<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penanganan Covid-19 Bikin Investor Nyaman di Pasar Modal RI, IHSG Tembus 6.000</title><description>Penanganan Covid-19 di Tanah Air menjadi sentimen positif untuk pasar  modal. Hal ini terlihat dari pergerakan IHSG yang menguat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/04/278/2419881/penanganan-covid-19-bikin-investor-nyaman-di-pasar-modal-ri-ihsg-tembus-6-000</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/04/278/2419881/penanganan-covid-19-bikin-investor-nyaman-di-pasar-modal-ri-ihsg-tembus-6-000"/><item><title>Penanganan Covid-19 Bikin Investor Nyaman di Pasar Modal RI, IHSG Tembus 6.000</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/04/278/2419881/penanganan-covid-19-bikin-investor-nyaman-di-pasar-modal-ri-ihsg-tembus-6-000</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/04/278/2419881/penanganan-covid-19-bikin-investor-nyaman-di-pasar-modal-ri-ihsg-tembus-6-000</guid><pubDate>Jum'at 04 Juni 2021 07:00 WIB</pubDate><dc:creator>Fariza Rizky Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/04/278/2419881/penanganan-covid-19-bikin-investor-nyaman-di-pasar-modal-ri-ihsg-tembus-6-000-ZuJPGroWCK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/04/278/2419881/penanganan-covid-19-bikin-investor-nyaman-di-pasar-modal-ri-ihsg-tembus-6-000-ZuJPGroWCK.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Penanganan Covid-19 di Tanah Air menjadi sentimen positif untuk pasar modal. Hal ini terlihat dari pergerakan IHSG yang menguat pasca-Lebaran.
Direktur Investasi dan Kepala Makroekonomi PT Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat mengatakan, pelaksanaan vaksinasi secara masif dan antisipasi libur Lebaran oleh Pemerintah memperlihatkan hasil yang signifikan. Penanganan secara simultan antara pencegahan penularan melalui gerakan 4 M dan anjuran tidak mudik serta pelaksanaan vaksinasi ternyata mampu mencegah lonjakan jumlah positif covid-19 paska Libur Lebaran.
Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat Nyaris 1%, Saham MNC Bank Melesat 26%
 
&quot;Menurut kami, hal ini mampu meningkatkan kepercayaan investor khususnya asing terhadap perekonomian Indonesia dan merupakan salah satu penyebab terjadinya apresiasi nilai IHSG dan inbound dana asing,&quot; katanya di Jakarta, Jumat (4/6/2021).
Seperti diketahui, sejak perdagangan bursa dibuka setelah Libur Lebaran, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menunjukkan tren positif.
Baca Juga: Jeda Makan Siang, IHSG Sesi I Menguat ke Level 6.040
 
Pada awal pembukaan setelah libur lebaran, IHSG sebesar 5.833,86. Pada penutupan perdagangan Rabu (2 Juni 2021) sesi I, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada pada  level 6.009,90 atau meningkat 62,44 poin dibanding saat pembukaan perdagangan.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 5.991,51-6.029,21. Hingga siang ini telah dibukukan total transaksi sebesar Rp9,18 triliun, dengan aksi beli bersih atau net buy investor asing senilai Rp497,76 miliar.


&amp;nbsp;

Menurut Budi, apresiasi nilai IHSG ini dapat menjadi salah satu tolok ukur pemulihan perekonomian Indonesia dimana saat ini angka IHSG sudah mampu melewati 6000 dan dana masuk asing ke Pasar Modal juga terus meningkat. Berdasarkan data BEI, mulai libur lebaran hingga 31 Mei 2021, total nilai dana inbound oleh asing sebesar Rp2,34 triliun.
&quot;Kami optimistis dengan penanganan Covid-19 secara tepat akan semakin meningkatkan kepercayaan investor untuk kembali menanamkan investasinya di Indonesia khususnya di pasar modal,&quot; katanya.Bahana TCW sangat mengapresiasi upaya konsisten pemerintah dalam  menjaga fundamental ekonomi Indonesia melalui instrumen fiskal maupun  nonfiskal maupun melalui langkah-langkah antisipasi yang dilakukan  Pemerintah dalam menangani potensi peningkatan angka Covid-19 setelah  Libur Lebaran.
&quot;Dengan dukungan yang kuat dari BI, OJK maupun LPS dalam hal  penetapan suku bunga acuan yang kompetitif dan kebijakan relaksasi  kredit mampu menjaga tren pemulihan perekonomian Indonesia,&amp;rdquo; tutup Budi.
Seperti diketahui, penanganan Covid-19 menunjukkan hasil yang  menggembirakan. Program vaksinasi yang dilakukan secara masif oleh  Pemerintah dan antisipasi potensi peningkatan penularan Covid-19 selama  Libur Lebaran juga berjalan dengan baik.
Pelaksanaan PPKM mikro dan penyekatan di titik-titik mudik lebaran di  seluruh wilayah Indonesia berhasil menekan angka penularan Covid-19  sehingga tidak terjadi lonjakan yang signifikan seperti yang terjadi  paska libur akhir tahun 2020.
Antisipasi penularan covid saat libur Lebaran menunjukkan hasil yang  positif dibandingkan saat libur tahun baru lalu.  Hingga 28 Mei, angka  positif harian secara nasional sebesar 6115 dengan jumlah tes yang  dilakukan sebanyak 52.192 tes. Dengan kata lain, jumlah positive rate  secara nasional selama libur lebaran sebesar 9,6%, turun jauh  dibandingkan positive rate saat libur akhir tahun lalu. Bahkan di DKI  Jakarta, nilai positive rate sebesar 7,8%.
Keberhasilan pelaksanaan kebijakan antisipasi oleh Pemerintah ini juga didukung oleh masifnya kegiatan vaksinasi.
Berdasarkan data Our World in data, jumlah penerima vaksinasi di  Indonesia dibanding negara setara di Asia sangat bagus. Tercatat 6% dari  total penduduk Indonesia telah menerima dosis pertama. Angka ini  tertinggi nomer 2 setelah Malaysia dan jauh diatas Thailand dan Filipina  yang belum mencapai 4%. Bahkan Vietnam baru mencapai angka 1%.</description><content:encoded>JAKARTA - Penanganan Covid-19 di Tanah Air menjadi sentimen positif untuk pasar modal. Hal ini terlihat dari pergerakan IHSG yang menguat pasca-Lebaran.
Direktur Investasi dan Kepala Makroekonomi PT Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat mengatakan, pelaksanaan vaksinasi secara masif dan antisipasi libur Lebaran oleh Pemerintah memperlihatkan hasil yang signifikan. Penanganan secara simultan antara pencegahan penularan melalui gerakan 4 M dan anjuran tidak mudik serta pelaksanaan vaksinasi ternyata mampu mencegah lonjakan jumlah positif covid-19 paska Libur Lebaran.
Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat Nyaris 1%, Saham MNC Bank Melesat 26%
 
