<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aliran Modal Asing 'Banjiri' RI Rp14,6 Triliun</title><description>BI melaporkan airan modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik mencapai Rp14,68 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/06/320/2420870/aliran-modal-asing-banjiri-ri-rp14-6-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/06/320/2420870/aliran-modal-asing-banjiri-ri-rp14-6-triliun"/><item><title>Aliran Modal Asing 'Banjiri' RI Rp14,6 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/06/320/2420870/aliran-modal-asing-banjiri-ri-rp14-6-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/06/320/2420870/aliran-modal-asing-banjiri-ri-rp14-6-triliun</guid><pubDate>Minggu 06 Juni 2021 08:20 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/06/320/2420870/aliran-modal-asing-banjiri-ri-rp14-6-triliun-GkEs3nW3gZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/06/320/2420870/aliran-modal-asing-banjiri-ri-rp14-6-triliun-GkEs3nW3gZ.jpg</image><title>Bank Indonesia (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI)  melaporkan airan modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik pada periode 31 Mei hingga 3 Juni 2021 mencapai Rp14,68 triliun.
Menurut Direktur Eksekutif Erwin Haryono, dari jumlah tersebut, modal asing yang masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp12,27 triliun.
&amp;ldquo;Berdasarkan data transaksi 31 Mei &amp;ndash; 3 Juni 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp14,68 triliun,&quot; kata Direktur  Komunikasi BI Erwin Haryono dalam siaran pers, Minggu  (6/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;BI Perketat Transaksi Valas
Sementara itu, aliran modal asing yang masuk ke pasar  pada periode yang sama sebesar Rp2,41 triliun.
&quot;Sedangkan aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan domestik sejak awal tahun hingga 3 Juni 2021 mencapai Rp2,43 triliun,&quot; bebernya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Cerita BI Atasi Krisis Ekonomi 2008, Lawan Krisis Covid-19 Berhasil?
Lalu, yield SBN 10 tahun juga meningkat tipis dari 6,40% pada Kamis menjadi 6,41% pada Jumat.BI akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
&quot;Kita akan memperkuat langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,&quot; tandasnya</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI)  melaporkan airan modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik pada periode 31 Mei hingga 3 Juni 2021 mencapai Rp14,68 triliun.
Menurut Direktur Eksekutif Erwin Haryono, dari jumlah tersebut, modal asing yang masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp12,27 triliun.
&amp;ldquo;Berdasarkan data transaksi 31 Mei &amp;ndash; 3 Juni 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp14,68 triliun,&quot; kata Direktur  Komunikasi BI Erwin Haryono dalam siaran pers, Minggu  (6/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;BI Perketat Transaksi Valas
Sementara itu, aliran modal asing yang masuk ke pasar  pada periode yang sama sebesar Rp2,41 triliun.
&quot;Sedangkan aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan domestik sejak awal tahun hingga 3 Juni 2021 mencapai Rp2,43 triliun,&quot; bebernya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Cerita BI Atasi Krisis Ekonomi 2008, Lawan Krisis Covid-19 Berhasil?
Lalu, yield SBN 10 tahun juga meningkat tipis dari 6,40% pada Kamis menjadi 6,41% pada Jumat.BI akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
&quot;Kita akan memperkuat langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,&quot; tandasnya</content:encoded></item></channel></rss>
