<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Sebut Indonesia Produsen Vaksin Terbesar</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini merupakan produsen vaksin terbesar Asia Tenggara</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/23/320/2413966/jokowi-sebut-indonesia-produsen-vaksin-terbesar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/23/320/2413966/jokowi-sebut-indonesia-produsen-vaksin-terbesar"/><item><title>Jokowi Sebut Indonesia Produsen Vaksin Terbesar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/23/320/2413966/jokowi-sebut-indonesia-produsen-vaksin-terbesar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/23/320/2413966/jokowi-sebut-indonesia-produsen-vaksin-terbesar</guid><pubDate>Minggu 23 Mei 2021 04:40 WIB</pubDate><dc:creator>Fariza Rizky Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/22/320/2413966/jokowi-sebut-indonesia-produsen-vaksin-terbesar-K7bH5MMdj0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI Siap Jadi Hub-Produksi Vaksin. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/22/320/2413966/jokowi-sebut-indonesia-produsen-vaksin-terbesar-K7bH5MMdj0.jpg</image><title>RI Siap Jadi Hub-Produksi Vaksin. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini merupakan produsen vaksin terbesar Asia Tenggara. Seperti diketahui, PT Bio Farma memiliki kemampuan produksi vaksin Covid-19 hingga 25 juta dosis per bulan.
&amp;ldquo;Dan sebagai produsen vaksin terbesar di Asia Tenggara Indonesia siap untuk menjadi hub bagi peningkatan produksi vaksin di kawasan,&amp;rdquo; katanya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kesehatan Global yang dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden.
Jokowi mengatakan, bahwa hub ini diperlukan untuk menggenjot produksi vaksin Covid-19. Hal ini dilakukan untuk memastikan semua negara mendapatkan akses vaksin sehingga pandemi bisa diatasi.
Pada kesempatan itu, Jokowi menilai suplai vaksin untuk negara berpenghasilan rendah dan negara berkembang masih belum maksimal. Sementara negara kaya sudah menerima begitu banyak dosis vaksin.
&amp;ldquo;Disaat beberapa negara telah mulai memvaksinasi kelompok berisiko rendah yaitu anak-anak dan usia pria, hanya 0,3% suplai vaksin untuk negara berpenghasilan rendah. Kesenjangan itu sangat nyata, ketika 83% dosis vaksin global sudah diterima negara kaya. Sementara negara berkembang hanya terima 17% untuk 47% populasi dunia,&amp;rdquo; paparnya.
Baca selengkapnya: Jokowi: Indonesia Siap Jadi Hub Produksi Vaksin Covid-19 di Asia Tenggara
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini merupakan produsen vaksin terbesar Asia Tenggara. Seperti diketahui, PT Bio Farma memiliki kemampuan produksi vaksin Covid-19 hingga 25 juta dosis per bulan.
&amp;ldquo;Dan sebagai produsen vaksin terbesar di Asia Tenggara Indonesia siap untuk menjadi hub bagi peningkatan produksi vaksin di kawasan,&amp;rdquo; katanya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kesehatan Global yang dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden.
Jokowi mengatakan, bahwa hub ini diperlukan untuk menggenjot produksi vaksin Covid-19. Hal ini dilakukan untuk memastikan semua negara mendapatkan akses vaksin sehingga pandemi bisa diatasi.
Pada kesempatan itu, Jokowi menilai suplai vaksin untuk negara berpenghasilan rendah dan negara berkembang masih belum maksimal. Sementara negara kaya sudah menerima begitu banyak dosis vaksin.
&amp;ldquo;Disaat beberapa negara telah mulai memvaksinasi kelompok berisiko rendah yaitu anak-anak dan usia pria, hanya 0,3% suplai vaksin untuk negara berpenghasilan rendah. Kesenjangan itu sangat nyata, ketika 83% dosis vaksin global sudah diterima negara kaya. Sementara negara berkembang hanya terima 17% untuk 47% populasi dunia,&amp;rdquo; paparnya.
Baca selengkapnya: Jokowi: Indonesia Siap Jadi Hub Produksi Vaksin Covid-19 di Asia Tenggara
</content:encoded></item></channel></rss>
