap memegang peranan penting bagi  perekonomian.  Setidaknya mereka bisa bertahan di tengah pandemi sudah  bagus.  Selanjutnya bantuan subsidi listrik untuk RT kurang mampu dan  pelaku  UMKM penting untuk pemulihan ekonomi nasional,&quot; ujar Huda saat  dihubungi  Okezone di Jakarta (19/5/2021).
Sementara pengamat ekonomi Bhima Yudhistira menambahkan bantuan yang   perlu didorong untuk menggerakkan konsumsi adalah PPN 10% ditanggung   pemerintah. Khususnya barang ritel selama 3-5 bulan. Kemudian bantuan   subsidi internet gratis kepada UMKM. &quot;Juga subsidi ongkir tepat sasaran   mendorong penjualan produk lokal,&quot; ujar Bhima dihubungi terpisah.</content:encoded></item></channel></rss>
