<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kawasan Industri BUMN Dapat Pasokan Gas Bumi, Berapa Besarannya?</title><description>Pemerintah terus melakukan pengembangan Kawasan Industri (KI) di luar Pulau Jawa.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/27/320/2416395/kawasan-industri-bumn-dapat-pasokan-gas-bumi-berapa-besarannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/27/320/2416395/kawasan-industri-bumn-dapat-pasokan-gas-bumi-berapa-besarannya"/><item><title>Kawasan Industri BUMN Dapat Pasokan Gas Bumi, Berapa Besarannya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/27/320/2416395/kawasan-industri-bumn-dapat-pasokan-gas-bumi-berapa-besarannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/27/320/2416395/kawasan-industri-bumn-dapat-pasokan-gas-bumi-berapa-besarannya</guid><pubDate>Kamis 27 Mei 2021 19:18 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/27/320/2416395/kawasan-industri-bumn-dapat-pasokan-gas-bumi-berapa-besarannya-3w4FNM7Z4F.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kawasan Industri (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/27/320/2416395/kawasan-industri-bumn-dapat-pasokan-gas-bumi-berapa-besarannya-3w4FNM7Z4F.jpg</image><title>Kawasan Industri (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah terus melakukan pengembangan Kawasan Industri (KI) di luar Pulau Jawa. Di mana hal ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) M. Haryo Yunianto mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mendorong daya saing industri agar dapat menumbuhkan ekonomi nasional serta meningkatkan pemanfaatan gas bumi nasional. Apalagi, sesuai dengan arahan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pihaknya diharapkan untuk menjadi pemasok gas bumi dapat menjadi penyedia dan berkolaborasi dengan Kawasan Industri (KI) BUMN untuk menyediakan kebutuhan energi yang ramah lingkungan.
Baca Juga: PGN Bakal Pasok Gas Bumi ke Kawasan Industri Kendal dan Batang 
 
Dengan portofolio pasokan terkontrak dengan pemasok di hulu kurang lebih 1.000 BBTUD, PGN diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan gas bumi di KI. Menurutnya, hal ini juga selaras dengan program gasifikasi program gasifikasi Pembangkit Listrik sesuai Permen ESDM 13/2020 yang sedang dijalankan PGN untuk mendorong pertumbuhan industri di kawasan Indonesia Timur.
&amp;ldquo;Target PGN dalam jangka pendek adalah segera melaksanakan joint study bersama dengan pengelola Kawasan Industri untuk memetakan potensi kebutuhan gas bumi beserta moda transportasinya di Kawasan Industri. Saat ini Indonesia juga sudah memasuki era LNG, sehingga infrastruktur pendukung seperti virtual pipeline dapat dibangun untuk menjangkau wilayah Indonesia Timur secara lebih luas,&amp;rdquo; ujarnya dalam keteranganya, Kamis (27/5/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Investor Datang Bawa Duit ke KIT Batang, BKPM Urus Semua Izinnya 
 
Haryo menambahkan, kolaborasi dengan KI BUMN sejalan dengan target Kemenperin untuk terciptanya 156 Kawasan Industri dengan jumlah lahan 65.000 ha Industri hingga akhir tahun 2021. Per juni 2020, terdapat 118 kawasan industri di Indonesia dengan lahan sekitar 51.861 ha.
&amp;ldquo;PGN terus mendorong agar kerjasama dengan kawasan industri dapat segera terealisasi, khususnya di KI di wilayah Indonesia Timur. Mengingat sampai saat ini, KI di Indonesia masih dominan di wilayah Indonesia Bagian Barat,&amp;rdquo; jelas Haryo.Secara keseluruhan, PGN telah menyalurkan gas bumi kepada 75 Kawasan  Industri di Indonesia. Di Sumatera sebanyak 14 KI, Jawa Barat sebanyak  42 KI, dan Jateng &amp;amp; Jatim 19 KI.
Sementara untuk jumlah pelanggan industri yang dilayani sebanyak 636  Industri dengan volume sebesar 236 BBTUD. Beberapa sektor industri yang  menyerap volume besar adalah petrokimia, industri logam dan baja,  keramik, kaca/ glassware, pulp &amp;amp; paper, tekstil hulu.
&amp;ldquo;Agar tepat mutu dan biaya dan sesuai dengan peraturan yang berlaku,  commercial to End User by PGN akan diberlakukan. Hal ini dikarenakan PGN  akan langsung menyalurkan gas bumi ke pengguna akhir. Dalam hal ini  mengacu kepada pasca terbitnya Permen ESDM 6/2016 yang melarang  penjualan atau niaga gas bumi bertingkat. Skema gas agent atau kerjasama  komoditas sudah tidak diperkenankan,&amp;rdquo; kata Haryo.
Haryo menanbahkan, pihaknya juga akan mendukung upaya menuju  Eco-Industrial Park/ Estate dengan aspek lingkungan (environment),  sosial (social), dan tata Kelola perusahaan (governance) pada kawasan  industri. Diharapkan kerjasama ini dapat meningkatkan daya saing  kawasan.
Penggunaan gas bumi ini akan lebih ramah lingkungan dan dapat  mendorong efisiensi energi.Gas bumi sendiri mempunyai nilai lebih yaitu  lebih rendah emisi, sekitar 50-60 Ton CO2/ TJ. Nilai kalornya tinggi  yaitu sebesar 12.500 kcal per kilogram (kg), dua kali lebih tinggi dari  batu bara yang nilai kalornya sebesar 6.000 kcal/kg.
&quot;PGN akan menggunakan parameter-parameter kunci komersial yang tepat  dalam kolaborasi antara PGN dan pengelola Kawasan Industri sehingga  menguntungkan kedua belah pihak. Di sisi lain tetap memperhatikan faktor  teknis yang tepat dalam pengembangan infrastruktur gasnya agar  pemanfaatan gas bumi dapat benar-benar meningkatkan daya saing industri  guna memacu pertumbuhan ekonomi nasional yang berkualitas,&quot; jelas Haryo.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah terus melakukan pengembangan Kawasan Industri (KI) di luar Pulau Jawa. Di mana hal ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) M. Haryo Yunianto mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mendorong daya saing industri agar dapat menumbuhkan ekonomi nasional serta meningkatkan pemanfaatan gas bumi nasional. Apalagi, sesuai dengan arahan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pihaknya diharapkan untuk menjadi pemasok gas bumi dapat menjadi penyedia dan berkolaborasi dengan Kawasan Industri (KI) BUMN untuk menyediakan kebutuhan energi yang ramah lingkungan.
Baca Juga: PGN Bakal Pasok Gas Bumi ke Kawasan Industri Kendal dan Batang 
 
