<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19 saat Libur Anak Sekolah</title><description>Sri Mulyani Indrawati mewaspadai lonjakan kasus Covid-19</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/31/320/2418136/sri-mulyani-waspadai-lonjakan-kasus-covid-19-saat-libur-anak-sekolah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/31/320/2418136/sri-mulyani-waspadai-lonjakan-kasus-covid-19-saat-libur-anak-sekolah"/><item><title>Sri Mulyani Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19 saat Libur Anak Sekolah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/31/320/2418136/sri-mulyani-waspadai-lonjakan-kasus-covid-19-saat-libur-anak-sekolah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/31/320/2418136/sri-mulyani-waspadai-lonjakan-kasus-covid-19-saat-libur-anak-sekolah</guid><pubDate>Senin 31 Mei 2021 18:57 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/31/320/2418136/sri-mulyani-waspadai-lonjakan-kasus-covid-19-saat-libur-anak-sekolah-LbX1vGMuXh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/31/320/2418136/sri-mulyani-waspadai-lonjakan-kasus-covid-19-saat-libur-anak-sekolah-LbX1vGMuXh.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mewaspadai lonjakan kasus Covid-19. Lantaran tak lama lagi akan ada libur anak sekolah yang berpotensi memicu kenaikan kasus Covid-19.
&quot;Kita sudah selesai Idul Fitri, dampaknya baru terasa sekarang. Sebentar lagi masuk liburan anak-anak sekolah. Ini juga akan menimbulkan dinamika lainnya,&quot; kata Sri Mulyani dalam Rapat Banggar, Senin (31/5/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Vaksinasi Covid-19 Game Changer Pemulihan Ekonomi untuk Akhiri Pandemi
Sebelumnya, Ketua Sub Bidang Data dan Informasi Teknologi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (STPC-19) Dewi Nuraisyah menyebut ada tren kenaikan kasus positif Covid-19 dalam enam hari terakhir.
&quot;Update kasus Covid-19 per hari kemarin 22 Mei 2021 jumlah kasus aktif kita berada pada angka 91,240 atau sekitar 5,15 persen, sudah turun 48,4 persen dari puncak. Dalam enam hari terakhir kita sudah melihat adanya tren kenaikan,&quot; ungkap Dewi dalam rapat koordinasi Satgas Covid-19 yang digelar secara daring, Minggu (23/5/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Realisasi Belanja APBD Rp251 Triliun tapi Masih Rendah Dibanding APBN
Dalam rapat koordinasi dengan topik 'Pencegahan dan Antisipasi Lonjakan Kasus Pasca Idul Fitri' ini, Dewi menyebutkan jika biasanya mengalami penurunan ini dalam satu minggu terakhir ada penambahan kasus aktif sebesar 440 kasus dalam enam hari terakhir.
&quot;Kemudian terkait dengan angka kematian, saat ini angka kematian kita, kemarin sempat menginjak angka 2,8 persen, kemudian pada hari ini sudah turun 2,78 persen. Namun, tetap angka ini masih cukup tinggi karena kemarin kita masih memiliki target kalau bisa terus diturunkan bahwa jauh di bawah 2,78 persen,&quot; paparnya.Adapun dengan angka kesembuhan saat ini di angka 92,06 persen, masih terus bergerak naik. Kemudian, angka pemeriksaan spesimen sebagaimana disampaikan pada pekan lalu sempat melihat ada tren penurunan kemungkinan disebabkan karena operasional laboratorium terbatas pada saat libur panjang.
&quot;Tapi kemudian pada pekan ini kembali terjadi kenaikan sehingga kita bisa melihat angka perbandingan rata-rata jumlah spesimen diperiksa di bulan Mei dan April tidak terlalu jauh berbeda yakni kurang lebih 62 ribu spesimen diperiksa setiap harinya,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mewaspadai lonjakan kasus Covid-19. Lantaran tak lama lagi akan ada libur anak sekolah yang berpotensi memicu kenaikan kasus Covid-19.
&quot;Kita sudah selesai Idul Fitri, dampaknya baru terasa sekarang. Sebentar lagi masuk liburan anak-anak sekolah. Ini juga akan menimbulkan dinamika lainnya,&quot; kata Sri Mulyani dalam Rapat Banggar, Senin (31/5/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Vaksinasi Covid-19 Game Changer Pemulihan Ekonomi untuk Akhiri Pandemi
Sebelumnya, Ketua Sub Bidang Data dan Informasi Teknologi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (STPC-19) Dewi Nuraisyah menyebut ada tren kenaikan kasus positif Covid-19 dalam enam hari terakhir.
&quot;Update kasus Covid-19 per hari kemarin 22 Mei 2021 jumlah kasus aktif kita berada pada angka 91,240 atau sekitar 5,15 persen, sudah turun 48,4 persen dari puncak. Dalam enam hari terakhir kita sudah melihat adanya tren kenaikan,&quot; ungkap Dewi dalam rapat koordinasi Satgas Covid-19 yang digelar secara daring, Minggu (23/5/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Realisasi Belanja APBD Rp251 Triliun tapi Masih Rendah Dibanding APBN
Dalam rapat koordinasi dengan topik 'Pencegahan dan Antisipasi Lonjakan Kasus Pasca Idul Fitri' ini, Dewi menyebutkan jika biasanya mengalami penurunan ini dalam satu minggu terakhir ada penambahan kasus aktif sebesar 440 kasus dalam enam hari terakhir.
&quot;Kemudian terkait dengan angka kematian, saat ini angka kematian kita, kemarin sempat menginjak angka 2,8 persen, kemudian pada hari ini sudah turun 2,78 persen. Namun, tetap angka ini masih cukup tinggi karena kemarin kita masih memiliki target kalau bisa terus diturunkan bahwa jauh di bawah 2,78 persen,&quot; paparnya.Adapun dengan angka kesembuhan saat ini di angka 92,06 persen, masih terus bergerak naik. Kemudian, angka pemeriksaan spesimen sebagaimana disampaikan pada pekan lalu sempat melihat ada tren penurunan kemungkinan disebabkan karena operasional laboratorium terbatas pada saat libur panjang.
&quot;Tapi kemudian pada pekan ini kembali terjadi kenaikan sehingga kita bisa melihat angka perbandingan rata-rata jumlah spesimen diperiksa di bulan Mei dan April tidak terlalu jauh berbeda yakni kurang lebih 62 ribu spesimen diperiksa setiap harinya,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