&quot;Menurut kami, hal ini mampu meningkatkan kepercayaan investor khususnya asing terhadap perekonomian Indonesia dan merupakan salah satu penyebab terjadinya apresiasi nilai IHSG dan inbound dana asing,&quot; katanya di Jakarta, Jumat (4/6/2021).
Seperti diketahui, sejak perdagangan bursa dibuka setelah Libur Lebaran, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menunjukkan tren positif.
Baca Juga: Jeda Makan Siang, IHSG Sesi I Menguat ke Level 6.040
 
Pada awal pembukaan setelah libur lebaran, IHSG sebesar 5.833,86. Pada penutupan perdagangan Rabu (2 Juni 2021) sesi I, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada pada  level 6.009,90 atau meningkat 62,44 poin dibanding saat pembukaan perdagangan.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 5.991,51-6.029,21. Hingga siang ini telah dibukukan total transaksi sebesar Rp9,18 triliun, dengan aksi beli bersih atau net buy investor asing senilai Rp497,76 miliar.


&amp;nbsp;

Menurut Budi, apresiasi nilai IHSG ini dapat menjadi salah satu tolok ukur pemulihan perekonomian Indonesia dimana saat ini angka IHSG sudah mampu melewati 6000 dan dana masuk asing ke Pasar Modal juga terus meningkat. Berdasarkan data BEI, mulai libur lebaran hingga 31 Mei 2021, total nilai dana inbound oleh asing sebesar Rp2,34 triliun.
&quot;Kami optimistis dengan penanganan Covid-19 secara tepat akan semakin meningkatkan kepercayaan investor untuk kembali menanamkan investasinya di Indonesia khususnya di pasar modal,&quot; katanya.Bahana TCW sangat mengapresiasi upaya konsisten pemerintah dalam  menjaga fundamental ekonomi Indonesia melalui instrumen fiskal maupun  nonfiskal maupun melalui langkah-langkah antisipasi yang dilakukan  Pemerintah dalam menangani potensi peningkatan angka Covid-19 setelah  Libur Lebaran.
&quot;Dengan dukungan yang kuat dari BI, OJK maupun LPS dalam hal  penetapan suku bunga acuan yang kompetitif dan kebijakan relaksasi  kredit mampu menjaga tren pemulihan perekonomian Indonesia,&amp;rdquo; tutup Budi.
Seperti diketahui, penanganan Covid-19 menunjukkan hasil yang  menggembirakan. Program vaksinasi yang dilakukan secara masif oleh  Pemerintah dan antisipasi potensi peningkatan penularan Covid-19 selama  Libur Lebaran juga berjalan dengan baik.
Pelaksanaan PPKM mikro dan penyekatan di titik-titik mudik lebaran di  seluruh wilayah Indonesia berhasil menekan angka penularan Covid-19  sehingga tidak terjadi lonjakan yang signifikan seperti yang terjadi  paska libur akhir tahun 2020.
Antisipasi penularan covid saat libur Lebaran menunjukkan hasil yang  positif dibandingkan saat libur tahun baru lalu.  Hingga 28 Mei, angka  positif harian secara nasional sebesar 6115 dengan jumlah tes yang  dilakukan sebanyak 52.192 tes. Dengan kata lain, jumlah positive rate  secara nasional selama libur lebaran sebesar 9,6%, turun jauh  dibandingkan positive rate saat libur akhir tahun lalu. Bahkan di DKI  Jakarta, nilai positive rate sebesar 7,8%.
Keberhasilan pelaksanaan kebijakan antisipasi oleh Pemerintah ini juga didukung oleh masifnya kegiatan vaksinasi.
Berdasarkan data Our World in data, jumlah penerima vaksinasi di  Indonesia dibanding negara setara di Asia sangat bagus. Tercatat 6% dari  total penduduk Indonesia telah menerima dosis pertama. Angka ini  tertinggi nomer 2 setelah Malaysia dan jauh diatas Thailand dan Filipina  yang belum mencapai 4%. Bahkan Vietnam baru mencapai angka 1%.</content:encoded></item></channel></rss>
