<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>APEC Fasilitasi Perdagangan Vaksin, Mendag: Percepat Pemulihan Ekonomi</title><description>Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyerukan pentingnya peran  anggota APEC dalam memperkuat fasilitasi perdagangan vaksin.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/07/320/2421326/apec-fasilitasi-perdagangan-vaksin-mendag-percepat-pemulihan-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/06/07/320/2421326/apec-fasilitasi-perdagangan-vaksin-mendag-percepat-pemulihan-ekonomi"/><item><title>APEC Fasilitasi Perdagangan Vaksin, Mendag: Percepat Pemulihan Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/06/07/320/2421326/apec-fasilitasi-perdagangan-vaksin-mendag-percepat-pemulihan-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/06/07/320/2421326/apec-fasilitasi-perdagangan-vaksin-mendag-percepat-pemulihan-ekonomi</guid><pubDate>Senin 07 Juni 2021 14:19 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/07/320/2421326/apec-fasilitasi-perdagangan-vaksin-mendag-percepat-pemulihan-ekonomi-2mvn2J3nE5.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin Covid-19 (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/07/320/2421326/apec-fasilitasi-perdagangan-vaksin-mendag-percepat-pemulihan-ekonomi-2mvn2J3nE5.jpeg</image><title>Vaksin Covid-19 (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyerukan pentingnya peran anggota APEC dalam memperkuat fasilitasi perdagangan vaksin, termasuk peningkatan produksi dan distribusi vaksin yang merata.
Pernyataan itu menanggapi kondisi pandemi COVID-19 yang berkepanjangan dan kebutuhan akan akses terhadap vaksin serta produk terkait yang semakin meningkat.
Baca Juga: Indonesia Tak Dapat Kuota Haji 2021 karena Vaksin 
 
&amp;ldquo;Anggota APEC berperan penting dalam memperkuat fasilitasi perdagangan vaksin, termasuk peningkatan produksi dan distribusi vaksin yang merata. Penguatan fasilitasi perdagangan vaksin perlu dilakukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi serta memastikan kemudahan akses terhadap vaksin dan produk terkait bagi masyarakat,&amp;rdquo; ujar Mendag dilansir dari Antara, Senin (7/6/2021).
Hal tersebut disampaikan Mendag Lutfi saat menghadiri rangkaian pertemuan APEC Business Advisory Council (ABAC) dan APEC Ministers Responsible for Trade Meeting (APEC MRT) 2021 yang diadakan secara virtual pada 4&amp;ndash;5 Juni 2021. Acara tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian kegiatan Mendag Lutfi pada kunjungan kerja ke Moskow, Rusia.
Baca Juga: Vaksin Covid-19 Disebut Mengandung Magnet, Ini Penjelasan Siti Nadia
 
Saat ini, kata Mendag, masih terdapat kesenjangan yang sangat signifikan antara produksi vaksin dengan kebutuhan dunia. Hasil studi APEC menyebutkan, total kebutuhan vaksin dunia mencapai 14,2 miliar dosis, sementara produksi vaksin global saat ini baru mencapai sekitar 413 juta dosis atau 2,9 persen dari total kebutuhan dunia. Kesenjangan ini juga diperburuk dengan distribusi vaksin yang tidak merata.
Selain rendahnya produksi vaksin global, kesenjangan distribusi vaksin juga dipengaruhi adanya bottleneck dalam isu hak kekayaan intelektual (IPR). APEC sebagai forum ekonomi terkemuka di kawasan Asia Pasifik, memegang peran strategis dalam mendukung diskusi proposal Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPS) Waiver yang sedang bergulir di forum WTO.
Proposal TRIPS Waiver menekankan penghentian sementara pemberlakuan Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI) untuk mendorong produksi dan distribusi vaksin COVID-19 sebagai bentuk solidaritas global dalam percepatan penanganan pandemi.Menurut Mendag, vaksin diperlukan untuk memulihkan ekonomi, perdagangan, dan pariwisata.
&quot;Untuk itu diperlukan vaksin bagi semua orang, standar vaksin yang  baik termasuk pengembangan solusi digital untuk lisensi perjalanan,  serta pelonggaran kewajiban pendaftaran lisensi HKI yang dapat mendukung  ekonomi berkembang untuk memproduksi vaksin secara mandiri dalam rangka  memenuhi kebutuhannya sehingga semakin banyak nyawa terselamatkan,&amp;rdquo;  ujarnya.
Dalam keketuaan Selandia Baru tahun ini, Pertemuan Menteri  Perdagangan APEC mengangkat tiga prioritas pembahasan yaitu peran  kebijakan perdagangan dalam mengatasi dampak COVID-19, dukungan APEC  terhadap sistem perdagangan multilateral, serta dialog dengan sektor  bisnis terkait upaya percepatan pemulihan ekonomi.
Mengenai sistem perdagangan multilateral, Mendag Lutfi menegaskan  pentingnya untuk terus mendukung sistem perdagangan multilateral yang  berlandaskan pada peraturan dan kesepakatan.
