<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jalur Kereta Logistik ke Pelabuhan Tanjung Perak Hidup Kembali</title><description>PT Kereta Api Indonesia ( KAI) melakukan integrasi jalur kereta api (KA) menuju pelabuhan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/04/320/2419953/jalur-kereta-logistik-ke-pelabuhan-tanjung-perak-hidup-kembali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/04/320/2419953/jalur-kereta-logistik-ke-pelabuhan-tanjung-perak-hidup-kembali"/><item><title>Jalur Kereta Logistik ke Pelabuhan Tanjung Perak Hidup Kembali</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/04/320/2419953/jalur-kereta-logistik-ke-pelabuhan-tanjung-perak-hidup-kembali</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/04/320/2419953/jalur-kereta-logistik-ke-pelabuhan-tanjung-perak-hidup-kembali</guid><pubDate>Jum'at 04 Juni 2021 10:16 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/04/320/2419953/jalur-kereta-logistik-ke-pelabuhan-tanjung-perak-hidup-kembali-Meh8X3Itd1.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor-Impor Perdagangan di Pelabuhan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/04/320/2419953/jalur-kereta-logistik-ke-pelabuhan-tanjung-perak-hidup-kembali-Meh8X3Itd1.jpeg</image><title>Ekspor-Impor Perdagangan di Pelabuhan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia ( KAI) melakukan integrasi jalur kereta api (KA) menuju pelabuhan. Hal tersebut ditandai dengan peresmian rangkaian 10 gerbong berkapasitas 20 TEUs dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Stasiun Pasoso Jakarta.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo mengatakan, integrasi jalur KA dan pelabuhan ini merupakan salah satu wujud implementasi MoU antara KAI dan Pelindo III pada November 2020 lalu. Dengan terbangunnya konektivitas jalur kereta api ke Pelabuhan Tanjung Perak tersebut, maka distribusi logistik menjadi lebih efisien.
Baca Juga: Perbaikan Rel Selesai, Jadwal KA di Stasiun Gambir dan Senen Kembali Normal
 
&amp;ldquo;Kami atas nama KAI mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pelindo III dan TPS atas semangat kolaborasi ini mewujudkan sinergi dalam bentuk konektivitas antara angkutan kereta api dan pelabuhan,&amp;rdquo; ujarnya dalam keterangannya, Jumat (4/6/2021).
Didiek menambahkan reaktivasi angkutan logistik ini merupakan batu loncatan yang sangat penting. Pasalnya dengan diaktifkannya kembali pengoperasian angkutan logistik kereta api dari dan menuju terminal petikemas ini dapat memberikan nilai lebih untuk industri logistik dan kepelabuhanan nasional sebagai value creator dan membuat lebih kompetitif.
Baca Juga: Jalur Ganda KA Cirebon-Jombang Sepanjang 550 Km Resmi Tersambung
 
&amp;ldquo;Reaktivasi jalur kereta api yang terintegrasi dengan Terminal Petikemas Surabaya selaras dengan visi KAI yaitu menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik untuk Indonesia,&amp;rdquo; jelas Didiek.
Jalur Terminal Petikemas Surabaya menuju Stasiun Kalimas kembali diaktifkan setelah terakhir beroperasi pada 30 Maret 2016. KAI telah melakukan berbagai persiapan sebelum jalur itu dinyatakan laik operasi, di antaranya pembongkaran material yang menutupi jalan rel, penggantian wesel dan bantalan rel baru, serta memperbaiki posisi rel.Usai dilakukan proses reaktivasi, Terminal Petikemas Surabaya  memiliki 2 jalur kereta api yang masing-masing mampu mengakomodir  angkutan KA Barang Petikemas dengan rangkaian 10 GD, sehingga total  kapasitas muat Terminal Petikemas Surabaya adalah 20 GD berkapasitas 40  TEUs. Adapun komoditi yang dilayani di Terminal Petikemas Surabaya yaitu  petikemas multikomoditi ekspor-impor.
Dengan terintegrasinya angkutan kereta api dengan pelabuhan ini, maka  para mitra angkutan barang KAI kini dapat melakukan bongkar muat di  Terminal Petikemas Surabaya Pelabuhan Tanjung Perak.
Potensi angkutan barang dari wilayah Industri di Jawa Timur  diharapkan juga dapat diangkut menggunakan kereta api karena sudah  terintegrasi dengan pelabuhan. Misalnya dari Gresik, dimana jumlah  potensi angkutan barang menggunakan kereta api dalam 1 tahun mencapai  377 ribu ton barang.
Selain itu, dengan terintegrasinya jalur kereta api dengan pelabuhan,  maka diharapkan dapat membuat para pelaku logistik semakin tertarik  untuk mengangkut barang dengan kereta api karena angkutan barang dengan  kereta api memiliki keunggulan seperti kapasitas, ketepatan waktu,  keselamatan, dan keamanan.
&amp;ldquo;Kami berharap semangat sinergi, kolaborasi, dan konektivitas yang  terintegrasi ini dapat sustain untuk membangun value added bagi industri  logistik dengan cara lebih efisien. Sehingga biaya logistik nasional  yang masih sekitar 23-26% secara nasional dapat mendekati negara-negara  maju antara 8-12%,&amp;rdquo; jelas Didiek.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia ( KAI) melakukan integrasi jalur kereta api (KA) menuju pelabuhan. Hal tersebut ditandai dengan peresmian rangkaian 10 gerbong berkapasitas 20 TEUs dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Stasiun Pasoso Jakarta.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo mengatakan, integrasi jalur KA dan pelabuhan ini merupakan salah satu wujud implementasi MoU antara KAI dan Pelindo III pada November 2020 lalu. Dengan terbangunnya konektivitas jalur kereta api ke Pelabuhan Tanjung Perak tersebut, maka distribusi logistik menjadi lebih efisien.
Baca Juga: Perbaikan Rel Selesai, Jadwal KA di Stasiun Gambir dan Senen Kembali Normal
 
