<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aturan Sri Mulyani yang Bikin PNS Resah, Gaji ke-13 Dipotong</title><description>Sri Mulyani mengatakan, perlu dilakukan kembali refocusing anggaran belanja Kementerian dan Lembaga</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/22/320/2413599/aturan-sri-mulyani-yang-bikin-pns-resah-gaji-ke-13-dipotong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/22/320/2413599/aturan-sri-mulyani-yang-bikin-pns-resah-gaji-ke-13-dipotong"/><item><title>Aturan Sri Mulyani yang Bikin PNS Resah, Gaji ke-13 Dipotong</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/22/320/2413599/aturan-sri-mulyani-yang-bikin-pns-resah-gaji-ke-13-dipotong</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/22/320/2413599/aturan-sri-mulyani-yang-bikin-pns-resah-gaji-ke-13-dipotong</guid><pubDate>Sabtu 22 Mei 2021 04:31 WIB</pubDate><dc:creator>Fariza Rizky Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/21/320/2413599/aturan-sri-mulyani-yang-bikin-pns-resah-gaji-ke-13-dipotong-6yHUOa0R9V.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com/KBUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/21/320/2413599/aturan-sri-mulyani-yang-bikin-pns-resah-gaji-ke-13-dipotong-6yHUOa0R9V.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com/KBUMN)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, perlu dilakukan kembali refocusing anggaran belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) TA 2021 dalam rangka menjaga defisit APBN TA 2021, untuk memenuhi kebutuhan belanja Program Pemulihan Ekonomi Nasional.
&quot;Dalam rangka mengamankan pelaksanaan pengadaan vaksin dan program vaksinasi nasional, penanganan pandemi Covid-19, dukungan anggaran perlindungan sosial kepada masyarakat serta percepatan pemulihan ekonomi nasional diperlukan langkah strategis berupa penghematan belanja K/L TA 2021,&quot; tulis aturan yang dikutip, di Jakarta, Jumat (21/5/2021).
Penghematan belanja K/L 2021 bisa berasal dari alokasi tunjangan (tukin) hari raya dan gaji ke-13 sebagai tindak lanjut dari peraturan pemerintah (PP) No. 63 Tahun 2021 tentang THR dan Gaji ke-13 kepada PNS, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan Tahun 2021.
Selanjutnya, Kementerian/Lembaga diminta untuk segera menyampaikan usul revisi anggaran dalam rangka penghematan belanja TA 2021 kepada Kementerian Keuangan c.q. Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), sesuai ketentuan dalam PMK Nomor 208/PMK.02/2020 tentang Tata Cara Revisi Anggaran TA 2021, paling lambat tanggal 28 Mei 2021.
Baca selengkapnya: Hemat Uang Negara, Sri Mulyani Instruksikan Potong Tukin, THR dan Gaji ke-13 PNS!</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, perlu dilakukan kembali refocusing anggaran belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) TA 2021 dalam rangka menjaga defisit APBN TA 2021, untuk memenuhi kebutuhan belanja Program Pemulihan Ekonomi Nasional.
&quot;Dalam rangka mengamankan pelaksanaan pengadaan vaksin dan program vaksinasi nasional, penanganan pandemi Covid-19, dukungan anggaran perlindungan sosial kepada masyarakat serta percepatan pemulihan ekonomi nasional diperlukan langkah strategis berupa penghematan belanja K/L TA 2021,&quot; tulis aturan yang dikutip, di Jakarta, Jumat (21/5/2021).
Penghematan belanja K/L 2021 bisa berasal dari alokasi tunjangan (tukin) hari raya dan gaji ke-13 sebagai tindak lanjut dari peraturan pemerintah (PP) No. 63 Tahun 2021 tentang THR dan Gaji ke-13 kepada PNS, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan Tahun 2021.
Selanjutnya, Kementerian/Lembaga diminta untuk segera menyampaikan usul revisi anggaran dalam rangka penghematan belanja TA 2021 kepada Kementerian Keuangan c.q. Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), sesuai ketentuan dalam PMK Nomor 208/PMK.02/2020 tentang Tata Cara Revisi Anggaran TA 2021, paling lambat tanggal 28 Mei 2021.
Baca selengkapnya: Hemat Uang Negara, Sri Mulyani Instruksikan Potong Tukin, THR dan Gaji ke-13 PNS!</content:encoded></item></channel></rss>
