<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Meraup Cuan dari Bisnis Sportswear di Tengah Pandemi Covid-19, Begini Caranya</title><description>Di tengah pandemi covid19 ternyata justru menjadi momentum penjualan bagi bisnis sportswear lokal yaitu KYCK Sports.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/27/455/2416364/meraup-cuan-dari-bisnis-sportswear-di-tengah-pandemi-covid-19-begini-caranya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/27/455/2416364/meraup-cuan-dari-bisnis-sportswear-di-tengah-pandemi-covid-19-begini-caranya"/><item><title>Meraup Cuan dari Bisnis Sportswear di Tengah Pandemi Covid-19, Begini Caranya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/27/455/2416364/meraup-cuan-dari-bisnis-sportswear-di-tengah-pandemi-covid-19-begini-caranya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/27/455/2416364/meraup-cuan-dari-bisnis-sportswear-di-tengah-pandemi-covid-19-begini-caranya</guid><pubDate>Kamis 27 Mei 2021 18:38 WIB</pubDate><dc:creator>Hafid Fuad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/27/455/2416364/meraup-cuan-dari-bisnis-sportswear-di-tengah-pandemi-covid-19-begini-caranya-OU65AYEEfk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/27/455/2416364/meraup-cuan-dari-bisnis-sportswear-di-tengah-pandemi-covid-19-begini-caranya-OU65AYEEfk.jpg</image><title>Uang Rupiah (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Di tengah pandemi covid-19 ternyata justru menjadi momentum penjualan bagi bisnis sportswear lokal yaitu KYCK Sports.
Dilansir dari akun YouTube milik DPMPTSP DKI Jakarta (27/5/2021), sang pemilik brand Ahmad Syahab mengaku justru mendirikan toko fisik di masa pandemi ini karena potensinya sangat bagus.
&quot;Kami fokus pada baju dan sepatu sepakbola dan futsal. Awal pandemi memang kondisi kami tertekan. Tapi kami terus berinovasi seperti fokus ke sepatu casual dan menggandeng brand ambassador,&quot; ujar Ahmad dalam wawancaranya di akun YouTube tersebut.
Baca Juga: Kerajinan Anyaman Tas Plastik dan Pandan Diekspor ke Australia hingga UEA
 
Dia bercerita di masa pandemi justru potensial karena masyarakat ramai berkegiatan olahraga dan menyisihkan waktunya untuk berolahraga. Mulai dari olahraga sepeda, jalan kaki, joging, sepakbola, ataupun futsal.
&quot;Karena itu penjualan jersey meningkat. Karena tidak hanya untuk main bola saja tapi olahraga umum juga bisa dipakai. Sepatu kami perbanyak yang casual sehingga bisa juga untuk yang main sepeda. Itu strategi kami,&quot; jelasnya.
Baca Juga: Pengrajin Sanggul Brebes, Langganan Pejabat hingga Masuk Pasar Ekspor
 
