<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di Level 3,5%</title><description>Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 24-25 Mei 2021 memutuskan untuk menahan BI 7-Day Reverse Repo Rate.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/25/320/2415263/bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-3-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/25/320/2415263/bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-3-5"/><item><title>   BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di Level 3,5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/25/320/2415263/bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-3-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/25/320/2415263/bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-3-5</guid><pubDate>Selasa 25 Mei 2021 14:51 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/25/320/2415263/bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-3-5-eQWbmbgek9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/25/320/2415263/bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-3-5-eQWbmbgek9.jpg</image><title>Bank Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 24-25 Mei  2021 memutuskan untuk menahan suku bunga BI atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 3,5% basis point (bps). Sedangkan suku bunga Deposit Facility tetap  menjadi 2,75% dan suku bunga Lending Facility juga ditahan  di level 4,25%.

&quot;Berdasarkan assessment secara keseluruhan Rapat Dewan Gubernur BI pada tanggal 24 sampai 25 Mei  memutuskan untuk menahan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate sebesar 3,5%. Keputusan ini mempertimbangkan perlunya stabilitas nilai tukar rupiah dan akselerasi ekonomi,&quot; kata Gubenur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Selasa (25/5/2021)
Baca Juga:&amp;nbsp;Suku Bunga BI Diprediksi Akan Kembali Ditahan pada 3,5%&amp;nbsp;
Perry mengatakan, keputusan ini mempertimbangkan perkiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas eksternal yang terjaga. Ditambah sebagai langkah lanjutan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Menurut dia, keputusan ini melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar. Memperkuat strategi operasi moneter untuk mendukung stance kebijakan moneter akomodatif.

&quot;Keputusan ini konsisten mendukung pemulihan ekonomi,&quot; jelasnya.

Dia menambahkan, suku bunga diturunkan akan memperkuat fundamental ekonomi serta memperkuat strategi operasi moneter.

&quot;Kita memastikan bekerjanya mekanisme pasar dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah, baik pusat dan daerah. Dan melanjutkan operasi moneter,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 24-25 Mei  2021 memutuskan untuk menahan suku bunga BI atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 3,5% basis point (bps). Sedangkan suku bunga Deposit Facility tetap  menjadi 2,75% dan suku bunga Lending Facility juga ditahan  di level 4,25%.

&quot;Berdasarkan assessment secara keseluruhan Rapat Dewan Gubernur BI pada tanggal 24 sampai 25 Mei  memutuskan untuk menahan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate sebesar 3,5%. Keputusan ini mempertimbangkan perlunya stabilitas nilai tukar rupiah dan akselerasi ekonomi,&quot; kata Gubenur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Selasa (25/5/2021)
Baca Juga:&amp;nbsp;Suku Bunga BI Diprediksi Akan Kembali Ditahan pada 3,5%&amp;nbsp;
Perry mengatakan, keputusan ini mempertimbangkan perkiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas eksternal yang terjaga. Ditambah sebagai langkah lanjutan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Menurut dia, keputusan ini melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar. Memperkuat strategi operasi moneter untuk mendukung stance kebijakan moneter akomodatif.

&quot;Keputusan ini konsisten mendukung pemulihan ekonomi,&quot; jelasnya.

Dia menambahkan, suku bunga diturunkan akan memperkuat fundamental ekonomi serta memperkuat strategi operasi moneter.

&quot;Kita memastikan bekerjanya mekanisme pasar dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah, baik pusat dan daerah. Dan melanjutkan operasi moneter,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
