<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPS: Inflasi Mei 0,32%</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada bulan Mei 2021 mencapai 0,32%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/02/320/2418788/bps-inflasi-mei-0-32</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/02/320/2418788/bps-inflasi-mei-0-32"/><item><title>BPS: Inflasi Mei 0,32%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/02/320/2418788/bps-inflasi-mei-0-32</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/02/320/2418788/bps-inflasi-mei-0-32</guid><pubDate>Rabu 02 Juni 2021 11:14 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/02/320/2418788/bps-inflasi-mei-0-32-77vnkjZZCp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/02/320/2418788/bps-inflasi-mei-0-32-77vnkjZZCp.jpg</image><title>Inflasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada bulan Mei 2021 mencapai 0,32%. Adapun tingkat inflasi secara tahun kalender (month of month/mom) sebesar 0,90% dan tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 1,68%.

Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan, inflasi ini utamanya masih disumbang oleh bahan pokok.

&quot;Sebagain besar memberikan gambaran kenaikan harga inflasi. Ada beberapa komoditas makanan seperti ayam ras, jeruk dan daging sapi komofitas minyak goreng dan tarif antar kota menyumbang inflasi,&quot; kata Setianto dalam video virtual, Rabu (2/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ada Lebaran, Inflasi Mei Diprediksi 0,31%&amp;nbsp;

Dari 90 kota yang terdata IHK (indeks harga konsumen), 78 kota mengalami inflasi dan 12 kota mengalami deflasi. Rinciannya, inflasi tertinggi jatuh pada daerah Manokwari dan terendah di daerah Tembilahan.

&quot;Inflasi tertinggi pada Manokwari yang sebesar 1,82%. Inflasi terendah di Tembilahan 0,01%,&quot; katanya.




Sedangkan deflasi tertinggi tercatat terjadi di Timika sebesar -0,83%. Sementara deflasi terendah pada Palembang yang -0,02%.

&quot;Kita lihat perkembangan tingkat inflasi bulan ke bulan dimana Mei inflasi 0,32% ini meningkat dibandingkan Mei tahun lalu. Ini meningkat akibatnya puasa dan hari raya,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada bulan Mei 2021 mencapai 0,32%. Adapun tingkat inflasi secara tahun kalender (month of month/mom) sebesar 0,90% dan tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 1,68%.

Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan, inflasi ini utamanya masih disumbang oleh bahan pokok.

&quot;Sebagain besar memberikan gambaran kenaikan harga inflasi. Ada beberapa komoditas makanan seperti ayam ras, jeruk dan daging sapi komofitas minyak goreng dan tarif antar kota menyumbang inflasi,&quot; kata Setianto dalam video virtual, Rabu (2/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ada Lebaran, Inflasi Mei Diprediksi 0,31%&amp;nbsp;

Dari 90 kota yang terdata IHK (indeks harga konsumen), 78 kota mengalami inflasi dan 12 kota mengalami deflasi. Rinciannya, inflasi tertinggi jatuh pada daerah Manokwari dan terendah di daerah Tembilahan.

&quot;Inflasi tertinggi pada Manokwari yang sebesar 1,82%. Inflasi terendah di Tembilahan 0,01%,&quot; katanya.




Sedangkan deflasi tertinggi tercatat terjadi di Timika sebesar -0,83%. Sementara deflasi terendah pada Palembang yang -0,02%.

&quot;Kita lihat perkembangan tingkat inflasi bulan ke bulan dimana Mei inflasi 0,32% ini meningkat dibandingkan Mei tahun lalu. Ini meningkat akibatnya puasa dan hari raya,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
