<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Ingatkan Dampak Rebalancing Ekonomi China</title><description>Menkeu Sri Mulyani mengatakan bahwa Indonesia perlu antisipasi keberlanjutan dari proses rebalancing ekonomi China.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/31/320/2417873/sri-mulyani-ingatkan-dampak-rebalancing-ekonomi-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/31/320/2417873/sri-mulyani-ingatkan-dampak-rebalancing-ekonomi-china"/><item><title>Sri Mulyani Ingatkan Dampak Rebalancing Ekonomi China</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/31/320/2417873/sri-mulyani-ingatkan-dampak-rebalancing-ekonomi-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/31/320/2417873/sri-mulyani-ingatkan-dampak-rebalancing-ekonomi-china</guid><pubDate>Senin 31 Mei 2021 12:41 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/31/320/2417873/sri-mulyani-ingatkan-dampak-rebalancing-ekonomi-china-u2ExcvSk4b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/31/320/2417873/sri-mulyani-ingatkan-dampak-rebalancing-ekonomi-china-u2ExcvSk4b.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa Indonesia perlu antisipasi keberlanjutan dari proses rebalancing (keseimbang kembali), ekonomi China yang merupakan ekonomi terbesar kedua di dunia. Menurutnya dengan reblancing China akan memengaruhi harga komoditas dan memberikan dampak negatif pada seluruh perekonomian dunia.
Selain itu, kata dia, permasalahan global seperti kecenderungan geopolitik yang kemudian mengadopsi proteksionisme, tensi geopolitik dalam perdagangan global, isu perubahan iklim juga menjadi hal yang perlu diwaspadai.
&quot;Pemerintah sependapat bahwa risiko- risiko  ini harus bisa dimitigasi dengan berbagai langkah kebijalan yang sifatnya antisipatif,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (31/5/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Aksi Sri Mulyani Nyanyi Bareng Once
Mantan anggota Bank Dunia ini memiliki rencana jangka pendek. Lantaran, langkah utama untuk mengantisipasi risiko global itu memastikan penanganan pandemi dan pelaksanaan vaksinasi dapat berjalan efektif serta memulihkan ekonomi agar berjalan relatif cepat.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gali Pajak, Data NIK dan NPWP Bakal 'Dikawinkan'
&quot;Reformasi struktural juga harus berhasil agar pondasi kompetitif dan produktifitas meningkat, juga kepercayaan dari investor dapat terjaga,&quot; katanya.Salah satu langkah reformasi struktural yang krusial untuk mengantisipasi gejolak eksternal yang akan datang adalah dengan terus membangun perekonomian dengan nilai tambah yang makin tinggi dan kompetitif.
&quot;Serta mendorong diversifikasi ekspor baik dari komoditas, maupun dari sisi destinasi mitra dagang,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa Indonesia perlu antisipasi keberlanjutan dari proses rebalancing (keseimbang kembali), ekonomi China yang merupakan ekonomi terbesar kedua di dunia. Menurutnya dengan reblancing China akan memengaruhi harga komoditas dan memberikan dampak negatif pada seluruh perekonomian dunia.
Selain itu, kata dia, permasalahan global seperti kecenderungan geopolitik yang kemudian mengadopsi proteksionisme, tensi geopolitik dalam perdagangan global, isu perubahan iklim juga menjadi hal yang perlu diwaspadai.
&quot;Pemerintah sependapat bahwa risiko- risiko  ini harus bisa dimitigasi dengan berbagai langkah kebijalan yang sifatnya antisipatif,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (31/5/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Aksi Sri Mulyani Nyanyi Bareng Once
Mantan anggota Bank Dunia ini memiliki rencana jangka pendek. Lantaran, langkah utama untuk mengantisipasi risiko global itu memastikan penanganan pandemi dan pelaksanaan vaksinasi dapat berjalan efektif serta memulihkan ekonomi agar berjalan relatif cepat.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gali Pajak, Data NIK dan NPWP Bakal 'Dikawinkan'
&quot;Reformasi struktural juga harus berhasil agar pondasi kompetitif dan produktifitas meningkat, juga kepercayaan dari investor dapat terjaga,&quot; katanya.Salah satu langkah reformasi struktural yang krusial untuk mengantisipasi gejolak eksternal yang akan datang adalah dengan terus membangun perekonomian dengan nilai tambah yang makin tinggi dan kompetitif.
&quot;Serta mendorong diversifikasi ekspor baik dari komoditas, maupun dari sisi destinasi mitra dagang,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