&amp;ldquo;Kami atas nama KAI mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pelindo III dan TPS atas semangat kolaborasi ini mewujudkan sinergi dalam bentuk konektivitas antara angkutan kereta api dan pelabuhan,&amp;rdquo; ujarnya dalam keterangannya, Jumat (4/6/2021).
Didiek menambahkan reaktivasi angkutan logistik ini merupakan batu loncatan yang sangat penting. Pasalnya dengan diaktifkannya kembali pengoperasian angkutan logistik kereta api dari dan menuju terminal petikemas ini dapat memberikan nilai lebih untuk industri logistik dan kepelabuhanan nasional sebagai value creator dan membuat lebih kompetitif.
Baca Juga: Jalur Ganda KA Cirebon-Jombang Sepanjang 550 Km Resmi Tersambung
 
&amp;ldquo;Reaktivasi jalur kereta api yang terintegrasi dengan Terminal Petikemas Surabaya selaras dengan visi KAI yaitu menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik untuk Indonesia,&amp;rdquo; jelas Didiek.
Jalur Terminal Petikemas Surabaya menuju Stasiun Kalimas kembali diaktifkan setelah terakhir beroperasi pada 30 Maret 2016. KAI telah melakukan berbagai persiapan sebelum jalur itu dinyatakan laik operasi, di antaranya pembongkaran material yang menutupi jalan rel, penggantian wesel dan bantalan rel baru, serta memperbaiki posisi rel.Usai dilakukan proses reaktivasi, Terminal Petikemas Surabaya  memiliki 2 jalur kereta api yang masing-masing mampu mengakomodir  angkutan KA Barang Petikemas dengan rangkaian 10 GD, sehingga total  kapasitas muat Terminal Petikemas Surabaya adalah 20 GD berkapasitas 40  TEUs. Adapun komoditi yang dilayani di Terminal Petikemas Surabaya yaitu  petikemas multikomoditi ekspor-impor.
Dengan terintegrasinya angkutan kereta api dengan pelabuhan ini, maka  para mitra angkutan barang KAI kini dapat melakukan bongkar muat di  Terminal Petikemas Surabaya Pelabuhan Tanjung Perak.
Potensi angkutan barang dari wilayah Industri di Jawa Timur  diharapkan juga dapat diangkut menggunakan kereta api karena sudah  terintegrasi dengan pelabuhan. Misalnya dari Gresik, dimana jumlah  potensi angkutan barang menggunakan kereta api dalam 1 tahun mencapai  377 ribu ton barang.
Selain itu, dengan terintegrasinya jalur kereta api dengan pelabuhan,  maka diharapkan dapat membuat para pelaku logistik semakin tertarik  untuk mengangkut barang dengan kereta api karena angkutan barang dengan  kereta api memiliki keunggulan seperti kapasitas, ketepatan waktu,  keselamatan, dan keamanan.
&amp;ldquo;Kami berharap semangat sinergi, kolaborasi, dan konektivitas yang  terintegrasi ini dapat sustain untuk membangun value added bagi industri  logistik dengan cara lebih efisien. Sehingga biaya logistik nasional  yang masih sekitar 23-26% secara nasional dapat mendekati negara-negara  maju antara 8-12%,&amp;rdquo; jelas Didiek.</content:encoded></item></channel></rss>
