<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Intip Usulan Kuota BBM Bersubsidi di Tahun Depan</title><description>Menteri ESDM Arifin Tasrif mengusulkan volume BBM bersubsidi sebesar 14,8-15,58 juta kiloliter (kl) dalam RAPBN 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/02/320/2419029/intip-usulan-kuota-bbm-bersubsidi-di-tahun-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/02/320/2419029/intip-usulan-kuota-bbm-bersubsidi-di-tahun-depan"/><item><title>Intip Usulan Kuota BBM Bersubsidi di Tahun Depan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/02/320/2419029/intip-usulan-kuota-bbm-bersubsidi-di-tahun-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/02/320/2419029/intip-usulan-kuota-bbm-bersubsidi-di-tahun-depan</guid><pubDate>Rabu 02 Juni 2021 16:49 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/02/320/2419029/intip-usulan-kuota-bbm-bersubsidi-di-tahun-depan-Jpg3ZwzfMN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BBM (Foto: Ilustrasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/02/320/2419029/intip-usulan-kuota-bbm-bersubsidi-di-tahun-depan-Jpg3ZwzfMN.jpg</image><title>BBM (Foto: Ilustrasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri ESDM Arifin Tasrif mengusulkan volume BBM bersubsidi sebesar 14,8-15,58 juta kiloliter (kl) dalam RAPBN 2022. Angka tersebut lebih rendah dari target APBN tahun 2021 yang sebesar 16,30 juta kl.
Adapun asumsi volume BBM subsidi 2022 itu terdiri dari minyak tanah 0,46-0,48 juta kl dan solar 14,34-15,10 juta kl.
Baca Juga: Harga BBM Terbaru dari Pertamina dan Shell Usai Lebaran, Ada yang Turun Lho
 
Arifin Tasrif mengatakan, turunnya asumsi volume BBM bersubsidi pada tahun 2022 telah mempertimbangkan realisasi dan outlook tahun 2021. Volume BBM bersubsidi pada tahun 2021 sebesar 16,3 juta kl yang terdiri dari 500.000 kl dan solar 15,8 juta kl.
&quot;Realisasi volume penjualan BBM bersubsidi sampai dengan bulan Mei tahun 2021 sebesar 5,61 juta kl, terdiri dari minyak tanah sebesar 0,19 juta kl dan minyak solar sebesar 5,42 juta kl,&quot; ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Rabu (2/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Program BBM Satu Harga Lanjut, Ini Harapan Menteri ESDM
 
Sementara outlook volume BBM bersubsidi tahun 2021 sebesar 14,79 juta kl terdiri dari minyak tanah sebesar 0,46 juta KL dan minyak solar sebesar 14,33 juta KL.
&quot;Dengan mempertimbangkan realisasi dan outlook tahun 2021, maka volume BBM bersubsidi diusulkan dalam RAPBN tahun 2022 sebesar 14,8 sampai 15,8 juta kl,&quot; tuturnya.Untuk kuota volume LPG 3 kg dalam RAPBN tahun 2022 diusulkan sebesar  7,4-7,5 juta metrik ton (MT), hampir sama dengan target dalam APBN 2021  yang sebesar 7,5 juta MT. Adapun realisasi sampai dengan Mei 2021  sebesar 2,96 juta MT, sehingga outlook sampai akhir tahun 2021  diperkirakan sebesar 7,15 juta MT.
&quot;Dengan mempertimbangkan realisasi dan outlook tahun 2021 maka  pemerintah mengusulkan volume LPG 3 kg dalam RAPBN tahun anggaran 2022  sebesar 7,4 sampai 7,5 juta MT,&quot; jelas Arifin.
Arifin menambahkan, untuk subsidi tetap minyak solar dalam RAPBN 2022  diusulkan adanya subsidi tetap minyak solar sebesar Rp500 per liter  atau sama dengan besaran tahun 2021.
&quot;Dalam rangka efisiensi dan agar subsidi minyak solar dapat tepat  sasaran diperlukan dukungan peningkatan peran dari pihak-pihak terkait  maupun pemerintah daerah dalam pengendalian dan pengawasan konsumsi BBM  yang bersubsidi melalui program, antara lain digitalisasi dan pengawasan  di lapangan,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri ESDM Arifin Tasrif mengusulkan volume BBM bersubsidi sebesar 14,8-15,58 juta kiloliter (kl) dalam RAPBN 2022. Angka tersebut lebih rendah dari target APBN tahun 2021 yang sebesar 16,30 juta kl.
Adapun asumsi volume BBM subsidi 2022 itu terdiri dari minyak tanah 0,46-0,48 juta kl dan solar 14,34-15,10 juta kl.
Baca Juga: Harga BBM Terbaru dari Pertamina dan Shell Usai Lebaran, Ada yang Turun Lho
 
Arifin Tasrif mengatakan, turunnya asumsi volume BBM bersubsidi pada tahun 2022 telah mempertimbangkan realisasi dan outlook tahun 2021. Volume BBM bersubsidi pada tahun 2021 sebesar 16,3 juta kl yang terdiri dari 500.000 kl dan solar 15,8 juta kl.
&quot;Realisasi volume penjualan BBM bersubsidi sampai dengan bulan Mei tahun 2021 sebesar 5,61 juta kl, terdiri dari minyak tanah sebesar 0,19 juta kl dan minyak solar sebesar 5,42 juta kl,&quot; ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Rabu (2/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Program BBM Satu Harga Lanjut, Ini Harapan Menteri ESDM
 
Sementara outlook volume BBM bersubsidi tahun 2021 sebesar 14,79 juta kl terdiri dari minyak tanah sebesar 0,46 juta KL dan minyak solar sebesar 14,33 juta KL.
&quot;Dengan mempertimbangkan realisasi dan outlook tahun 2021, maka volume BBM bersubsidi diusulkan dalam RAPBN tahun 2022 sebesar 14,8 sampai 15,8 juta kl,&quot; tuturnya.Untuk kuota volume LPG 3 kg dalam RAPBN tahun 2022 diusulkan sebesar  7,4-7,5 juta metrik ton (MT), hampir sama dengan target dalam APBN 2021  yang sebesar 7,5 juta MT. Adapun realisasi sampai dengan Mei 2021  sebesar 2,96 juta MT, sehingga outlook sampai akhir tahun 2021  diperkirakan sebesar 7,15 juta MT.
&quot;Dengan mempertimbangkan realisasi dan outlook tahun 2021 maka  pemerintah mengusulkan volume LPG 3 kg dalam RAPBN tahun anggaran 2022  sebesar 7,4 sampai 7,5 juta MT,&quot; jelas Arifin.
Arifin menambahkan, untuk subsidi tetap minyak solar dalam RAPBN 2022  diusulkan adanya subsidi tetap minyak solar sebesar Rp500 per liter  atau sama dengan besaran tahun 2021.
&quot;Dalam rangka efisiensi dan agar subsidi minyak solar dapat tepat  sasaran diperlukan dukungan peningkatan peran dari pihak-pihak terkait  maupun pemerintah daerah dalam pengendalian dan pengawasan konsumsi BBM  yang bersubsidi melalui program, antara lain digitalisasi dan pengawasan  di lapangan,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
