<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor Produk Halal RI Masih Kalah dari Malaysia</title><description>Pemerintah terus mendorong ekspor produk-produk halal ke luar negeri khususnya negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/03/320/2419551/ekspor-produk-halal-ri-masih-kalah-dari-malaysia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/03/320/2419551/ekspor-produk-halal-ri-masih-kalah-dari-malaysia"/><item><title>Ekspor Produk Halal RI Masih Kalah dari Malaysia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/03/320/2419551/ekspor-produk-halal-ri-masih-kalah-dari-malaysia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/03/320/2419551/ekspor-produk-halal-ri-masih-kalah-dari-malaysia</guid><pubDate>Kamis 03 Juni 2021 15:09 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/03/320/2419551/ekspor-produk-halal-ri-masih-kalah-dari-malaysia-rdO1JQ05Kh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Maruf Amin (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/03/320/2419551/ekspor-produk-halal-ri-masih-kalah-dari-malaysia-rdO1JQ05Kh.jpg</image><title>Wapres Maruf Amin (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah terus mendorong ekspor produk-produk halal ke luar negeri khususnya negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Mengingat potensi yang cukup besar dari produk-produk halal produksi Indonesia.
Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengatakan, Indonesia perlu kerja lebih keras lagi untuk menguasai pasar halal dunia. Mengingat saat ini ekspor produk halal asal RI masih kalah dengan beberapa negara.
Baca Juga: Petani RI Disiapkan Ekspor Produk Berkualitas
 
Berdasarkan data OIC Economic Outlook 2020, di antara negara-negara anggota OKI Indonesia masih berada di posisi lima sebagai negara dengan eksportir produk halal terbesar di dunia. Di mana proporsi ekspor produk halal Indonesia hanya 9,3%.
Di tempat pertama ada Arab Saudi dengan 14,5%, kemudian ada Malaysia dengan proporsi sebesar 13,3%. Selanjutnya ada Uni Emirat Arab atau UEA dengan 12,3% dan Turki  dengan 10,1%.
Baca Juga: Puluhan UMKM Dilatih agar Mampu Tembus Pasar Global
 
&amp;ldquo;Potensi Indonesia sebagai pasar produk muslim perlu dibarengi dengan peningkatan kinerja ekspor Indonesia ke luar negeri  khususnya ke negara-negara OKI,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara Indonesia Industrial Moslem Exhibition secara virtual, Kamis (3/6/2021).
Sementara itu, masih berdasarkan data OIC Economic Outlook 2020,  pada jajaran negara importir produk halal, Indonesia berada di posisi 4 dengan proporsi sebesar 8,4%. Di posisi pertama ada negara Uni Emirat Arab atau UEA dengan proporsi 12,2%.Di tempat selanjutnya ada negara Turki dengan proporsi 12,1%.  Kemudian di tempat selanjutnya atau satu tingkat di atas Indonesia ada  negara tetangga yakni Malaysia dengan proporsi 11,8%.
&amp;ldquo;Oleh karena itu Indonesia harus lebih gigih berusaha menguasai pasar halal dunia khususnya negara-negara OKI,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah terus mendorong ekspor produk-produk halal ke luar negeri khususnya negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Mengingat potensi yang cukup besar dari produk-produk halal produksi Indonesia.
Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengatakan, Indonesia perlu kerja lebih keras lagi untuk menguasai pasar halal dunia. Mengingat saat ini ekspor produk halal asal RI masih kalah dengan beberapa negara.
Baca Juga: Petani RI Disiapkan Ekspor Produk Berkualitas
 
Berdasarkan data OIC Economic Outlook 2020, di antara negara-negara anggota OKI Indonesia masih berada di posisi lima sebagai negara dengan eksportir produk halal terbesar di dunia. Di mana proporsi ekspor produk halal Indonesia hanya 9,3%.
Di tempat pertama ada Arab Saudi dengan 14,5%, kemudian ada Malaysia dengan proporsi sebesar 13,3%. Selanjutnya ada Uni Emirat Arab atau UEA dengan 12,3% dan Turki  dengan 10,1%.
Baca Juga: Puluhan UMKM Dilatih agar Mampu Tembus Pasar Global
 
&amp;ldquo;Potensi Indonesia sebagai pasar produk muslim perlu dibarengi dengan peningkatan kinerja ekspor Indonesia ke luar negeri  khususnya ke negara-negara OKI,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara Indonesia Industrial Moslem Exhibition secara virtual, Kamis (3/6/2021).
Sementara itu, masih berdasarkan data OIC Economic Outlook 2020,  pada jajaran negara importir produk halal, Indonesia berada di posisi 4 dengan proporsi sebesar 8,4%. Di posisi pertama ada negara Uni Emirat Arab atau UEA dengan proporsi 12,2%.Di tempat selanjutnya ada negara Turki dengan proporsi 12,1%.  Kemudian di tempat selanjutnya atau satu tingkat di atas Indonesia ada  negara tetangga yakni Malaysia dengan proporsi 11,8%.
&amp;ldquo;Oleh karena itu Indonesia harus lebih gigih berusaha menguasai pasar halal dunia khususnya negara-negara OKI,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
