<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Realisasi Belanja APBD Rp251 Triliun tapi Masih Rendah Dibanding APBN</title><description>Kemendagri, mencatat realisasi belanja APBD pemerintah derah mengalami peningkatan 1,83% dibandingkan tahun lalu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/31/320/2417994/realisasi-belanja-apbd-rp251-triliun-tapi-masih-rendah-dibanding-apbn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/31/320/2417994/realisasi-belanja-apbd-rp251-triliun-tapi-masih-rendah-dibanding-apbn"/><item><title>Realisasi Belanja APBD Rp251 Triliun tapi Masih Rendah Dibanding APBN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/31/320/2417994/realisasi-belanja-apbd-rp251-triliun-tapi-masih-rendah-dibanding-apbn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/31/320/2417994/realisasi-belanja-apbd-rp251-triliun-tapi-masih-rendah-dibanding-apbn</guid><pubDate>Senin 31 Mei 2021 15:33 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/31/320/2417994/realisasi-belanja-apbd-rp251-triliun-tapi-masih-rendah-dibanding-apbn-qKddgJZeOC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/31/320/2417994/realisasi-belanja-apbd-rp251-triliun-tapi-masih-rendah-dibanding-apbn-qKddgJZeOC.jpg</image><title>Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), mencatat realisasi belanja APBD pemerintah derah mengalami peningkatan 1,83% dibandingkan tahun lalu. Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri Mochamad Ardian per tanggal 25 Mei realisasi mencapai 21,98% dari total belanja Rp.251,92 triliun
&amp;ldquo;Kalau kita perhatikan realisasi belanja di 25 Mei 2021 angkanya mencapai 21,98%. Jika kita bandingkan year on year  di 2020 di tanggal 31 angka presentase 20,58%. Jadi kalau kita bandingkan dengan 25 Mei 2021 ada kenaikan sekitar 1,83%,&amp;rdquo; katanya dalam konferensi persnya, Senin (31/5/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi: Sudah Tahu Salah, Diulang-ulang Terus Tiap Tahun
Namun begitu dia mengatakan jika dilihat realiasi belanja pemerintah provinsi sebenarnya mengalami penurunan dibanding tahun lalu yakni dari 21,45% di 2020 menjadi 19,62% tahun ini.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi Kesal Belanja APBN Masih Rendah, Gimana Mau Ekonomi Tumbuh 7%
&amp;ldquo;Sedangkan jika dibandingkan angka kab/kota, bahwa per 31 Mei tahun lalu 20,6%. Sekarang 23,09%. Kenaikan ada di pemerintah kabupaten/kota,&amp;rdquo; ujarnya.Meski mengalami peningkatan, Ardian menilai realisasi belanja pemerintah daerah masih belum optimal. Pasalnya realisasinya di bawah realiasi belanja APBN.
&amp;ldquo;Kami menilai angka ini masih belum optimal. Kenapa? Kalau kita bandingkan dengan realisasi APBN di 25 Mei, angkanya sudah di atas 32%. Realias APBD masih dibawah APBN sekitar 10%,&amp;rdquo; ujarnya.
Dia berharap agar pemda bisa mengejar ketertinggalan belanjanya.
&amp;ldquo;Kita berharap bahwa pemda bisa menggenjar ketertinggalan terhadap reaaliasi belanja. Syukur-syukur bisa mendekati angka APBN,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), mencatat realisasi belanja APBD pemerintah derah mengalami peningkatan 1,83% dibandingkan tahun lalu. Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri Mochamad Ardian per tanggal 25 Mei realisasi mencapai 21,98% dari total belanja Rp.251,92 triliun
&amp;ldquo;Kalau kita perhatikan realisasi belanja di 25 Mei 2021 angkanya mencapai 21,98%. Jika kita bandingkan year on year  di 2020 di tanggal 31 angka presentase 20,58%. Jadi kalau kita bandingkan dengan 25 Mei 2021 ada kenaikan sekitar 1,83%,&amp;rdquo; katanya dalam konferensi persnya, Senin (31/5/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi: Sudah Tahu Salah, Diulang-ulang Terus Tiap Tahun
Namun begitu dia mengatakan jika dilihat realiasi belanja pemerintah provinsi sebenarnya mengalami penurunan dibanding tahun lalu yakni dari 21,45% di 2020 menjadi 19,62% tahun ini.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi Kesal Belanja APBN Masih Rendah, Gimana Mau Ekonomi Tumbuh 7%
&amp;ldquo;Sedangkan jika dibandingkan angka kab/kota, bahwa per 31 Mei tahun lalu 20,6%. Sekarang 23,09%. Kenaikan ada di pemerintah kabupaten/kota,&amp;rdquo; ujarnya.Meski mengalami peningkatan, Ardian menilai realisasi belanja pemerintah daerah masih belum optimal. Pasalnya realisasinya di bawah realiasi belanja APBN.
&amp;ldquo;Kami menilai angka ini masih belum optimal. Kenapa? Kalau kita bandingkan dengan realisasi APBN di 25 Mei, angkanya sudah di atas 32%. Realias APBD masih dibawah APBN sekitar 10%,&amp;rdquo; ujarnya.
Dia berharap agar pemda bisa mengejar ketertinggalan belanjanya.
&amp;ldquo;Kita berharap bahwa pemda bisa menggenjar ketertinggalan terhadap reaaliasi belanja. Syukur-syukur bisa mendekati angka APBN,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
