<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duh, Defisit APBN 2021 Kian Bengkak Jadi Rp138,1 Triliun</title><description>Kemenkeu mencatat realisasi defisit APBN hingga akhir bulan April 2021 mencapai Rp138,1 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/24/320/2414750/duh-defisit-apbn-2021-kian-bengkak-jadi-rp138-1-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/24/320/2414750/duh-defisit-apbn-2021-kian-bengkak-jadi-rp138-1-triliun"/><item><title>Duh, Defisit APBN 2021 Kian Bengkak Jadi Rp138,1 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/24/320/2414750/duh-defisit-apbn-2021-kian-bengkak-jadi-rp138-1-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/24/320/2414750/duh-defisit-apbn-2021-kian-bengkak-jadi-rp138-1-triliun</guid><pubDate>Senin 24 Mei 2021 16:10 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/24/320/2414750/duh-defisit-apbn-2021-kian-bengkak-jadi-rp138-1-triliun-VL2wYFwb04.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/24/320/2414750/duh-defisit-apbn-2021-kian-bengkak-jadi-rp138-1-triliun-VL2wYFwb04.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir bulan April 2021 mencapai Rp138,1 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 0,83% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Menteri Keuangan (Menkeu) merinci posisi defisit tersebut terjadi akibat penerimaan negara yang hanya tumbuh 6,5% secara year on year (yoy) atau setara Rp585 triliun. Sementara, belanja negara tumbuh hingga 15,9% yoy mencapai Rp723 triliun.
&quot;Realisasi penerimaan negara tercatat Rp 585,0 triliun atau 33,5% dari target Rp1.743,6 triliun sampai 30 April 2021. Angka tersebut tumbuh 6,5% dibandingkan periode yang sama dari tahun sebelumnya,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (24/5/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Sebut Jatim Paling Banyak Nimbun Duit Pemda
Dia menekankan, tahun ini pemerintah tetap berusaha menjaga agar defisit APBN sesuai target yakni 5,7% terhadap PDB.
&amp;ldquo;APBN all out dari kuartal I-2021 hingga April. Betul-betul membaik ke arah ekonomi kita dari negatif untuk masuk ke zona positif,&quot; tandasnya.Sebagai informasi, penerimaan negara yang berasal dari pajak baru mencapai Rp374,9 triliun atau baru 30,5% dari target Rp1.229,6 triliun. Angka ini masih terkontraksi 0,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sedangkan dari kepabeanan dan cukai terealisasi Rp78,7 triliun atau sudah 36,6% dari target Rp215,0 triliun. Angka ini tumbuh 36,5%. Penerimaan yang berasal dari PNBP sebesar Rp131,3 triliun atau tumbuh 14,9%, sedangkan dari hibah realisasinya Rp 0,1 triliun atau terkontraksi 94,2%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Ngebut Kejar Setoran Pajak
Sementara itu, dari sisi belanja negara realisasinya Rp723,0 triliun atau tumbuh 15,9% dan sudah 26,4% dari target Rp2.750,0 triliun. Dari realisasi ini, anggaran belanja pemerintah pusat sudah mencapai 25,1% atau setara Rp489,8 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir bulan April 2021 mencapai Rp138,1 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 0,83% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Menteri Keuangan (Menkeu) merinci posisi defisit tersebut terjadi akibat penerimaan negara yang hanya tumbuh 6,5% secara year on year (yoy) atau setara Rp585 triliun. Sementara, belanja negara tumbuh hingga 15,9% yoy mencapai Rp723 triliun.
&quot;Realisasi penerimaan negara tercatat Rp 585,0 triliun atau 33,5% dari target Rp1.743,6 triliun sampai 30 April 2021. Angka tersebut tumbuh 6,5% dibandingkan periode yang sama dari tahun sebelumnya,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (24/5/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Sebut Jatim Paling Banyak Nimbun Duit Pemda
Dia menekankan, tahun ini pemerintah tetap berusaha menjaga agar defisit APBN sesuai target yakni 5,7% terhadap PDB.
&amp;ldquo;APBN all out dari kuartal I-2021 hingga April. Betul-betul membaik ke arah ekonomi kita dari negatif untuk masuk ke zona positif,&quot; tandasnya.Sebagai informasi, penerimaan negara yang berasal dari pajak baru mencapai Rp374,9 triliun atau baru 30,5% dari target Rp1.229,6 triliun. Angka ini masih terkontraksi 0,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sedangkan dari kepabeanan dan cukai terealisasi Rp78,7 triliun atau sudah 36,6% dari target Rp215,0 triliun. Angka ini tumbuh 36,5%. Penerimaan yang berasal dari PNBP sebesar Rp131,3 triliun atau tumbuh 14,9%, sedangkan dari hibah realisasinya Rp 0,1 triliun atau terkontraksi 94,2%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Ngebut Kejar Setoran Pajak
Sementara itu, dari sisi belanja negara realisasinya Rp723,0 triliun atau tumbuh 15,9% dan sudah 26,4% dari target Rp2.750,0 triliun. Dari realisasi ini, anggaran belanja pemerintah pusat sudah mencapai 25,1% atau setara Rp489,8 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
