<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Daging hingga Tiket Pesawat Bikin Inflasi Mei 0,32%</title><description>BPS mencatat, inflasi pada bulan Mei 2021 mencapai 0,32%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/02/320/2418849/harga-daging-hingga-tiket-pesawat-bikin-inflasi-mei-0-32</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/02/320/2418849/harga-daging-hingga-tiket-pesawat-bikin-inflasi-mei-0-32"/><item><title>Harga Daging hingga Tiket Pesawat Bikin Inflasi Mei 0,32%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/02/320/2418849/harga-daging-hingga-tiket-pesawat-bikin-inflasi-mei-0-32</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/02/320/2418849/harga-daging-hingga-tiket-pesawat-bikin-inflasi-mei-0-32</guid><pubDate>Rabu 02 Juni 2021 12:52 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/02/320/2418849/harga-daging-hingga-tiket-pesawat-bikin-inflasi-mei-0-32-lrmKI6Ft4Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/02/320/2418849/harga-daging-hingga-tiket-pesawat-bikin-inflasi-mei-0-32-lrmKI6Ft4Y.jpg</image><title>Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi pada bulan Mei  2021 mencapai 0,32%. Adapun tingkat inflasi secara tahun kalender (month of month/mom) sebesar 0,90% dan tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 1,68%.
Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS Setianto membeberkan penyebab inflasi melonjak tinggi di bulan Mei. Hal ini dikarenakan, adanya puasa dan hari raya Idul Fitri pada bulan tersebut.
&amp;ldquo;Adanya puasa maupun hari raya terasa sekali meningkatkan harga-harga di bulan Mei 2021,&quot; ujar Setianto dalam video virtual, Rabu (2/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;BPS: Inflasi Mei 0,32%
Kata dia, beberapa komoditas yang memberi andil pada inflasi antara lain komoditas daging ayam ras dengan andil 0,04%, jeruk dan daging sapi dengan andil 0,02%. Lalu,  ada juga komoditas minyak goreng yang memberi andil pada inflasi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ada Lebaran, Inflasi Mei Diprediksi 0,31%
&quot;Serta, komoditas nasi dengan lauk, ayam hidup, kelapa, apel, dan kentang dengan andil 0,01%,&quot; bebernya
Dia menambahkan komoditas angkutan udara juga memberi andil cukup besar sebesar 0,04% pada inflasi, tarif angkutan antar kota juga memberi kontribusi, dan tarif parkir serta tarif kereta api memberi kontribusi sebesar 0,01%.
&quot;Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, yaitu tarif angkutan udara sebesar 0,04%, tarif angkutan antar kota sebesar 0,02%, serta tarif parkir dan tarif kereta api masing-masing sebesar 0,01%,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi pada bulan Mei  2021 mencapai 0,32%. Adapun tingkat inflasi secara tahun kalender (month of month/mom) sebesar 0,90% dan tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 1,68%.
Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS Setianto membeberkan penyebab inflasi melonjak tinggi di bulan Mei. Hal ini dikarenakan, adanya puasa dan hari raya Idul Fitri pada bulan tersebut.
&amp;ldquo;Adanya puasa maupun hari raya terasa sekali meningkatkan harga-harga di bulan Mei 2021,&quot; ujar Setianto dalam video virtual, Rabu (2/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;BPS: Inflasi Mei 0,32%
Kata dia, beberapa komoditas yang memberi andil pada inflasi antara lain komoditas daging ayam ras dengan andil 0,04%, jeruk dan daging sapi dengan andil 0,02%. Lalu,  ada juga komoditas minyak goreng yang memberi andil pada inflasi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ada Lebaran, Inflasi Mei Diprediksi 0,31%
&quot;Serta, komoditas nasi dengan lauk, ayam hidup, kelapa, apel, dan kentang dengan andil 0,01%,&quot; bebernya
Dia menambahkan komoditas angkutan udara juga memberi andil cukup besar sebesar 0,04% pada inflasi, tarif angkutan antar kota juga memberi kontribusi, dan tarif parkir serta tarif kereta api memberi kontribusi sebesar 0,01%.
&quot;Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, yaitu tarif angkutan udara sebesar 0,04%, tarif angkutan antar kota sebesar 0,02%, serta tarif parkir dan tarif kereta api masing-masing sebesar 0,01%,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
