<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Batu Bara Acuan Naik USD100,3 per Ton, Tertinggi sejak 2018</title><description>HBA menguat ke level USD100,33 per ton pada bulan Juni 2021 atau naik  USD10,59 per ton dibandingkan bulan Mei 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/02/320/2419111/harga-batu-bara-acuan-naik-usd100-3-per-ton-tertinggi-sejak-2018</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/02/320/2419111/harga-batu-bara-acuan-naik-usd100-3-per-ton-tertinggi-sejak-2018"/><item><title>Harga Batu Bara Acuan Naik USD100,3 per Ton, Tertinggi sejak 2018</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/02/320/2419111/harga-batu-bara-acuan-naik-usd100-3-per-ton-tertinggi-sejak-2018</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/02/320/2419111/harga-batu-bara-acuan-naik-usd100-3-per-ton-tertinggi-sejak-2018</guid><pubDate>Rabu 02 Juni 2021 20:06 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/02/320/2419111/harga-batu-bara-acuan-naik-usd100-3-per-ton-tertinggi-sejak-2018-D3JrFdraJa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Batu Bara (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/02/320/2419111/harga-batu-bara-acuan-naik-usd100-3-per-ton-tertinggi-sejak-2018-D3JrFdraJa.jpg</image><title>Batu Bara (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Harga Batu bara Acuan (HBA) menguat ke level USD100,33 per ton pada bulan Juni 2021 atau naik USD10,59 per ton dibandingkan bulan Mei 2021 yang sebesar USD89,74 per ton. Harga tersebut merupakan yang tertinggi sejak bulan November 2018, yaitu USD97,90 per ton.
Baca Juga: Menko Luhut Bakal Pensiunkan Pembangkit Listrik Batu Bara
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan, tren kenaikan harga batu bara dalam dua bulan terakhir ini utamanya didorong oleh peningkatan permintaan dari China akibat periode musim hujan di negara tersebut, serta semakin tingginya harga domestik batu bara setempat.
&quot;Kenaikan permintaan China untuk keperluan pembangkit listrik yang melampaui kapasitas pasokan batu bara domestik,&quot; ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (2/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Batu Bara Membara, Laba Indika Energy USD12,5 Juta di Kuartal I-2021
Agung melanjutkan, musim hujan ekstrim ikut memperketat kapasitas pasokan batu bara China. &quot;Faktor ini yang memicu harga batu bara global ikut terimbas naik,&quot; ungkapnya.
Perhitungan nilai HBA sendiri diperoleh dari rata-rata empat indeks harga batu bara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya.
Sebagai catatan, nilai HBA sejak tahun 2021 cukup fluktuatif. Dibuka  pada level USD 5,84 per ton di Januari, HBA mengalami kenaikan pada  bulan Februari USD87,79 per ton, sempat turun di Maret USD84,47 per ton.  Sementara dalam dua bulan terakhir, HBA mengalami kenaikan, yaitu  USD86,68 per ton di bulan April dan di bulan Mei sebesar USD89,74 per  ton.
Sebagai informasi, perubahan HBA diakibatkan juga oleh faktor turunan  supply dan faktor turunan demand. Untuk faktor turunan supply  dipengaruhi oleh season (cuaca), teknis tambang, kebijakan negara  supplier, hingga teknis di supply chain seperti kereta, tongkang, maupun  loading terminal.
Sementara untuk faktor turunan demand dipengaruhi oleh kebutuhan  listrik yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor,  dan kompetisi dengan komoditas energi lain, seperti LNG, nuklir, dan  hidro.
Nilai HBA bulan Juni ini akan dipergunakan pada penentuan harga batu  bara pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal  pengangkut (FOB Vessel) selama sebulan.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga Batu bara Acuan (HBA) menguat ke level USD100,33 per ton pada bulan Juni 2021 atau naik USD10,59 per ton dibandingkan bulan Mei 2021 yang sebesar USD89,74 per ton. Harga tersebut merupakan yang tertinggi sejak bulan November 2018, yaitu USD97,90 per ton.
Baca Juga: Menko Luhut Bakal Pensiunkan Pembangkit Listrik Batu Bara
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan, tren kenaikan harga batu bara dalam dua bulan terakhir ini utamanya didorong oleh peningkatan permintaan dari China akibat periode musim hujan di negara tersebut, serta semakin tingginya harga domestik batu bara setempat.
&quot;Kenaikan permintaan China untuk keperluan pembangkit listrik yang melampaui kapasitas pasokan batu bara domestik,&quot; ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (2/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Batu Bara Membara, Laba Indika Energy USD12,5 Juta di Kuartal I-2021
Agung melanjutkan, musim hujan ekstrim ikut memperketat kapasitas pasokan batu bara China. &quot;Faktor ini yang memicu harga batu bara global ikut terimbas naik,&quot; ungkapnya.
Perhitungan nilai HBA sendiri diperoleh dari rata-rata empat indeks harga batu bara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya.
Sebagai catatan, nilai HBA sejak tahun 2021 cukup fluktuatif. Dibuka  pada level USD 5,84 per ton di Januari, HBA mengalami kenaikan pada  bulan Februari USD87,79 per ton, sempat turun di Maret USD84,47 per ton.  Sementara dalam dua bulan terakhir, HBA mengalami kenaikan, yaitu  USD86,68 per ton di bulan April dan di bulan Mei sebesar USD89,74 per  ton.
Sebagai informasi, perubahan HBA diakibatkan juga oleh faktor turunan  supply dan faktor turunan demand. Untuk faktor turunan supply  dipengaruhi oleh season (cuaca), teknis tambang, kebijakan negara  supplier, hingga teknis di supply chain seperti kereta, tongkang, maupun  loading terminal.
Sementara untuk faktor turunan demand dipengaruhi oleh kebutuhan  listrik yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor,  dan kompetisi dengan komoditas energi lain, seperti LNG, nuklir, dan  hidro.
Nilai HBA bulan Juni ini akan dipergunakan pada penentuan harga batu  bara pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal  pengangkut (FOB Vessel) selama sebulan.</content:encoded></item></channel></rss>
