<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut Ingin Bumbu Indonesia Tenar di Dunia</title><description>Luhut Pandjaitan mengatakan kekayaan warisan nenek moyang RI yakni bumbu tradisional sedang digaungkan kembali.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/28/320/2416876/menko-luhut-ingin-bumbu-indonesia-tenar-di-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/28/320/2416876/menko-luhut-ingin-bumbu-indonesia-tenar-di-dunia"/><item><title>Menko Luhut Ingin Bumbu Indonesia Tenar di Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/28/320/2416876/menko-luhut-ingin-bumbu-indonesia-tenar-di-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/28/320/2416876/menko-luhut-ingin-bumbu-indonesia-tenar-di-dunia</guid><pubDate>Jum'at 28 Mei 2021 17:12 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/28/320/2416876/menko-luhut-ingin-bumbu-indonesia-tenar-di-dunia-m2s7t46N3b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/28/320/2416876/menko-luhut-ingin-bumbu-indonesia-tenar-di-dunia-m2s7t46N3b.jpg</image><title>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengatakan kekayaan warisan nenek moyang RI yakni bumbu tradisional sedang digaungkan kembali. Bumbu tradisional digaungkan dalam program bertajuk Indonesia Spice Up The World yang merupakan kerja sama lintas sektor kementerian dan lembaga.
Baca Juga: Menko Luhut: Proyek Industri Hijau Terbesar Dunia Bakal Ada di RI
 
&amp;ldquo;Tujuan utamanya adalah meningkatkan pertumbuhan ekspor pangan olahan, terutama bumbu melalui pemanfaatan rantai produksi global serta perluasan target pasar,&amp;rdquo; ucap Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut B. Pandjaitan di Jakarta, Jumat (28/5/2021).
Dirinya menyakan bahwa program ini dicanangkan atas keprihatinan terkait kurang dikenalnya bumbu asli Indonesia padahal memiliki cita rasa yang khas dan potensi yang tinggi. Dilihat dari pemenuhan pasar mancanegara, menurut Menko Luhut, Indonesia hanya mampu memenuhi 0,67% kebutuhan bumbu di Afrika dan sekitar 3,87% kebutuhan di Australia.
Baca Juga: Atasi Banjir Jakarta, Menko Luhut: Perlu Integrasi Hulu hingga Hilir
 
&amp;ldquo;Indonesia perlu mendorong peningkatan produk bumbu masakan dan restoran sebagai etalase kuliner Indonesia di luar negeri,&amp;rdquo; imbuhnya.Dalam kesempatan yang sama Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi  mengatakan ukungan dari Kementerian Perdagangan atas program ini  terlihat dengan penunjukan Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional sebagai  penanggung jawab.
&amp;ldquo;Kami di Kementerian Perdagangan saat ini tengah membuat pemetaan  terkait rantai perdagangan bumbu dan rempah ini, khususnya untuk wilayah  Afrika. Terkait dengan peluncuran Indonesia Spice Up The World di World  Expo di Dubai mendatang, kami akan terus berkoordinasi dengan  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengatakan kekayaan warisan nenek moyang RI yakni bumbu tradisional sedang digaungkan kembali. Bumbu tradisional digaungkan dalam program bertajuk Indonesia Spice Up The World yang merupakan kerja sama lintas sektor kementerian dan lembaga.
Baca Juga: Menko Luhut: Proyek Industri Hijau Terbesar Dunia Bakal Ada di RI
 
&amp;ldquo;Tujuan utamanya adalah meningkatkan pertumbuhan ekspor pangan olahan, terutama bumbu melalui pemanfaatan rantai produksi global serta perluasan target pasar,&amp;rdquo; ucap Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut B. Pandjaitan di Jakarta, Jumat (28/5/2021).
Dirinya menyakan bahwa program ini dicanangkan atas keprihatinan terkait kurang dikenalnya bumbu asli Indonesia padahal memiliki cita rasa yang khas dan potensi yang tinggi. Dilihat dari pemenuhan pasar mancanegara, menurut Menko Luhut, Indonesia hanya mampu memenuhi 0,67% kebutuhan bumbu di Afrika dan sekitar 3,87% kebutuhan di Australia.
Baca Juga: Atasi Banjir Jakarta, Menko Luhut: Perlu Integrasi Hulu hingga Hilir
 
&amp;ldquo;Indonesia perlu mendorong peningkatan produk bumbu masakan dan restoran sebagai etalase kuliner Indonesia di luar negeri,&amp;rdquo; imbuhnya.Dalam kesempatan yang sama Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi  mengatakan ukungan dari Kementerian Perdagangan atas program ini  terlihat dengan penunjukan Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional sebagai  penanggung jawab.
&amp;ldquo;Kami di Kementerian Perdagangan saat ini tengah membuat pemetaan  terkait rantai perdagangan bumbu dan rempah ini, khususnya untuk wilayah  Afrika. Terkait dengan peluncuran Indonesia Spice Up The World di World  Expo di Dubai mendatang, kami akan terus berkoordinasi dengan  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