Dengan portofolio pasokan terkontrak dengan pemasok di hulu kurang lebih 1.000 BBTUD, PGN diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan gas bumi di KI. Menurutnya, hal ini juga selaras dengan program gasifikasi program gasifikasi Pembangkit Listrik sesuai Permen ESDM 13/2020 yang sedang dijalankan PGN untuk mendorong pertumbuhan industri di kawasan Indonesia Timur.
&amp;ldquo;Target PGN dalam jangka pendek adalah segera melaksanakan joint study bersama dengan pengelola Kawasan Industri untuk memetakan potensi kebutuhan gas bumi beserta moda transportasinya di Kawasan Industri. Saat ini Indonesia juga sudah memasuki era LNG, sehingga infrastruktur pendukung seperti virtual pipeline dapat dibangun untuk menjangkau wilayah Indonesia Timur secara lebih luas,&amp;rdquo; ujarnya dalam keteranganya, Kamis (27/5/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Investor Datang Bawa Duit ke KIT Batang, BKPM Urus Semua Izinnya 
 
Haryo menambahkan, kolaborasi dengan KI BUMN sejalan dengan target Kemenperin untuk terciptanya 156 Kawasan Industri dengan jumlah lahan 65.000 ha Industri hingga akhir tahun 2021. Per juni 2020, terdapat 118 kawasan industri di Indonesia dengan lahan sekitar 51.861 ha.
&amp;ldquo;PGN terus mendorong agar kerjasama dengan kawasan industri dapat segera terealisasi, khususnya di KI di wilayah Indonesia Timur. Mengingat sampai saat ini, KI di Indonesia masih dominan di wilayah Indonesia Bagian Barat,&amp;rdquo; jelas Haryo.Secara keseluruhan, PGN telah menyalurkan gas bumi kepada 75 Kawasan  Industri di Indonesia. Di Sumatera sebanyak 14 KI, Jawa Barat sebanyak  42 KI, dan Jateng &amp;amp; Jatim 19 KI.
Sementara untuk jumlah pelanggan industri yang dilayani sebanyak 636  Industri dengan volume sebesar 236 BBTUD. Beberapa sektor industri yang  menyerap volume besar adalah petrokimia, industri logam dan baja,  keramik, kaca/ glassware, pulp &amp;amp; paper, tekstil hulu.
&amp;ldquo;Agar tepat mutu dan biaya dan sesuai dengan peraturan yang berlaku,  commercial to End User by PGN akan diberlakukan. Hal ini dikarenakan PGN  akan langsung menyalurkan gas bumi ke pengguna akhir. Dalam hal ini  mengacu kepada pasca terbitnya Permen ESDM 6/2016 yang melarang  penjualan atau niaga gas bumi bertingkat. Skema gas agent atau kerjasama  komoditas sudah tidak diperkenankan,&amp;rdquo; kata Haryo.
Haryo menanbahkan, pihaknya juga akan mendukung upaya menuju  Eco-Industrial Park/ Estate dengan aspek lingkungan (environment),  sosial (social), dan tata Kelola perusahaan (governance) pada kawasan  industri. Diharapkan kerjasama ini dapat meningkatkan daya saing  kawasan.
Penggunaan gas bumi ini akan lebih ramah lingkungan dan dapat  mendorong efisiensi energi.Gas bumi sendiri mempunyai nilai lebih yaitu  lebih rendah emisi, sekitar 50-60 Ton CO2/ TJ. Nilai kalornya tinggi  yaitu sebesar 12.500 kcal per kilogram (kg), dua kali lebih tinggi dari  batu bara yang nilai kalornya sebesar 6.000 kcal/kg.
&quot;PGN akan menggunakan parameter-parameter kunci komersial yang tepat  dalam kolaborasi antara PGN dan pengelola Kawasan Industri sehingga  menguntungkan kedua belah pihak. Di sisi lain tetap memperhatikan faktor  teknis yang tepat dalam pengembangan infrastruktur gasnya agar  pemanfaatan gas bumi dapat benar-benar meningkatkan daya saing industri  guna memacu pertumbuhan ekonomi nasional yang berkualitas,&quot; jelas Haryo.</content:encoded></item></channel></rss>