&amp;ldquo;Untuk itu, Indonesia mendukung upaya akselerasi reformasi WTO dalam  rangka persiapan Konferensi Tingkat Tinggi/ Ministerial Conference (MC)  ke-12 mendatang,&quot; ujar Mendag Lutfi.
Pada dialog dengan sektor bisnis, para Menteri Perdagangan dan  perwakilan sektor bisnis dari anggota APEC berbagi pandangan pentingnya  pemulihan perekonomian melalui fasilitasi perdagangan untuk barang dan  jasa terkait vaksin dan produk pendukung, pentingnya konektivitas secara  digital dan dukungan terhadap sektor bisnis terlebih usaha mikro, kecil  dan menengah (UMKM), penguatan integrasi ekonomi secara regional, serta  ketahanan rantai pasok dan pemulihan bagi kawasan Asia- Pasific.
Pada sidang pleno, Mendag Lutfi menyampaikan pertumbuhan ekonomi  kawasan APEC telah menunjukkan perbaikan, namun masih belum merata di  antara anggota Ekonomi APEC.
&amp;ldquo;Tantangan dari pandemi COVID-19 masih akan terus berlangsung,  sehingga dibutuhkan kebijakan perdagangan yang lebih bersifat  fasilitatif dan pentingnya menghindari implementasi kebijakan yang  menghambat arus perdagangan serta stabilitas rantai pasok,&amp;rdquo; kata Mendag.Para Menteri Perdagangan APEC menggarisbawahi fokus agenda kerja APEC   pada tiga dimensi utama, yaitu mempermudah akses barang esensial   termasuk vaksin dan produk terkait vaksin; membuka kembali perjalanan   internasional dengan aman; serta memanfaatkan teknologi digital untuk   meningkatkan fasilitasi perdagangan, memperkuat rantai pasok, dan   meningkatkan daya saing pelaku usaha serta UMKM.
Dalam pertemuan APEC MRT ini para Menteri Perdagangan APEC juga telah   menyepakati pernyataan bersama (APEC MRT Joint Statement 2021) sebagai   wujud komitmen seluruh Ekonomi APEC dalam mengambil langkah konkret   untuk berkontribusi terhadap upaya pemulihan ekonomi di kawasan.
MRT Joint Statement 2021 menegaskan kembali upaya kolektif APEC dalam   mendorong peran penting sektor perdagangan barang dan jasa terkait,   komitmen memperkuat sistem perdagangan multilateral, serta upaya   mencapai kemakmuran bersama.
&amp;ldquo;APEC memegang peran kunci dalam memperkuat kerja sama dan komitmen   untuk berkolaborasi mengatasi dampak pandemi. Indonesia terus mendukung   berbagai upaya untuk memperkaya dialog dan pertukaran informasi   kebijakan di antara anggota Ekonomi APEC dalam rangka memastikan   pemulihan ekonomi yang kuat di kawasan dan selaras dengan kepentingan   nasional,&amp;rdquo; kata Mendag Lutfi.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyerukan pentingnya peran anggota APEC dalam memperkuat fasilitasi perdagangan vaksin, termasuk peningkatan produksi dan distribusi vaksin yang merata.
Pernyataan itu menanggapi kondisi pandemi COVID-19 yang berkepanjangan dan kebutuhan akan akses terhadap vaksin serta produk terkait yang semakin meningkat.
Baca Juga: Indonesia Tak Dapat Kuota Haji 2021 karena Vaksin 
 
&amp;ldquo;Anggota APEC berperan penting dalam memperkuat fasilitasi perdagangan vaksin, termasuk peningkatan produksi dan distribusi vaksin yang merata. Penguatan fasilitasi perdagangan vaksin perlu dilakukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi serta memastikan kemudahan akses terhadap vaksin dan produk terkait bagi masyarakat,&amp;rdquo; ujar Mendag dilansir dari Antara, Senin (7/6/2021).
Hal tersebut disampaikan Mendag Lutfi saat menghadiri rangkaian pertemuan APEC Business Advisory Council (ABAC) dan APEC Ministers Responsible for Trade Meeting (APEC MRT) 2021 yang diadakan secara virtual pada 4&amp;ndash;5 Juni 2021. Acara tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian kegiatan Mendag Lutfi pada kunjungan kerja ke Moskow, Rusia.
Baca Juga: Vaksin Covid-19 Disebut Mengandung Magnet, Ini Penjelasan Siti Nadia
 
Saat ini, kata Mendag, masih terdapat kesenjangan yang sangat signifikan antara produksi vaksin dengan kebutuhan dunia. Hasil studi APEC menyebutkan, total kebutuhan vaksin dunia mencapai 14,2 miliar dosis, sementara produksi vaksin global saat ini baru mencapai sekitar 413 juta dosis atau 2,9 persen dari total kebutuhan dunia. Kesenjangan ini juga diperburuk dengan distribusi vaksin yang tidak merata.
