<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Seluruh Gerai Giant Ditutup, Aprindo Berduka: Kondisi Ritel Modern Sangat Rawan</title><description>PT Hero Supermarket Tbk (HERO) akan menutup seluruh gerai Giant di  Indonesia. Penutupan seluruh gerai Giant akan dilakukan pada Juli 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/25/320/2415231/seluruh-gerai-giant-ditutup-aprindo-berduka-kondisi-ritel-modern-sangat-rawan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/25/320/2415231/seluruh-gerai-giant-ditutup-aprindo-berduka-kondisi-ritel-modern-sangat-rawan"/><item><title>Seluruh Gerai Giant Ditutup, Aprindo Berduka: Kondisi Ritel Modern Sangat Rawan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/25/320/2415231/seluruh-gerai-giant-ditutup-aprindo-berduka-kondisi-ritel-modern-sangat-rawan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/25/320/2415231/seluruh-gerai-giant-ditutup-aprindo-berduka-kondisi-ritel-modern-sangat-rawan</guid><pubDate>Selasa 25 Mei 2021 14:06 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/25/320/2415231/seluruh-gerai-giant-ditutup-aprindo-berduka-kondisi-ritel-modern-sangat-rawan-nezlmWrZ7I.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Minimarket (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/25/320/2415231/seluruh-gerai-giant-ditutup-aprindo-berduka-kondisi-ritel-modern-sangat-rawan-nezlmWrZ7I.jpg</image><title>Minimarket (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Hero Supermarket Tbk (HERO) akan menutup seluruh gerai Giant di Indonesia. Penutupan seluruh gerai Giant akan dilakukan pada Juli 2021.
Hero Group berencana mengubah lima gerai giant menjadi IKEA yang menjadi fokus baru Hero Group. Menanggapi hal itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengaku berduka atas ditutupnya Giant pada bulan depan.
Baca Juga:&amp;nbsp; Gerai Ditutup, Bekas Giant Disulap Jadi IKEA hingga Hero
 
&quot;Ini adalah bentuk situasi pada ritel modern yang sangat rawan. Kalau kita melihat rekan kita Hero Group punya berita ini, terus terang Aprindo berduka,&quot; ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (25/5/2021)
Dia menjelaskan bahwa ditutupnya Giant menunjukkan bahwa saat ini ritel modern sudah pada titik nadir. Untuk itu diperlukan campuran tangan pemerintah agar tidak semakin banyak lagi yang kolaps.
Baca Juga:&amp;nbsp; Seluruh Gerai Giant Ditutup Akhir Juli 2021, Saham HERO 'Kebakaran'
 
&quot;Hal ini menunjukkan bahwa ritel modern sudah pada titik nadir Kita berduka karena Giant adalah anggota Aprindo. Bila tidak ada perhatian serius dari pemerintah untuk memberikan relaksasi atau insentif pada sektor ritel, maka yang terjadi pada Giant ini tinggal menunggu waktu lagi akan terjadi keberbagai ritel modern lainnya yang ada di Indonesia,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8xOS8xLzEyNzYxNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Roy mengungkapkan bahwa sebenarnya pemerintah sudah berjanji akan  memberikan insentif atau relaksasi kepada bagi peritel modern, namun  sampai saat ini belum ada keputusannya.Bahkan sektor ritel di APBN 2021  tidak menjadi sektor prioritas, yang perlu dipertahankan dan dijaga.  Padahal sektor ritel modern ini juga berkontribusi pada PDB nasional.
&quot;Ritel juga belum mendapatkan janji dari pemerintah soal insentif.  Ritel modern itu adalah tempat terciptanya konsumsi rumah tangga. Dan  konsumsi rumah tangga merupakan pembentuk PDB nasional sebesar 57,6%,&quot; tambahnya
&quot;Ritel modern ini merupakan sektor yang harus buka setiap hari  setelah rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tapi justru kita  tidak dimasukkan dalam sektor prioritas,&quot; tandasnya
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Hero Supermarket Tbk (HERO) akan menutup seluruh gerai Giant di Indonesia. Penutupan seluruh gerai Giant akan dilakukan pada Juli 2021.
Hero Group berencana mengubah lima gerai giant menjadi IKEA yang menjadi fokus baru Hero Group. Menanggapi hal itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengaku berduka atas ditutupnya Giant pada bulan depan.
Baca Juga:&amp;nbsp; Gerai Ditutup, Bekas Giant Disulap Jadi IKEA hingga Hero
 
&quot;Ini adalah bentuk situasi pada ritel modern yang sangat rawan. Kalau kita melihat rekan kita Hero Group punya berita ini, terus terang Aprindo berduka,&quot; ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (25/5/2021)
Dia menjelaskan bahwa ditutupnya Giant menunjukkan bahwa saat ini ritel modern sudah pada titik nadir. Untuk itu diperlukan campuran tangan pemerintah agar tidak semakin banyak lagi yang kolaps.
Baca Juga:&amp;nbsp; Seluruh Gerai Giant Ditutup Akhir Juli 2021, Saham HERO 'Kebakaran'
 
&quot;Hal ini menunjukkan bahwa ritel modern sudah pada titik nadir Kita berduka karena Giant adalah anggota Aprindo. Bila tidak ada perhatian serius dari pemerintah untuk memberikan relaksasi atau insentif pada sektor ritel, maka yang terjadi pada Giant ini tinggal menunggu waktu lagi akan terjadi keberbagai ritel modern lainnya yang ada di Indonesia,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8xOS8xLzEyNzYxNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Roy mengungkapkan bahwa sebenarnya pemerintah sudah berjanji akan  memberikan insentif atau relaksasi kepada bagi peritel modern, namun  sampai saat ini belum ada keputusannya.Bahkan sektor ritel di APBN 2021  tidak menjadi sektor prioritas, yang perlu dipertahankan dan dijaga.  Padahal sektor ritel modern ini juga berkontribusi pada PDB nasional.
&quot;Ritel juga belum mendapatkan janji dari pemerintah soal insentif.  Ritel modern itu adalah tempat terciptanya konsumsi rumah tangga. Dan  konsumsi rumah tangga merupakan pembentuk PDB nasional sebesar 57,6%,&quot; tambahnya
&quot;Ritel modern ini merupakan sektor yang harus buka setiap hari  setelah rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tapi justru kita  tidak dimasukkan dalam sektor prioritas,&quot; tandasnya
</content:encoded></item></channel></rss>
