<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rugi Rp303,4 Miliar Kuartal I-2021, KAI Ngeluh Penumpang Turun Drastis</title><description>PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengalami kerugian sebesar Rp303,47 miliar pada kuartal pertama 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/04/320/2420077/rugi-rp303-4-miliar-kuartal-i-2021-kai-ngeluh-penumpang-turun-drastis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/04/320/2420077/rugi-rp303-4-miliar-kuartal-i-2021-kai-ngeluh-penumpang-turun-drastis"/><item><title>Rugi Rp303,4 Miliar Kuartal I-2021, KAI Ngeluh Penumpang Turun Drastis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/04/320/2420077/rugi-rp303-4-miliar-kuartal-i-2021-kai-ngeluh-penumpang-turun-drastis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/04/320/2420077/rugi-rp303-4-miliar-kuartal-i-2021-kai-ngeluh-penumpang-turun-drastis</guid><pubDate>Jum'at 04 Juni 2021 13:37 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/04/320/2420077/rugi-rp303-4-miliar-kuartal-i-2021-kai-ngeluh-penumpang-turun-drastis-HiuQqA7DJc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kereta (Foto: Ilustrasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/04/320/2420077/rugi-rp303-4-miliar-kuartal-i-2021-kai-ngeluh-penumpang-turun-drastis-HiuQqA7DJc.jpg</image><title>Kereta (Foto: Ilustrasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengalami kerugian sebesar Rp303,47 miliar pada kuartal pertama 2021. Kondisi ini bertolak belakang dengan periode yang sama tahun lalu yang justru mencatatkan laba bersih sebesar Rp281,94 miliar.
Baca Juga: Tak Cuma di Tol, Pemudik Naik Kereta Juga Bisa Disuruh Putar Balik
 
VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, kerugian perseroan di kuartal pertama karena dampak dari pandemi covid-19. Sehingga pendapatan dari penumpang mengalami penurunan.
&amp;ldquo;Kerugian tersebut dikarenakan dampak  Pandemi Covid-19 yang menyebabkan volume penumpang turun drastis,&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (4/6/2021).
Baca Juga: 7 Kereta Jarak Jauh Masih Beroperasi saat Larangan Mudik, Ini Alasan KAI
 
Joni menjelaskan, sebelum pandemi pada triwulan I-2020 KAI melayani 90,7 juga pelanggan kereta api. Angka ini setara dengan 30,2 juta pelanggan rata rata per bulannya.
Sementara pada periode April sampai dengan Desember 2020 ketika pandemi covid-19 terjadi di Indonesia, KAI melayani 94 juta pelanggan kereta api. Atau jika dirata-ratakan adalah 10,5 juta per bulan.
&amp;ldquo;Jumlah tersebut turun 65% jika dibandingkan triwulan pertama 2020,&amp;rdquo; ucapnya.Sementara pada 2021, jumlahnya sebenarnya sudah mulai naik meskipun  belum signifikan. Pada periode Januari hingga April 2021, KAI Group  melayani rata-rata 12,9 juta pelanggan per bulannya.
&amp;ldquo;KAI akan terus berupaya mengoptimalkan pendapatan dari berbagai sisi  agar bisa tetap bertahan pada masa pandemi Covid-19 ini serta tetap  konsisten memberikan layanan terbaik bagi pelanggan,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengalami kerugian sebesar Rp303,47 miliar pada kuartal pertama 2021. Kondisi ini bertolak belakang dengan periode yang sama tahun lalu yang justru mencatatkan laba bersih sebesar Rp281,94 miliar.
Baca Juga: Tak Cuma di Tol, Pemudik Naik Kereta Juga Bisa Disuruh Putar Balik
 
VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, kerugian perseroan di kuartal pertama karena dampak dari pandemi covid-19. Sehingga pendapatan dari penumpang mengalami penurunan.
&amp;ldquo;Kerugian tersebut dikarenakan dampak  Pandemi Covid-19 yang menyebabkan volume penumpang turun drastis,&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (4/6/2021).
Baca Juga: 7 Kereta Jarak Jauh Masih Beroperasi saat Larangan Mudik, Ini Alasan KAI
 
Joni menjelaskan, sebelum pandemi pada triwulan I-2020 KAI melayani 90,7 juga pelanggan kereta api. Angka ini setara dengan 30,2 juta pelanggan rata rata per bulannya.
Sementara pada periode April sampai dengan Desember 2020 ketika pandemi covid-19 terjadi di Indonesia, KAI melayani 94 juta pelanggan kereta api. Atau jika dirata-ratakan adalah 10,5 juta per bulan.
&amp;ldquo;Jumlah tersebut turun 65% jika dibandingkan triwulan pertama 2020,&amp;rdquo; ucapnya.Sementara pada 2021, jumlahnya sebenarnya sudah mulai naik meskipun  belum signifikan. Pada periode Januari hingga April 2021, KAI Group  melayani rata-rata 12,9 juta pelanggan per bulannya.
&amp;ldquo;KAI akan terus berupaya mengoptimalkan pendapatan dari berbagai sisi  agar bisa tetap bertahan pada masa pandemi Covid-19 ini serta tetap  konsisten memberikan layanan terbaik bagi pelanggan,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