Keunggulan lainnya dari KYCK Sports adalah mengandalkan produk domestik. Karena menurutnya secara kualitas tidak kalah dari brand asing. Ini juga cocok dengan pemilihan brand ambassador atlit nasional baik dari sepakbola ataupun futsal. Bahkan di tengah liga yang vakum, dirinya tidak kehabisan akal dan terbukti para brand ambassador efektif dalam mempromosikan produknya.
&quot;Fokus kami memilih atlit yang tetap aktif mengedukasi para followersnya. Lalu kami gelar main bareng rutin setiap bulan untuk mendekatkan dengan segmen market kami,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wNS8xMy81LzEzMzM2Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Materi edukasi juga diberikan seperti tips untuk masuk ke dunia  olahraga profesional. Lalu juga edukasi untuk menjaga produk sportswear  tetap awet. Caranya jangan menggunakan mesin cuci untuk mencuci jersey,  tidak disikat, diperas, agar tetap terjaga sablonnya. Berikutnya untuk  sepatu harus rutin dilap selepas digunakan, dan jangan disimpan di  tempat lembab atau sirkulasi udara cukup. Terakhir pakai catokan sepatu  untuk menjaga ukuran sepatu tidak menyusut.
Mengutip publikasi Ken Research India tentang Indonesia Sportswear  Market Outlook to 2023 yang dirilis September 2019 mengungkapkan,  industri pakaian dan perlengkapan olahraga di Tanah Air menunjukkan  perkembangan yang baik sepanjang 2013 sampai 2018 tumbuh dengan  rata-rata 8,3%. Artinya, masa depan bisnis perlengkapan dan pakaian  olahraga ini cukup menjanjikan.</description><content:encoded>JAKARTA - Di tengah pandemi covid-19 ternyata justru menjadi momentum penjualan bagi bisnis sportswear lokal yaitu KYCK Sports.
Dilansir dari akun YouTube milik DPMPTSP DKI Jakarta (27/5/2021), sang pemilik brand Ahmad Syahab mengaku justru mendirikan toko fisik di masa pandemi ini karena potensinya sangat bagus.
&quot;Kami fokus pada baju dan sepatu sepakbola dan futsal. Awal pandemi memang kondisi kami tertekan. Tapi kami terus berinovasi seperti fokus ke sepatu casual dan menggandeng brand ambassador,&quot; ujar Ahmad dalam wawancaranya di akun YouTube tersebut.
Baca Juga: Kerajinan Anyaman Tas Plastik dan Pandan Diekspor ke Australia hingga UEA
 
Dia bercerita di masa pandemi justru potensial karena masyarakat ramai berkegiatan olahraga dan menyisihkan waktunya untuk berolahraga. Mulai dari olahraga sepeda, jalan kaki, joging, sepakbola, ataupun futsal.
&quot;Karena itu penjualan jersey meningkat. Karena tidak hanya untuk main bola saja tapi olahraga umum juga bisa dipakai. Sepatu kami perbanyak yang casual sehingga bisa juga untuk yang main sepeda. Itu strategi kami,&quot; jelasnya.
Baca Juga: Pengrajin Sanggul Brebes, Langganan Pejabat hingga Masuk Pasar Ekspor
 
Keunggulan lainnya dari KYCK Sports adalah mengandalkan produk domestik. Karena menurutnya secara kualitas tidak kalah dari brand asing. Ini juga cocok dengan pemilihan brand ambassador atlit nasional baik dari sepakbola ataupun futsal. Bahkan di tengah liga yang vakum, dirinya tidak kehabisan akal dan terbukti para brand ambassador efektif dalam mempromosikan produknya.
&quot;Fokus kami memilih atlit yang tetap aktif mengedukasi para followersnya. Lalu kami gelar main bareng rutin setiap bulan untuk mendekatkan dengan segmen market kami,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wNS8xMy81LzEzMzM2Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Materi edukasi juga diberikan seperti tips untuk masuk ke dunia  olahraga profesional. Lalu juga edukasi untuk menjaga produk sportswear  tetap awet. Caranya jangan menggunakan mesin cuci untuk mencuci jersey,  tidak disikat, diperas, agar tetap terjaga sablonnya. Berikutnya untuk  sepatu harus rutin dilap selepas digunakan, dan jangan disimpan di  tempat lembab atau sirkulasi udara cukup. Terakhir pakai catokan sepatu  untuk menjaga ukuran sepatu tidak menyusut.
Mengutip publikasi Ken Research India tentang Indonesia Sportswear  Market Outlook to 2023 yang dirilis September 2019 mengungkapkan,  industri pakaian dan perlengkapan olahraga di Tanah Air menunjukkan  perkembangan yang baik sepanjang 2013 sampai 2018 tumbuh dengan  rata-rata 8,3%. Artinya, masa depan bisnis perlengkapan dan pakaian  olahraga ini cukup menjanjikan.</content:encoded></item></channel></rss>
