<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Mentah RI Diusulkan USD65/Barel pada 2022, Realistis?</title><description>Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar USD55-65 per barel</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/04/320/2419990/harga-minyak-mentah-ri-diusulkan-usd65-barel-pada-2022-realistis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/04/320/2419990/harga-minyak-mentah-ri-diusulkan-usd65-barel-pada-2022-realistis"/><item><title>Harga Minyak Mentah RI Diusulkan USD65/Barel pada 2022, Realistis?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/04/320/2419990/harga-minyak-mentah-ri-diusulkan-usd65-barel-pada-2022-realistis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/04/320/2419990/harga-minyak-mentah-ri-diusulkan-usd65-barel-pada-2022-realistis</guid><pubDate>Jum'at 04 Juni 2021 11:05 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/04/320/2419990/harga-minyak-mentah-ri-diusulkan-usd65-barel-pada-2022-realistis-WI31fK09GI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kilang Minyak. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/04/320/2419990/harga-minyak-mentah-ri-diusulkan-usd65-barel-pada-2022-realistis-WI31fK09GI.jpg</image><title>Kilang Minyak. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)</title></images><description>JAKARTA - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 mulai disusun. Salah satu yang diusulkan adalah harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar USD55-65 per barel.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat usul ICP lebih tinggi dari asumsi dalam APBN 2021 sebesar USD45 per barel.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dana Alokasi Khusus Fokus Pemulihan Ekonomi pada 2022
Menurut Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan, usulan ICP sebesar USD55-65 per barel merupakan angka yang realistis. Menurut dia, harga minyak dunia akan stabil di angka tersebut mengingat pertumbuhan ekonomi global akan meningkat seiring mulai berjalannya proses vaksinasi ini.
&quot;Ini akan membuat kebutuhan akan energi di tahun 2022 yang akan datang akan terus tumbuh seiring berjalannya perekonomian global,&quot; ujarnya, Jumat (4/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;APBN Jadi Senjata Lawan Covid-19 hingga Lindungi Orang Miskin, Sri Mulyani: Kita Terus Berikhtiar
Selain itu, dengan tetap konsistennya OPEC+ dalam menahan laju produksi mereka maka akan menjaga supply dan demand global.
&quot;Amerika juga dengan stimulus ekonomi saat ini diharapkan akan berdampak pada tahun depan sehingga terus meningkat konsumsi BBM mereka,&quot; imbuhnya.Meski begitu, masih ada tantangan yang harus diwaspadai terkait harga minyak mentah dunia di tahun depan. Menurut dia, pandemi Covid-19 masih menjadi tantangan utama yang dikhawatirkan akan menimbulkan gelombang lanjutan. Hal ini akan menyebabkan negara-negara kembali melakukan lockdown.
&quot;Selain itu, jika OPEC+ akan menaikan produksi mereka maka akan dipastikan harga minyak dunia akan mengalami penurunan. Di sisi lain, wacana dari IEA untuk mengurangi kegiatan pengeboran menjadi tantangan tersendiri,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 mulai disusun. Salah satu yang diusulkan adalah harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar USD55-65 per barel.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat usul ICP lebih tinggi dari asumsi dalam APBN 2021 sebesar USD45 per barel.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dana Alokasi Khusus Fokus Pemulihan Ekonomi pada 2022
Menurut Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan, usulan ICP sebesar USD55-65 per barel merupakan angka yang realistis. Menurut dia, harga minyak dunia akan stabil di angka tersebut mengingat pertumbuhan ekonomi global akan meningkat seiring mulai berjalannya proses vaksinasi ini.
&quot;Ini akan membuat kebutuhan akan energi di tahun 2022 yang akan datang akan terus tumbuh seiring berjalannya perekonomian global,&quot; ujarnya, Jumat (4/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;APBN Jadi Senjata Lawan Covid-19 hingga Lindungi Orang Miskin, Sri Mulyani: Kita Terus Berikhtiar
Selain itu, dengan tetap konsistennya OPEC+ dalam menahan laju produksi mereka maka akan menjaga supply dan demand global.
&quot;Amerika juga dengan stimulus ekonomi saat ini diharapkan akan berdampak pada tahun depan sehingga terus meningkat konsumsi BBM mereka,&quot; imbuhnya.Meski begitu, masih ada tantangan yang harus diwaspadai terkait harga minyak mentah dunia di tahun depan. Menurut dia, pandemi Covid-19 masih menjadi tantangan utama yang dikhawatirkan akan menimbulkan gelombang lanjutan. Hal ini akan menyebabkan negara-negara kembali melakukan lockdown.
&quot;Selain itu, jika OPEC+ akan menaikan produksi mereka maka akan dipastikan harga minyak dunia akan mengalami penurunan. Di sisi lain, wacana dari IEA untuk mengurangi kegiatan pengeboran menjadi tantangan tersendiri,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
