<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jenis Kegiatan Filantropi Miliarder Ternama Dunia</title><description>Tidak hanya sibuk memupuk pundi-pundi kekayaannya, para miliarder di dunia juga banyak yang memiliki sifat dermawan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/03/455/2419681/jenis-kegiatan-filantropi-miliarder-ternama-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/03/455/2419681/jenis-kegiatan-filantropi-miliarder-ternama-dunia"/><item><title>Jenis Kegiatan Filantropi Miliarder Ternama Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/03/455/2419681/jenis-kegiatan-filantropi-miliarder-ternama-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/03/455/2419681/jenis-kegiatan-filantropi-miliarder-ternama-dunia</guid><pubDate>Kamis 03 Juni 2021 17:42 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/03/455/2419681/jenis-kegiatan-filantropi-miliarder-ternama-dunia-d4xJp8amnC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warren Buffett (Foto: CNBC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/03/455/2419681/jenis-kegiatan-filantropi-miliarder-ternama-dunia-d4xJp8amnC.jpg</image><title>Warren Buffett (Foto: CNBC)</title></images><description>JAKARTA - Tidak hanya sibuk memupuk pundi-pundi kekayaannya, para miliarder di dunia juga banyak yang memiliki sifat dermawan dan terbiasa mendonasikan sebagian hartanya untuk beramal. Mereka disebut dengan filantropis.
Istilah filantropi berbeda dengan kegiatan charity dan CSR. Kegiatan filantropi dilakukan oleh lembaga, yayasan, perusahaan, atau pribadi berdonasi secara jangka panjang dan berkelanjutan. Sedangkan charity biasanya bersifat jangka pendek.
Lalu ada juga kegiatan CSR yang juga memiliki sifat jangka panjang dan berkelanjutan seperti filantropi, namun kegiatan ini biasanya ditujukan kepada perusahaan.
Baca Juga: Daftar 10 Orang Terkaya Malaysia 2021: Robert Kuok Tak Terkalahkan Miliki Rp174 Triliun
 
Ada beberapa pengusaha kaya yang terkenal dengan kegiatan filantropisnya, bahkan beberapa di antaranya mendirikan yayasan atau lembaga amalnya sendiri. Berikut ulasannya, dikutip dari Koran Sindo, Kamis (3/6/2021).
Warren Buffett
Buffet sangat perhatian terhadap upaya memecahkan masalah kesehatan dan pendidikan global. Ketertarikan ini membuatnya aktif mempromosikan yayasan dan mendorong orang lain untuk berkontribusi terutama mereka yang memiliki kekayaan bernilai tinggi.
Kontribusi Buffet terhadap Bill and Melinda Gates Foundation telah memberinya pengaruh besar. Dalam Yayasan The Giving Pledge, Buffet berjanji akan menyumbangkan lebih dari 99% kekayaannya untuk filantropi selama dia hidup atau mati.
Baca Juga:&amp;nbsp; Kekayaan 50 Orang Terkaya Malaysia Meningkat Jadi Rp1.287 Triliun, Ada Bos Mr DIY
 
Azim Premji
Azim merupakan salah satu orang terkaya di India yang lebih dikenal dengan sifat kedermawanannya. Dia telah didirikan Azim Premji Foundation pada 2001 sebagai organisasi sosial nirlaba dengan tujuan meningkatkan pendidikan di India.
Premji telah menggunakan kekayaannya untuk memulai sejumlah kegiatan filantropi termasuk yayasannya untuk pendidikan dasar di sekolah-sekolah pemerintah pedesaan di India. Prakarsa filantropi Azim Premji tersebut memiliki potensi signifikan untuk berkontribusi pada perubahan sosial secara sinergis.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNi80LzEyMzE0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Bill Gates
Bill Gates dan istrinya mendirikan Yayasan Bill and Melinda Gates  Foundation. Yayasan ini bergerak ke sejumlah program namun fokusnya  adalah tentang peningkatan layanan kesehatan di negara miskin. Melalui  yayasan ini, sudah ada program vaksin yang bernilai miliaran untuk  memberantas polio, campak, TBC, dan malaria.
Bill dan Melinda Gates juga mengajak teman-temannya yang kaya raya  untuk menyumbang, seperti Warren Buffett, Carnegie, Rockefeller, dan  Ford. Tokoh-tokoh yang saking tajirnya tersebut bahkan dibuatkan  biografi berjudul The Men Who built America.
Jack Ma
Pemilik Alibaba ini menyatakan sesudah pensiun dari bisnis dia akan  fokus di kegiatan filantropi dan pendidikan. Pria ini juga telah  membentuk yayasan yang bergerak di bidang pendidikan sejak 2014 bernama  Jack Ma Foundation. Yayasan ini khusus memberikan perhatian pada  pengembangan guru dan kepala sekolah di pedesaan China.
Jack Ma juga telah membentuk Alibaba Foundation pada 2011, yaitu  sebuah badan amal swasta yang mendapat biaya dari 0,3% pendapatan  tahunan Alibaba Group. Tujuan dari yayasan ini adalah mendukung kegiatan  pelestarian lingkungan dan membantu rakyat miskin di China.</description><content:encoded>JAKARTA - Tidak hanya sibuk memupuk pundi-pundi kekayaannya, para miliarder di dunia juga banyak yang memiliki sifat dermawan dan terbiasa mendonasikan sebagian hartanya untuk beramal. Mereka disebut dengan filantropis.
Istilah filantropi berbeda dengan kegiatan charity dan CSR. Kegiatan filantropi dilakukan oleh lembaga, yayasan, perusahaan, atau pribadi berdonasi secara jangka panjang dan berkelanjutan. Sedangkan charity biasanya bersifat jangka pendek.
Lalu ada juga kegiatan CSR yang juga memiliki sifat jangka panjang dan berkelanjutan seperti filantropi, namun kegiatan ini biasanya ditujukan kepada perusahaan.
Baca Juga: Daftar 10 Orang Terkaya Malaysia 2021: Robert Kuok Tak Terkalahkan Miliki Rp174 Triliun
 