Selain rendahnya produksi vaksin global, kesenjangan distribusi vaksin juga dipengaruhi adanya bottleneck dalam isu hak kekayaan intelektual (IPR). APEC sebagai forum ekonomi terkemuka di kawasan Asia Pasifik, memegang peran strategis dalam mendukung diskusi proposal Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPS) Waiver yang sedang bergulir di forum WTO.
Proposal TRIPS Waiver menekankan penghentian sementara pemberlakuan Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI) untuk mendorong produksi dan distribusi vaksin COVID-19 sebagai bentuk solidaritas global dalam percepatan penanganan pandemi.Menurut Mendag, vaksin diperlukan untuk memulihkan ekonomi, perdagangan, dan pariwisata.
&quot;Untuk itu diperlukan vaksin bagi semua orang, standar vaksin yang  baik termasuk pengembangan solusi digital untuk lisensi perjalanan,  serta pelonggaran kewajiban pendaftaran lisensi HKI yang dapat mendukung  ekonomi berkembang untuk memproduksi vaksin secara mandiri dalam rangka  memenuhi kebutuhannya sehingga semakin banyak nyawa terselamatkan,&amp;rdquo;  ujarnya.
Dalam keketuaan Selandia Baru tahun ini, Pertemuan Menteri  Perdagangan APEC mengangkat tiga prioritas pembahasan yaitu peran  kebijakan perdagangan dalam mengatasi dampak COVID-19, dukungan APEC  terhadap sistem perdagangan multilateral, serta dialog dengan sektor  bisnis terkait upaya percepatan pemulihan ekonomi.
Mengenai sistem perdagangan multilateral, Mendag Lutfi menegaskan  pentingnya untuk terus mendukung sistem perdagangan multilateral yang  berlandaskan pada peraturan dan kesepakatan.
&amp;ldquo;Untuk itu, Indonesia mendukung upaya akselerasi reformasi WTO dalam  rangka persiapan Konferensi Tingkat Tinggi/ Ministerial Conference (MC)  ke-12 mendatang,&quot; ujar Mendag Lutfi.
Pada dialog dengan sektor bisnis, para Menteri Perdagangan dan  perwakilan sektor bisnis dari anggota APEC berbagi pandangan pentingnya  pemulihan perekonomian melalui fasilitasi perdagangan untuk barang dan  jasa terkait vaksin dan produk pendukung, pentingnya konektivitas secara  digital dan dukungan terhadap sektor bisnis terlebih usaha mikro, kecil  dan menengah (UMKM), penguatan integrasi ekonomi secara regional, serta  ketahanan rantai pasok dan pemulihan bagi kawasan Asia- Pasific.
Pada sidang pleno, Mendag Lutfi menyampaikan pertumbuhan ekonomi  kawasan APEC telah menunjukkan perbaikan, namun masih belum merata di  antara anggota Ekonomi APEC.
&amp;ldquo;Tantangan dari pandemi COVID-19 masih akan terus berlangsung,  sehingga dibutuhkan kebijakan perdagangan yang lebih bersifat  fasilitatif dan pentingnya menghindari implementasi kebijakan yang  menghambat arus perdagangan serta stabilitas rantai pasok,&amp;rdquo; kata Mendag.Para Menteri Perdagangan APEC menggarisbawahi fokus agenda kerja APEC   pada tiga dimensi utama, yaitu mempermudah akses barang esensial   termasuk vaksin dan produk terkait vaksin; membuka kembali perjalanan   internasional dengan aman; serta memanfaatkan teknologi digital untuk   meningkatkan fasilitasi perdagangan, memperkuat rantai pasok, dan   meningkatkan daya saing pelaku usaha serta UMKM.
Dalam pertemuan APEC MRT ini para Menteri Perdagangan APEC juga telah   menyepakati pernyataan bersama (APEC MRT Joint Statement 2021) sebagai   wujud komitmen seluruh Ekonomi APEC dalam mengambil langkah konkret   untuk berkontribusi terhadap upaya pemulihan ekonomi di kawasan.
MRT Joint Statement 2021 menegaskan kembali upaya kolektif APEC dalam   mendorong peran penting sektor perdagangan barang dan jasa terkait,   komitmen memperkuat sistem perdagangan multilateral, serta upaya   mencapai kemakmuran bersama.
&amp;ldquo;APEC memegang peran kunci dalam memperkuat kerja sama dan komitmen   untuk berkolaborasi mengatasi dampak pandemi. Indonesia terus mendukung   berbagai upaya untuk memperkaya dialog dan pertukaran informasi   kebijakan di antara anggota Ekonomi APEC dalam rangka memastikan   pemulihan ekonomi yang kuat di kawasan dan selaras dengan kepentingan   nasional,&amp;rdquo; kata Mendag Lutfi.</content:encoded></item></channel></rss>
