<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Minggu Pertama Juni Diperkirakan Deflasi 0,09%   </title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat perkembangan harga relatif terkendali dan diperkirakan deflasi 0,09% (mtm)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/04/320/2420273/minggu-pertama-juni-diperkirakan-deflasi-0-09</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/04/320/2420273/minggu-pertama-juni-diperkirakan-deflasi-0-09"/><item><title>Minggu Pertama Juni Diperkirakan Deflasi 0,09%   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/04/320/2420273/minggu-pertama-juni-diperkirakan-deflasi-0-09</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/04/320/2420273/minggu-pertama-juni-diperkirakan-deflasi-0-09</guid><pubDate>Jum'at 04 Juni 2021 17:05 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/04/320/2420273/minggu-pertama-juni-diperkirakan-deflasi-0-09-I5MqobwGxs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi Juni 2021. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/04/320/2420273/minggu-pertama-juni-diperkirakan-deflasi-0-09-I5MqobwGxs.jpg</image><title>Inflasi Juni 2021. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat perkembangan harga relatif terkendali dan diperkirakan deflasi 0,09% (mtm). Hal ini berdasarkan Survei Pemantauan Harga di minggu pertama Juni 2021.
Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Juni 2021 secara tahun kalender sebesar 0,81% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,40% (yoy).
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Daging hingga Tiket Pesawat Bikin Inflasi Mei 0,32%
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, penyumbang utama deflasi Juni 2021 sampai dengan minggu pertama yaitu komoditas daging ayam ras dan cabai merah masing-masing sebesar -0,08% (mtm), tarif angkutan antarkota -0,06% (mtm), cabai rawit -0,04% (mtm), bawang merah -0,02% (mtm), tomat, kelapa dan tarif angkutan udara masing-masing sebesar -0,01% (mtm).
&quot;Sementara itu, beberapa komoditas mengalami inflasi, antara lain emas perhiasan sebesar 0,04% (mtm) telur ayam ras sebesar 0,03% (mtm) minyak goreng, nasi dengan lauk dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm),&quot; kata Erwin di Jakarta, Jumat (4/6/2021).
Baca Juga: Inflasi AS Tinggi, Sri Mulyani Waswas
Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat perkembangan harga relatif terkendali dan diperkirakan deflasi 0,09% (mtm). Hal ini berdasarkan Survei Pemantauan Harga di minggu pertama Juni 2021.
Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Juni 2021 secara tahun kalender sebesar 0,81% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,40% (yoy).
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Daging hingga Tiket Pesawat Bikin Inflasi Mei 0,32%
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, penyumbang utama deflasi Juni 2021 sampai dengan minggu pertama yaitu komoditas daging ayam ras dan cabai merah masing-masing sebesar -0,08% (mtm), tarif angkutan antarkota -0,06% (mtm), cabai rawit -0,04% (mtm), bawang merah -0,02% (mtm), tomat, kelapa dan tarif angkutan udara masing-masing sebesar -0,01% (mtm).
&quot;Sementara itu, beberapa komoditas mengalami inflasi, antara lain emas perhiasan sebesar 0,04% (mtm) telur ayam ras sebesar 0,03% (mtm) minyak goreng, nasi dengan lauk dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm),&quot; kata Erwin di Jakarta, Jumat (4/6/2021).
Baca Juga: Inflasi AS Tinggi, Sri Mulyani Waswas
Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.</content:encoded></item></channel></rss>