Ada beberapa pengusaha kaya yang terkenal dengan kegiatan filantropisnya, bahkan beberapa di antaranya mendirikan yayasan atau lembaga amalnya sendiri. Berikut ulasannya, dikutip dari Koran Sindo, Kamis (3/6/2021).
Warren Buffett
Buffet sangat perhatian terhadap upaya memecahkan masalah kesehatan dan pendidikan global. Ketertarikan ini membuatnya aktif mempromosikan yayasan dan mendorong orang lain untuk berkontribusi terutama mereka yang memiliki kekayaan bernilai tinggi.
Kontribusi Buffet terhadap Bill and Melinda Gates Foundation telah memberinya pengaruh besar. Dalam Yayasan The Giving Pledge, Buffet berjanji akan menyumbangkan lebih dari 99% kekayaannya untuk filantropi selama dia hidup atau mati.
Baca Juga:&amp;nbsp; Kekayaan 50 Orang Terkaya Malaysia Meningkat Jadi Rp1.287 Triliun, Ada Bos Mr DIY
 
Azim Premji
Azim merupakan salah satu orang terkaya di India yang lebih dikenal dengan sifat kedermawanannya. Dia telah didirikan Azim Premji Foundation pada 2001 sebagai organisasi sosial nirlaba dengan tujuan meningkatkan pendidikan di India.
Premji telah menggunakan kekayaannya untuk memulai sejumlah kegiatan filantropi termasuk yayasannya untuk pendidikan dasar di sekolah-sekolah pemerintah pedesaan di India. Prakarsa filantropi Azim Premji tersebut memiliki potensi signifikan untuk berkontribusi pada perubahan sosial secara sinergis.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNi80LzEyMzE0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Bill Gates
Bill Gates dan istrinya mendirikan Yayasan Bill and Melinda Gates  Foundation. Yayasan ini bergerak ke sejumlah program namun fokusnya  adalah tentang peningkatan layanan kesehatan di negara miskin. Melalui  yayasan ini, sudah ada program vaksin yang bernilai miliaran untuk  memberantas polio, campak, TBC, dan malaria.
Bill dan Melinda Gates juga mengajak teman-temannya yang kaya raya  untuk menyumbang, seperti Warren Buffett, Carnegie, Rockefeller, dan  Ford. Tokoh-tokoh yang saking tajirnya tersebut bahkan dibuatkan  biografi berjudul The Men Who built America.
Jack Ma
Pemilik Alibaba ini menyatakan sesudah pensiun dari bisnis dia akan  fokus di kegiatan filantropi dan pendidikan. Pria ini juga telah  membentuk yayasan yang bergerak di bidang pendidikan sejak 2014 bernama  Jack Ma Foundation. Yayasan ini khusus memberikan perhatian pada  pengembangan guru dan kepala sekolah di pedesaan China.
Jack Ma juga telah membentuk Alibaba Foundation pada 2011, yaitu  sebuah badan amal swasta yang mendapat biaya dari 0,3% pendapatan  tahunan Alibaba Group. Tujuan dari yayasan ini adalah mendukung kegiatan  pelestarian lingkungan dan membantu rakyat miskin di China.</content:encoded></item></channel></rss>
